Di luar Washington, Tom Norris menerima panggilan dari Anwar Pasha melalui saluran yang sudah mereka sepakati. Pasha tidak bertanya tentang serangan Chow. Ia bertanya mengapa nama Idris muncul dalam kabar yang sampai kepadanya. Tom menjawab bahwa Idris hanya mengirim informasi yang tidak lagi berguna.
“Kalau tidak berguna, kenapa kau menyimpannya?” tanya Pasha.
Tom tidak segera menjawab. Ia tahu Pasha mencurigai setiap orang yang membawa informasi tanpa alasan jelas. “Aku menyimpan banyak hal. Itu tidak berarti aku akan menggunakannya.”
“Dan apakah kau mengirim koreksi?”
Tom menatap layar telepon. Ia tidak mengonfirmasi. “Orang itu bukan bagian dari apa pun yang sedang kita lakukan.”
Pasha tertawa kecil tanpa humor. “Kau selalu memutuskan sendiri siapa yang boleh tahu dan siapa yang bisa dibuang.”
Percakapan terputus setelah beberapa kalimat lagi. Tom duduk dalam kamar sederhana, memikirkan cara Pasha bertanya lebih dari isi pertanyaannya. Ia tidak percaya Pasha peduli pada Idris. Pasha peduli pada risiko. Tom pun demikian, tetapi ia tidak mau mengakui bahwa rasa takut kehilangan kendali mulai membuatnya berhati-hati.
Di Washington, Kelly menerima otorisasi untuk meninjau hubungan antara Idris dan nomor yang diduga digunakan Tom. Belum ada lokasi atau identitas yang bisa dibagikan. Kelly menjelaskan kepada Maggie bahwa analisis hanya menunjukkan komunikasi terjadi, bukan isi seluruh percakapan.
Naya meminta agar memo memuat perbedaan tersebut. “Kalau kita menulis ‘Tom menerima jadwal’, kita harus tahu pesan apa yang ia terima.”
“Benar,” kata Kelly. “Yang bisa kami katakan sekarang: ada komunikasi dengan akun yang Idris sebut milik Tom.”
Flak mengulang kalimat itu perlahan. Nama Tom telah kembali muncul di setiap rapat, tetapi belum membawa jawaban tentang motif serangan. Ia bertanya apakah Idris bersedia memberi informasi lain. Kelly berkata ia sedang mempertimbangkan kerja sama melalui pengacaranya, namun belum ada kesepakatan.
Maggie bertanya apakah CIA dapat menjanjikan sesuatu kepada Idris. Kelly menolak. Itu bukan kewenangan mereka. Ia akan menjelaskan hak dan konsekuensi melalui jaksa.
Sementara tim menunggu, William memeriksa dokumen lama yang menyebut Pasha. Ia menemukan dua tanggal yang berbeda pada salinan saling terkait. Salah satunya mungkin salah ketik. Naya meminta agar dokumen itu tidak ditempatkan bersama rekaman Tom sampai tanggalnya diperiksa.
Grant tidak sabar. Ia meminta Maggie memberi penilaian apakah Pasha memiliki peran dalam serangan. Maggie menjawab belum ada bukti langsung. Grant berkata ia tidak sedang meminta dakwaan, hanya penilaian. Maggie menyampaikan bahwa penilaian tanpa bukti akan mudah dikutip seolah fakta.
“Kalau ada dasar yang baru, kita akan menilai ulang,” katanya.
Sore hari, Flak menerima satu pertanyaan dari Kelly: apakah Tom biasanya menggunakan nama Pasha dalam percakapan mereka dahulu. Flak menjawab tidak. Ia tidak mengenal Pasha sampai melihat rekaman setelah serangan. Kelly mencatat jawaban itu dan tidak mengembangkan wawancara.
Naya mengingatkan Flak untuk tidak mencoba menghubungi Tom melalui kontak lama. Flak mengangguk. “Aku tidak akan mencarinya sendiri.”
“Kalau dia menghubungimu?”
“Aku laporkan.”
