" Loh Nazifah! " Ning ayu sedikit terkejut dengan kedatangan Gus Dur dan Nazifah , terlebih lagi saat melihat Gus Dur yang baru melepaskan tangannya dari jilbab Nazifah
" Eh ada Ning ayu hehehe " ujar Nazifah menyengir kuda
Gus Dur menghempaskan dirinya pada salah satu sofa panjang yang berada di ruangan itu, ada Gus , ustadz, Ning dan ustadzah menatapnya bingung sebab membawa sosok Nazifah ke kantor.
" Kamu ngapai di sini Nazifah? Kenapa Gus Dur membawamu kemari " sahut ustadzah hilya yang menatap lekat pada Nazifah
" Zifah gak tau ustadzah, tanyak aja sama Gus durian " celetuknya menunjuk ke arah Gus Dur dengan dagunya
Ustadzah hilya kemudian memusatkan pandangannya pada Gus Dur yang terlihat begitu kesal entah karna apa , tentu saja tidak ada yang tau selain Gus Dur sendiri .
" Kenapa Nazifah kamu bawa kesini Dur? " Tanya Gus Syam
Terdengar helaan nafas berat milik Gus Dur, matanya menatap tajam pada Nazifah yang terlihat begitu santai.
" Salma! " Panggilnya pada wanita yang masih berkutat dengan buku tulis para santri dan santriwati
Wanita yang di panggil itu mendongak dan mengarahkan pandangannya pada Gus Dur dengan dagu yang di angkat sebentar mengisyaratkan pertanyaan .
" Gimana caranya kamu memberi Nazifah nilai bahasa Arab sedangkan satu kosa kata bahasa Arab secara dasar pun masih belepotan " Tutur Gus Dur
Ning Salma mengarahkan pandangannya pada Nazifah yang hanya menyengir polos kemudian Ning Salma menggelengkan kepalanya pelan.
" Karna dia meminta saya memberikan nilai dengan cara yang lain " jelas Ning Salma secara singkat
Alis Gus Dur terangkat sebelah mendengar perkataan Ning salam . Tentunya Gus Dur tidak akan mengerti dan faham sebab dia pun baru satu tahun mengajar di pesantren itu karna baru pulang dari kuliahnya di Tarim .
" Maksudnya gimana? Saya tidak faham " celetuk Gus Dur bingung , pandangannya mengarah pada Gus dan ustadz lainnya yang hanya diam saja
" Iya , Nazifah meminta keringanan saat mata pelajaran bahasa Arab dan juga beberapa di antaranya yang tidak di sukainya . Keringanan tersebut adalah mengganti atau mengerjakan tugas tugas tersebut menjadi sebuah hafalan ayat Al Qur'an. Jadi setiap mata pelajaran saya nazifah hanya akan menyetor ayat Alqur'an sebanyak tiga puluh ayat . Dan Nazifah selalu menyanggupi ayat ayat tersebut " Ning Salma menjelaskan secara terperinci pada Gus Dur agar pria itu tidak lagi merasa kebingungan
" Di pelajaran kitab Al ajurumiyah , nazifah juga melakukan hal yang sama " ustadz habib ikut menimbrung
" Sama! , Di pelajaran bahasa Inggris juga! " Celetuk mister Hamka
" Hahh! " Gus Dur langsung melongo tidak percaya . Bagaimana bisa mereka semua mau menuruti permintaan gadis itu . Keheranan Gus Dur semakin besar saat mister Hamka juga ikut menimpali, pasalnya pria itu mengajari pelajaran bahasa Inggris lalu apa hubungannya dengan hafalan .
" Apa hubungannya antara bahasa Inggris dengan hafalan mister? " Tanya Gus Dur bingung
" Dia memang tidak menyetor hafalan sama seperti di mata pelajaran lainnya tapi dia selalu membersihkan kelas dan halaman dengan bersih Tampa ada sedikitpun kotoran dan itu atas permintaan saya " jelas mister Hamka tampa menambah nambah kan cerita maupun menguranginya .
Gus Dur menepuk jidatnya benar benar tidak habis pikir dengan semua guru yang mengajar di pesantren itu yang dengan mudahnya memberikan keringanan Tampa melihat dampaknya .
" Kamu pergilah" Gus Dur mengarahkan jari telunjuknya pada Nazifah yang sedari tadi hanya diam saja
Mendengar perintah Gus Dur , senyum di wajah Nazifah langsung mengembang dengan sempurna membuatnya Tampa berpikir panjang langsung pergi meninggalkan ruangan itu .
