Minggu pagi, Naya menerima panggilan dari petugas penghubung rumah sakit. Naomi meminta agar ia datang, tetapi tidak untuk membicarakan penyelidikan. Naya memastikan permintaan itu berasal dari Naomi sendiri, lalu memberi tahu Maggie bahwa ia akan ke rumah sakit. Maggie menyuruhnya mengambil waktu yang diperlukan dan menegaskan tidak ada laporan yang menunggu darinya hari itu.
Di kamar Naomi, keluarga berada di sisi tempat tidur. Perawat memberi Naya ruang untuk masuk setelah Naomi mengangguk. Wajah Naomi tampak letih, tetapi matanya jernih. Ia memberi isyarat agar Naya mendekat.
“Aku ingin kau memastikan mereka berhenti bertanya tentang Laura,” kata Naomi dengan suara pelan. “Mereka bukan orang jahat. Mereka hanya tidak tahu kapan harus berhenti.”
Naya tidak bertanya siapa yang dimaksud. “Aku akan menyampaikan batas itu kepada petugas penghubung. Keluargamu tetap yang menentukan siapa yang bicara dengan Laura.”
“Bagus.” Naomi menarik napas dan menutup mata sebentar. “Aku sudah mengatakan kepada keluargaku apa yang kuinginkan. Aku tidak mau anakku melihatku hanya sebagai pasien. Kalau waktunya tiba, biarkan dia mengingat hal-hal yang ia pilih sendiri.”
Naya mengangguk. “Aku tidak akan menghubunginya atau mengatur apa pun tanpa permintaan keluarga.”
Naomi menatapnya cukup lama, seolah ingin memastikan kalimat itu bukan sekadar formalitas. “Kau dulu datang dengan foto dan pertanyaan. Sekarang kau datang tanpa apa-apa.”
“Aku salah waktu itu.”
“Aku tahu.” Naomi memejamkan mata lagi. “Aku tidak perlu kau menghapusnya. Cukup jangan lakukan hal yang sama pada orang lain.”
Naya menerima kata-kata itu tanpa mencari pengampunan. Perawat memberi isyarat bahwa Naomi perlu beristirahat. Naya berdiri dan berterima kasih kepadanya karena telah berbicara. Naomi tidak menjawab; ia sudah tertidur.
Di lorong, salah seorang kerabat Naomi meminta bantuan untuk mengalihkan pertanyaan media. Naya menghubungi petugas pers dan menyampaikan bahwa keluarga tidak akan memberi wawancara. Ia meminta mereka menjaga nama Laura dan tidak menggunakan foto anak itu. Petugas pers menjanjikan pernyataan singkat yang hanya mengonfirmasi bahwa keluarga meminta privasi.
Naya kembali ke kantor untuk melaporkan bahwa Naomi tidak membahas perkara dan belum bersedia memberi keterangan tambahan. Kelly menerima laporan itu dan berkata ia tidak akan menghubungi rumah sakit. “Kalau kondisinya berubah, itu urusan keluarganya. Kita menunggu jika mereka meminta sesuatu.”
Maggie menutup berkas yang ada di mejanya. Ia menyadari Naya tidak membawa informasi baru tentang serangan. “Kau tidak harus mengubah setiap percakapan menjadi hasil penyelidikan,” katanya.
“Aku tahu.”
“Kau tahu atau kau baru belajar?”
Naya tersenyum tipis. “Mungkin keduanya.”
Flak menghubunginya kemudian untuk menanyakan apakah ia akan tetap bekerja. Naya menjawab ia akan kembali ke rumah sakit jika keluarga meminta. Flak tidak menanyakan kondisi medis Naomi. Ia hanya berkata ia akan memberi tahu Maggie bahwa Naya mungkin perlu meninggalkan rapat.
