"Bunda" panggil Dara lalu mereka saling berpelukan.
Rasanya sudah cukup lama mereka tidak bertemu dan berbincang.
"Kebetulan kamu disini Dara" ucap Amira.
"Emangnya kenapa bunda?"
"Bunda harus pergi dulu, tapi suami bunda ada pekerjaan yang mendesak. Jandi bunda mau minta Langit antar bunda dulu, kamu bisakan jagain Bintang?" jelas Amira.
"Tentu saja bunda" balas Dara dengan antusias, bagaimanapun juga ia harus memberikan kesan baik pada calon mertuanya itu.
"Terimakasih Dara"
"Sama-sama bunda. Bunda tenang aja" timpal Dara.
"Gue titip kakak gue. Jangan macem-macem" ucap Langit yang mendapat juluran lidah dari Dara.
Setelah semuanya keluar, Dara duduk disamping Bintang. Ia menatap dengan lekat wajah lelaki yang ada di hadapannya. Dara mulai menguap rasa kantuknya perlahan menyeran