Setelah kepergian Nazifah , Gus Dur memijat pelipisnya, rasa pusing begitu mendominan pada kepalanya . Belum sepenuhnya bisa meredam emosinya pada Nazifah , pria itu lagi lagi di kejutkan oleh pengakuan beberapa guru lainnya .
'Jadi ini yang dimaksud oleh Nazifah baik! ' batin Gus Dur
Para Gus , ustadz, Ning dan ustadzah hanya menyaksikan wajah Gus Dur yang terlihat begitu tertekan .
" Kalau Gus pusing ngehadapi tingkahnya Nazifah.... Mending Gus pake jalan kayak kami saja " celetuk ustadz habib yang di angguki oleh rekan rekannya
" Bagaimana bisa! " Jawab Gus Dur penuh penekanan ," kalian gak liat sisi negatifnya? Nanti setelah keluar dari pesantren pasti akan ada yang bertanya tanya pada Nazifah mengenai pendidikan yang di dapatnya . Mungkin juga ada yang berniat menguji Nazifah dengan pelajaran pelajaran yang tertera di formulir pendaftaran. Sekarang teknologi sudah semakin canggih , walaupun banyak yang tidak pesantren disini tapi mereka bisa mencari informasi mengenai pelajaran pelajaran yang ada . Bisa bisa pesantren kita di nilai buruk " jawab Gus Dur yang terlihat sudah pasrah
" Lalu kita harus apa Gus? Nazifah terlihat sama sekali tidak mempunyai minat ataupun semangat untuk berusaha mempelajari mata pelajaran yang tidak di sukainya " Ning Salma dengan cepat angkat bicara
" Dari pada Nazifah hanya bermain main saja di kelas dan tidur , mending disuruh menyetor hafalan " celetuk Gus Syam yang di angguki rekan rekan lainnya
" Lalu bagaimana dengan mata pelajaran matematika? Apakah Nazifah melakukan hal yang sama? Atau ada keringanan lain yang Ning Aisyah berikan? " Kali ini Gus Dur menatap pada wanita yang sedari tadi hanya diam seperti tidak memiliki masalah
" Dimata pelajaran matematika Nazifah cukup aktif bahkan bisa di bilang nilainya paling tinggi walaupun sering kali tidak mendengarkan saat saya menjelaskan Gus " jawab Ning Aisya dengan nada lembutnya
" Gak mungkin " Gus Dur menggeleng gelengkan kepalanya yang benar benar pusing memikirkan segala sesuatu mengenai Nazifah.
Gus Dur bahkan baru mengajar di jelas Nazifah selama dua bulan namun pria itu seperti sudah mengenal dan mengajari Nazifah bertahun tahun .
" Pada kenyataannya memang begitu Gus "
" Bisa saja dia mencontek bukan? "
" Tidak Gus , bahkan saya pernah mengujinya dengan menyuruhnya untuk maju ke depan dan menjelaskan ulang apa yang saya jelaskan di awal . Dan yaa , Nazifah terlihat begitu santai bahkan sangat faham walaupun saat saya menjelaskan dia tidur ".
Gus Dur langsung terdiam mendengar pengakuan yang kembali mengejutkan dirinya . Pelajaran yang mungkin paling besar tidak di sukai oleh para santri maupun santriwati lainnya namun Nazifah malah terlihat menikmatinya . Sangat berbeda dengan mata pelajaran yang menyangkut bahasa . Seperti bahasa Inggris, dan bahasa Arab .
" Sudah lah Dur , tidak perlu terlalu di fikirkan . Kalau kamu masih tahan buat ngajarin Nazifah maka lanjutkan tapi jika tidak maka pakailah jalan lain " Gus Syam menepuk pundak Gus Dur yang terlihat begitu pasrah
" Masalahnya tidak semudah itu Syam , saya memikirkan sisi negatifnya juga bukan hanya sisi positifnya saja " jawab Gus Dur
" Lalu sekarang kamu mau apa? " Tanya Gus Syam yang langsung mendapatkan gelengan kepala oleh Gus Dur
" Saya tidak tau , sepertinya saya harus selalu mendaratkan sebuah ancaman agar setidaknya Nazifah mau sedikit demi sedikit belajar "
Gus Syam menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Gus Dur yang menyulitkan dirinya sendiri .