Naya meninjau wawancara tambahan terhadap Idris yang disetujui melalui pengacaranya. Ia memastikan pertanyaan berfokus pada pesan koreksi, bukan mengulang seluruh tuduhan. Kelly memimpin, dan Naya hanya menerima ringkasan setelah wawancara selesai.
Idris mengatakan ia mengirim pesan kedua karena menyadari informasi yang diberikan mungkin sudah tidak berlaku. Ia mengira Tom akan memeriksa langsung dengan kantor. Ia tidak tahu apakah Tom membaca pesan pertama atau kedua. Ia mengakui bahwa ia seharusnya tidak membagikan informasi internal tanpa izin.
“Apakah itu berarti ia tidak tahu akan ada serangan?” tanya Naya ketika membaca ringkasan.
“Tidak otomatis,” jawab Kelly. “Itu hanya keterangan Idris. Kita perlu memeriksa sumber lain.”
Maggie meminta catatan itu diteruskan kepada pengacara dan disimpan bersama transkrip resmi. Tidak ada yang membuat pernyataan bahwa Idris tidak bersalah atau bersalah. Ia tetap menghadapi proses hukum atas pembagian informasi.
Flak merasakan kemarahan muncul saat mendengar bahwa Tom menerima informasi, meski ia belum tahu penggunaannya. Ia berjalan keluar dari ruang rapat dan berhenti di tangga. Naya menyusul, tetapi tidak menyentuhnya.
“Kau marah kepada Tom?” tanyanya.
“Aku marah karena dia mungkin tahu sesuatu dan tetap membiarkan orang lain menanggung akibatnya.”
“Kau tahu dia tahu?”
“Tidak.” Flak menarik napas. “Itu yang membuatku harus berhenti.”
Naya mengangguk. Ia tidak meminta Flak menekan perasaannya, hanya membedakan perasaan dari bukti. Mereka kembali ke ruangan.
Grant meminta Maggie menilai apakah pengakuan Idris bisa dipakai untuk menekan Tom melalui media. Maggie menolak. “Kita tidak akan membocorkan wawancara yang belum selesai demi memancing reaksi.” Kelly mendukung. Tidak ada saluran resmi yang akan mengungkap rincian itu.
Sore hari, William memperoleh satu catatan tambahan dari arsip yang sama. Catatan tersebut menyebut nama “T. Norris” dalam daftar kontak, tetapi tidak menunjukkan siapa yang membuat daftar atau kapan. Flak memastikan bahwa nama itu sesuai dengan nama yang dipakai Tom di layanan mereka. Ia tidak dapat mengatakan apakah orang yang menulisnya pernah bertemu Tom.
Naya meminta agar catatan itu ditinjau dengan standar yang sama. Tidak ada alasan untuk menganggap setiap inisial T merujuk pada Tom. William menandai dokumen tersebut sebagai petunjuk yang memerlukan verifikasi.
Maggie mengirim pertanyaan resmi kepada unit yang menyimpan dokumen. Mereka meminta asal-usul daftar, bukan identitas seseorang. Respons awal menyebut bahwa daftar dibuat oleh staf analisis setelah laporan lapangan diterima. Nama penulisnya ada, tetapi ia telah pensiun dan perlu dihubungi secara resmi.
Grant meminta Maggie mengatur wawancara melalui pengawasan internal. Maggie menyetujui dan memastikan ia tidak akan menghubungi pensiunan itu secara informal. Flak meminta kesempatan hadir, tetapi Maggie menjelaskan bahwa ia dapat menjadi saksi hanya setelah wawancara awal selesai, agar ingatannya tidak memengaruhi keterangan orang tersebut.
Flak menerima keputusan itu. Ia sadar rasa ingin tahu bukan alasan untuk hadir di setiap percakapan. Ia menulis pertanyaan yang ingin ia ajukan dan menyerahkannya kepada pemeriksa, tanpa meminta jawaban segera.
