Setelah beberapa menit bersiap siap untuk berangkat ke porpes kini Rara sudah Rapi dan cantik walaupun tertutupi cadar hitamnya itu.
Ting?bunyi notivikasi dari WhatsAap
Saskia
Ra mau ke porpes gak?
Rara
Mau kok bentar lagi kesana.
Saskia
Oke,cepet yah murid-murid udah nungguin kamu.
Rara
Iya bentar lagi kok lagi di jalan.
•••
Kini Rara sedang berada di dalam taksi dan sampailah di porper,ia sangat di sambut oleh murid-muridnya.
"Rara udah lama banget gak ketemu,"ucap Lisa yang baru pulang honimun dengan Rean.
"Iya kamu lagi hamil Lis?,"ucap Rara.
"Iya Ra,Saskia juga lagi hamil 3 bulan,aku baru 4 bulan Ra,semoga cepet hamil yah Ra,"ucap Lisa.
"Iya amin,"ucap Rara.
"Gimana mau hamil Reyhan aja gak pernah mau nyetuh aku,"ucap Rara,padahal pelukan semalam itu nyata bukan mimpi.
"Kalau gitu aku pamit yah mau ngajar anak-anak,bay Ra,"ucap Lisa.
"Iya bay juga Lis,"ucap Rara melihat kepergian Lisa yang semakin menjauh dari pandangannya,jujur ia sangat iri dengan saudara-saudaranya yang di jadikan ratu oleh suami-suaminya.
"Rara,ngapain masih benggong di sini,murid-murid udah pada nungguin kamu loh,"ucap Rean.
"Enggak kok,ini juga mau masuk kelas,"ucap Rara.
"Owh iya,gimana kabar Reyhan udah lama gak kesini,"ucap Rean.
"Baik kok,cuma dia sibuk kerja jadi selalu gak ada waktu buat kesini,"ucap Rara.
"Gitu yah,kalau gitu aku pamit yah mau ngajar,"ucap Rean di angguki Rara.
Rara pun masuk kedalam kelas.
"Pagi semua,"ucap Rara menyapa murid-muridnya.
"Pagi ustazah Rara,"ucap murid-murid bersamaan.
"Maaf ustazah telat datangnya ada urusan sebentar tadi,"ucap Rara.
•••
16:45
Rara sudah selesai mengajar dan kini ia sedang menunggu taksi namun tak datang datang ojek pun tak ada hanya angkot saja yang terus lewat di hadapannya.
"Gak ada taksi lagi,kalau aku telepon kak Reyhan nanti ngangu waktu kerjanya,"ucap Rara.
"Naik angkot aja deh,"ucap Rara menaiki angkot.
Sesampai di apartmen pukul 17:00
Reyhan sudah menunggunya di depan apartmen dan ia melihat sekilas angkot yang di tumpangi Rara.
"Kenapa naik angkot?,"ucap Reyhan.
"Tadi gak ada taksi,dan cuma ada angkot,jadi mau gak mau naik angkot emangnya kenapa,"ucap Rara.
"Gak papa,cuma kali ini kamu saya maafkan cuma kalau lain kali naik angkot lagi saya tidak akan memaafkannya,lagian kenapa gak telepon aku,"ucap Reyhan.
"Kenapa sih kak,kok gitu banget,tadi takutnya lagi sibuk,"ucap Rara.
"Aku cemburu,"ucap Reyhan membuat Rara terkejut.
"Cemburu?lagian tadi supir angkotnya paman aku sendiri ayahnya Lisa,"ucap Rara.
"Ya tetep aja aku cemburu meskipun sama paman kamu sendiri,lain kali kalau mau naik angkot supirnya prempuan bukan laki-laki,"ucap Reyhan.
"Mana ada kan dimana-mana supir angkot itu laki-laki,"ucap Rara.
"Terserah deh pokoknya kamu gak boleh naik angkot lagi,meskipun itu angkot punya paman kamu sendiri titik gak ada penolakan,"ucap Reyhan.
Rara sedikit aneh dengan sifatnya itu.
"Apa kamu sudah mencintai saya,"ucap Rara.
"T-tidak,"ucap Reyhan.
"Aduh,lagi-lagi keceplosan,"ucap Reyhan dalam hatinya.
"Terus kenapa kamu cemburu,"ucap Rara.
"Bukan saya cemburu,tapi aku hanya peduli sedikit denganmu,karna sekarang banyam sekali supir angkot yang memerk*sa penumpangnya,"ucap Reyhan.
"Jadi berhati-hati lah,karna keamanan mu itu tergantung pada diriku,"lanjut Reyhan.
Bersambung...