Malamnya, Flak memberi kabar kepada Kay bahwa ia mungkin perlu berada di kantor lebih lama minggu ini. Ia tidak menyebut Pasha atau Idris. Kay bertanya apakah jadwal presentasinya tetap bisa ia hadiri. Flak memeriksa kalender dan berkata masih bisa. Ia tidak menjanjikan jika ada perubahan.
Kay menjawab, “Kalau berubah, beri tahu sebelum aku berangkat.”
“Aku akan.”
Tom, jauh dari Washington, menatap pesan yang belum ia hapus. Ia membiarkan nama Flak terlintas di benaknya, lalu menyingkirkannya. Ia belum siap menghadapi masa lalu. Pasha semakin curiga, tetapi Tom merasa ancaman terbesar bukan pertanyaan Pasha. Itu adalah kenyataan bahwa ia mulai bertanya-tanya apakah tujuannya sendiri masih sama dengan tujuan orang-orang yang ia ikuti.
Pasha memanggil Al-Misri setelah percakapan dengan Tom. Ia bertanya apakah Idris mengetahui lebih banyak dari yang ia akui. Al-Misri berkata ia tidak tahu, dan tidak akan menebak. “Kita bisa menguji keterangannya,” katanya, “atau kita bisa menyebutnya pembohong karena takut.” Pasha menyandarkan diri pada kursi. Ia tidak suka diberi batas, tetapi ia tahu jawaban itu masuk akal.
“Tom membuat kita terlihat lemah,” ujar Pasha.
“Tom membuat dirinya terlihat tidak dapat dipercaya,” balas Al-Misri. “Itu berbeda.”
Mereka tidak sepakat tentang langkah selanjutnya. Pasha ingin Tom menjelaskan diri; Al-Misri ingin menghentikan kontak sampai mereka tahu apakah ada pihak lain yang memantau komunikasi. Mereka sepakat tidak menindak Idris. Tidak ada bukti ia sengaja mengkhianati mereka, dan perhatian terhadapnya justru bisa menarik lebih banyak sorotan.
Di Washington, Naya menerima salinan memo tentang akun Tom. Ia meminta nomor itu disimpan dalam bentuk terbatas dan tidak dicantumkan pada presentasi umum. Kelly memastikan hanya petugas yang punya kewenangan dapat melihatnya. Maggie menyampaikan pembaruan itu kepada Grant tanpa mengungkap metode pengumpulan data.
Grant bertanya apakah Pasha dan Al-Misri sedang berkonflik. Maggie menjawab mereka belum mengetahui itu dari sumber yang dapat dikonfirmasi. “Satu percakapan Tom dan satu pertemuan lama tidak cukup menggambarkan hubungan mereka sekarang.” Grant menerima jawaban tersebut.
Al-Misri kemudian bertemu dengan dua anggota lain yang tidak diberi nama dalam catatan mereka. Ia menyampaikan bahwa Tom belum menjawab permintaan Pasha. Mereka bertanya apakah ia akan menganggap diam sebagai pembelotan. “Tidak,” jawab Al-Misri. “Diam hanya berarti ia tidak menjawab.” Mereka tidak puas, tetapi ia menolak membiarkan kemarahan menggantikan informasi. Ia meminta mereka menghentikan pembicaraan tentang hukuman sampai ada fakta.
Di Washington, Flak menerima pemberitahuan bahwa Kelly akan melakukan wawancara lanjutan terhadap Idris. Ia bertanya apakah ia boleh hadir sebagai pengamat. Kelly menolak dengan sopan; kehadiran mantan rekan Tom dapat memengaruhi suasana. Flak menerima alasan itu. Ia tidak meminta Kelly mengubah keputusan.
Kelly mengirim jadwal wawancara kepada pengacara Idris dan menunggu persetujuan tertulis sebelum mengunci waktu.
Ia menambahkan waktu persetujuan ke catatan koordinasi dan memberi tahu timnya.
Kelly mengonfirmasi jadwal wawancara pada sore hari.
Ia menambahkan waktu itu ke catatan kerja dan menutup rapat.
Maggie mengarsipkan catatan penerimaan dari Kelly.