Malam itu, ia menemui Kay di rumahnya. Mereka duduk di meja dapur, dan Flak menjelaskan bahwa ia pernah menjadi bagian dari tim yang kehilangan beberapa anggota dalam operasi yang kemudian tercatat berbeda dari ingatannya. Ia tidak menyebut rincian yang masih dilindungi. Ia mengatakan ia menandatangani laporan tanpa membaca seluruh versi final dan kini memeriksa tanggung jawabnya sendiri.
Kay mendengarkan sampai ia selesai. “Apa yang kamu harapkan dariku?”
“Tidak ada. Aku ingin kamu tahu kenapa aku bisa jadi sulit dihubungi. Aku tidak ingin membuatmu menebak.”
“Baik. Aku bisa mendengar, tapi aku tidak bisa menyelesaikan masa lalumu.”
“Aku tidak memintamu.”
Mereka berdiam sejenak. Kay kemudian kembali membahas risetnya, dan Flak mendengarkan. Ia merasa lega karena kedekatan mereka tidak menghapus batas yang dibutuhkan masing-masing.
Sebelum Kay mengalihkan pembicaraan ke riset, ia bertanya apakah Flak pernah merasa perlu membalas Tom karena pengkhianatan yang ia duga. Flak menatap meja. “Pernah. Lebih sering daripada yang ingin kuakui.” Ia menjelaskan bahwa saat mendengar nama Tom, pikirannya langsung menyusun akhir yang sederhana: menemukan, menghadapi, lalu mendapat jawaban. Ia tidak mengatakan kepada Kay apa yang akan ia lakukan jika bertemu.
Kay bertanya, “Apakah itu yang kamu inginkan sekarang?”
“Aku ingin tahu kebenarannya. Aku tidak ingin menjadikan kemarahan sebagai rencana.”
“Kalau begitu, jangan minta aku menyetujui sesuatu yang belum kamu putuskan.”
“Aku tidak akan.”
Mereka diam cukup lama. Kay kemudian membuka laptop dan menunjukkan grafik penelitiannya. Flak tidak memahami semua rumus, tetapi ia mendengarkan bagaimana Kay menguji beberapa asumsi. Ia menyadari percakapan mereka tetap memiliki ruang bagi hal biasa. Saat berpisah, mereka sepakat ia akan menghubungi Kay sebelum jadwal berubah, bukan setelahnya.
Flak menyadari ia cenderung bicara tentang pekerjaan saat merasa takut. Ia meminta Kay menghentikannya jika percakapan mereka berubah menjadi laporan harian. Kay menjawab bahwa ia bisa mendengarkan, tetapi tidak ingin menjadi pemeriksa atau terapisnya. Flak mengatakan ia mengerti. Mereka sepakat membicarakan hal-hal yang mereka pilih bersama, dan menyimpan rincian perkara untuk orang yang memang bertanggung jawab menanganinya.
Kay bercerita bahwa ia akan bertemu pembimbingnya pada hari Senin. Flak menuliskan waktunya agar ia tidak menjadwalkan rapat di jam yang sama.
Flak akhirnya menceritakan kepada Kay bahwa ia merasa bersalah karena menandatangani laporan tanpa membaca seluruh lampiran. Ia tidak meminta Kay mengatakan bahwa itu bukan salahnya. Kay menjawab bahwa tanggung jawab bisa dibagi: siapa yang mengubah dokumen harus diperiksa, dan keputusan Flak untuk menandatangani tetap miliknya. Flak menerima jawaban itu meski terasa berat. Mereka lalu menyiapkan makan malam bersama, dan Kay membiarkan percakapan berhenti di sana.
Mereka makan tanpa membicarakan kantor. Kay bertanya tentang cuaca dan rencana akhir pekan, sementara Flak bertanya bagaimana presentasi risetnya berjalan. Percakapan biasa itu membuat mereka merasa dekat tanpa menghapus hal-hal yang belum selesai.
Kay mengingatkan bahwa ia akan mengirim revisi setelah makan malam.
Ia menandai revisi tersebut sebagai bahan sementara.