Pada sore hari, petugas penghubung menelepon lagi. Naomi telah berbicara dengan keluarganya mengenai beberapa keputusan perawatan dan meminta agar tidak ada orang luar masuk tanpa persetujuan. Keluarga tidak meminta bantuan CIA. Naya mencatat batas itu, lalu menutup berkas.
Ia berjalan keluar gedung dan duduk beberapa menit di bangku dekat halaman. Kota tetap bergerak seperti biasa, sedangkan hidup seseorang berubah di ruang rumah sakit. Ia tidak tahu apakah Naomi akan pulih atau berapa lama ia masih punya waktu. Ia tidak akan menebak. Untuk hari itu, ia hanya bisa memastikan bahwa satu permintaan sederhana didengar.
Sebelum berangkat dari rumah sakit, Naya meminta petugas penghubung menuliskan ulang permintaan Naomi agar keluarga tidak perlu mengulangnya kepada setiap orang baru. Petugas itu menegaskan bahwa permintaan tersebut sudah ada pada catatan perawatan dan disampaikan hanya kepada staf yang perlu tahu. Naya tidak meminta melihat catatan medis. Ia hanya ingin memastikan bahwa batas yang diberikan Naomi tetap berlaku meski ia sendiri tidak hadir untuk mengulanginya.
Di kantor, Naya menghadapi pertanyaan dari seorang analis yang ingin tahu apakah keluarga akan mengizinkan pemakaman dihadiri rekan kerja Naomi. Naya menjawab bahwa ia tidak tahu dan tidak akan bertanya. Analis itu segera meminta maaf. Mereka berdua mengerti bahwa rasa ingin tahu dapat terdengar seperti kepedulian, tetapi tetap bukan hak.
Kelly menulis ke Maggie bahwa ia tidak akan meminta klarifikasi lagi dari Naomi. Maggie menyetujui dan menghapus pengingat wawancara dari kalender. Tidak ada orang yang akan datang ke rumah sakit untuk menunggu kemungkinan ia berubah pikiran. Naya memandang kalender yang kini kosong dan merasa inilah bentuk paling sederhana dari menghormati sebuah jawaban.
Petugas penghubung kemudian mengirim pesan bahwa Naomi berterima kasih karena Naya datang tanpa membawa berkas. Naya membaca kalimat itu dan tidak membalas lewat petugas. Ia tidak ingin Naomi merasa harus menenangkan orang yang pernah menekan dirinya. Ia hanya menyimpan pesan itu sebagai pengingat pribadi, lalu kembali memeriksa laporan yang memang menjadi tanggung jawabnya.
Naya menghapus pengingat di kalender yang menyebut “kunjungan Naomi” dan menggantinya dengan “tunggu permintaan keluarga”. Ia tidak ingin sistem otomatis mengirim undangan yang keliru.
Kelly meminta Naya menuliskan kembali alasan ia menghapus pengingat kunjungan. Naya menjelaskan bahwa status Naomi berubah dari saksi yang mungkin diwawancarai menjadi pasien yang meminta privasi, lalu meninggal dengan permintaan yang sama. Kelly menambahkan catatan itu ke berkas kerja. Mereka sepakat bahwa pengingat administratif tidak boleh membuat petugas menghubungi keluarga secara otomatis. Maggie menyetujui dan meminta unit lain memeriksa kalender mereka sendiri. Tidak ada yang ingin keluarga menerima panggilan rutin hanya karena sistem belum diperbarui.
Maggie menuliskan siapa yang menerima instruksi dan meminta mereka menandatangani penerimaan. Naya menyimpan salinan untuk pengawas.
Ia mengirim kabar kepada Maggie bahwa semua perubahan kalender sudah selesai. Maggie membalas bahwa ia telah melihatnya.
Naya menyimpan salinan memo dalam berkas pengawasan dan mencatat waktu penyerahan.
Ia menyimpan bukti penerimaan dalam folder terbatas.
Ia menaruh salinan pada arsip terbatas untuk peninjauan berikutnya.
Naya mencatat waktu panggilan.