Malam hari ini sungguh malam yang sangat buruk bagi Rara,karna malam ini ia di siks* hebat oleh suaminya,ya siapa lagi kalau bukan Reyhan,dan ia pun menangis secara terus-terusan di kamarnya.
"Hmm,kenapa gue kasian sama dia yah,"ucap Reyhan melihat Rara yang sudah tidur terlelap kedalam mimpinya dengan mata yang begitu sembab karna terlalu lama menangis,rasanya Reyhan ingin memeluknya.
Darrr!!!
Suara petir begitu keras membuat Rara sedikit terusik dan Rara pun tak sengaja melihat Reyhan yang sedang berdiri di pintu yang menatapnya.
Rara pun menatapnya dengan tatapan dingin,Reyhan pun pergi dari pintu kamarnya,lalu datang lah hujan yang begitu besar yang membuat tidur terusik,ia pun begitu kedinginan walaupun memakai selimut yang sangat tebal.
Ada sedikit rasa sakit karna telah menyakitinya dan telah membuatnya kedinginan begitu.
Tak lama pun Reyhan menghampiri Rara dan memeluknya,Rara pun tak mengigil lagi dan mempereratkan pelukannya bahkan ia bersembunyi di d**a bidang Reyhan.
Reyhan sama sekali tak mengusiknya bahkan ia terlihat yaman.
•••
02:00
Rara pun terbangun,ia sangat terkejut dengan apa yang di peluknya ternyata bukan guling,tapi Reyhan yang sedang tertidur pulas sambil memegang kedua tanganya.
Rara pun melepaskan tangannya Reyhan pun terusik dan terbangun.
"Sini tidur lagi masih malam aku janji kok gak akan menyakiti kamu baby,"ucap Reyhan merentangkan kedua tangannya.
"Beneran,"ucap Rara dan Reyhan hanya mengganguk.
Reyhan pun memeluknya mereka pun kembali terlelap.
•••
Pagi hari ini Reyhan sudah siap dengan pakaian rapinya yang akan balapan motor,dan sesudah balapan ia akan ke kantor untuk berkerja.
"Jangan kemana-mana di sini aja,kalau mau keluar bilang,"ucap Reyhan.
"Iya aku gak bakalan kemana-mana kok,jangan khawatir,"ucap Rara tersenyum manis membuat Reyhan tak bisa memalingkan wajahnya dari Rara.
"Siapa yang khawatir,"ucap Reyhan.
"Terus tadi malam apa,sampai nyebut baby,"ucap Rara.
"Kamu mimpi kali,owh iya soal kemarin aku minta maaf yah,"ucap Reyhan.
"Iya deh,"ucap Rara.
Reyhan pun berangkat dan Rara menc*um punggung tangannya,Reyhan pun berbalik dan tersenyum.
"Apa aku jatuh cinta padanya,Akhh sungguh tidak mungkin bisa secepat ini,"ucap Reyhan dalam hatinya.
"Apa semalam aku mimpi yah,"ucap Rara setelah berada di apartmennya.
"Tidak kok,"ucap Reyhan yang mendengarnya dan melajukan motornya.
Bersambung...