Dara mengambil potongan foto yang terbakar, air matanya semakin deras membuat mata indahnya terlihat sembab.
"Dara" panggil Langit yang kini sudah berada dihadapannya.
"Langit" lirih Dara dan melihat wajah lelaki itu, lalu tak lama ia memeluknya dengan menangis tersedu-sedu.
"Tenanglah semuanya sudah terjadi, jangan bersedih" ucap Langit mengusap kepala Dara membuat gadis itu mendongakkan kepalanya.
Dara tidak menyangka bahwa Langit bisa berkata selembut ini padanya juga tidak melepaskan pelukannya.
"Semua akan baik-baik saja, gue ada di sini buat lo" sambung Langit.
Dara menganggukkan kepalanya, lalu melepaskan pelukannya.
"Terimakasih" ucap Dara pada Langit.
"Dan kalian juga, terimaksih banyak" sambungnya pada anak Batalyon yang sedang termenung karena terkejut melihat sikap Lang