Pagi hari keempat, Maggie tiba lebih awal dan menemukan Flak sudah berdiri di depan papan kronologi. Ia memindahkan beberapa catatan agar setiap informasi berada di bawah nama sumbernya. Nama Idris tidak lagi terhubung langsung dengan foto Senator Chow; catatan itu kini menunjuk kepada pesan jadwal yang belum terverifikasi. Maggie memeriksa perubahan tersebut.
“Kau menganggap dia tidak terlibat?”
“Aku menganggap kita belum membuktikan dia terlibat,” jawab Flak. “Kalau nanti buktinya mengarah ke sana, aku akan mengubah penilaian.”
Maggie mengangguk. “Itu jawaban yang seharusnya.” Ia meletakkan map di meja. “Grant ingin mengetahui apakah kita bisa memberi sesuatu kepada Gedung Putih sebelum pengarahan siang.”
Naya masuk sambil membawa catatan pembaruan dari William. Salinan pesan baru telah ditemukan dalam arsip kantor. Isinya cocok dengan pesan yang disebut Idris, tetapi waktu pembuatannya belum jelas. Ia menekankan bahwa penemuan itu hanya mengonfirmasi isi, bukan siapa yang membaca atau kapan pesan diterima.
Kelly bergabung lewat panggilan aman. “Pihak kantor telah mengizinkan kami memeriksa salinan tersebut. Kami juga sudah meminta catatan teknis dari penyedia. Prosesnya mungkin perlu beberapa hari.”
Grant muncul di layar dari kantornya. “Kita menghadapi tuntutan untuk menjelaskan motif serangan. Apakah kalian punya bukti bahwa ini bagian dari operasi luar negeri?”
Naya menjawab sebelum Maggie sempat bicara. “Kami punya rekaman yang menunjukkan Tom Norris pernah berada bersama orang-orang yang terkait dengan jaringan Pasha. Kami belum punya bukti yang menghubungkan rekaman itu langsung dengan serangan Chow.”
Grant mengernyit. “Itu tidak akan memuaskan siapa pun.”
“Namun itulah yang dapat kami pertanggungjawabkan,” kata Maggie. “Saya akan menyampaikan temuan terpisah dan bagian yang belum diketahui.”
Grant menutup panggilan dengan instruksi agar pengarahan tidak memuat nama yang belum disahkan. Setelah layar gelap, Naya menatap Maggie. “Dia ingin jawaban sebelum kita punya jawaban.”
“Dia ingin menghindari kekosongan,” kata Maggie. “Tugas kita mencegah kekosongan itu diisi dengan cerita yang salah.”
Kelly melaporkan bahwa staf yang keluar dari gedung telah menyetujui wawancara singkat, dengan pendamping dan tanpa kamera. Wawancara itu akan dilakukan oleh FBI, bukan CIA. Naya menyambut keputusan tersebut tanpa meminta hadir. Ia menyusun daftar fakta yang tidak perlu ditanyakan lagi, agar staf itu tidak dipaksa mengulang bagian yang sudah tercatat.
Di sore hari, wawancara berlangsung selama dua puluh menit. Ringkasan yang disampaikan Kelly menyebut bahwa staf itu tidak mengetahui hubungan Idris dengan Tom. Ia pernah melihat Idris menerima telepon, tetapi tidak dapat memastikan dari siapa. Ia juga tidak mendengar ancaman atau rencana serangan. Kelly menandai bagian tersebut sebagai kesaksian, bukan bukti bahwa tidak ada ancaman.
Flak meninjau ringkasan dan bertanya apakah staf itu bersedia mengidentifikasi suara. Kelly menjawab bahwa ia belum diminta melakukan itu. “Kami tidak akan memperluas wawancara tanpa alasan.”
“Bagus,” kata Naya. “Jangan menyuruhnya mengisi celah yang kita sendiri belum bisa definisikan.”
Menjelang malam, Maggie membawa laporan awal kepada Grant. Ia menuliskan bahwa Idris mengakui pernah memberikan informasi kepada Tom, namun konteks, waktu penerimaan, dan pengetahuan Idris tentang tujuan informasi itu masih belum diketahui. Ia memasukkan rekaman lama Tom secara terpisah, dengan catatan bahwa Flak mengenali sosok tersebut.
Grant membaca dokumen itu tanpa menyela. “Kalau begitu kita tidak punya hubungan langsung.”
“Belum,” jawab Maggie. “Kita punya petunjuk dan penyelidikan yang berjalan.”
Ia mengirim laporan tanpa menambahkan bahasa yang menenangkan. Saat keluar dari kantor, Maggie bertemu Flak di lorong. “Aku dulu pernah menandatangani kalimat yang membuat kesalahan tampak seperti kecelakaan,” katanya tiba-tiba.
Flak menatapnya, tetapi Maggie tidak menjelaskan lebih jauh. “Jangan biarkan aku melakukan hal yang sama sekarang,” lanjutnya.
“Aku tidak akan membiarkannya,” kata Flak.
Maggie mengangguk dan kembali ke ruang kerjanya. Untuk sesaat Flak berdiri seorang diri, sadar bahwa penyelidikan ini bukan hanya soal menemukan Tom. Ada catatan lain yang masih menunggu keberanian seseorang untuk membukanya.
Sebelum rapat bubar, Naya mengusulkan satu daftar pertanyaan untuk pengarahan Gedung Putih. Ia menulis tiga poin yang bisa dijawab dan empat yang belum. Grant ingin menghapus bagian yang belum diketahui agar memo lebih ringkas, tetapi Maggie menolak. “Kalau kita tidak menuliskan batasnya, orang akan membaca bagian yang ada seolah-olah lengkap,” katanya. Akhirnya mereka mengirim dua kolom terpisah. Flak melihat bahwa Maggie sengaja menaruh pertanyaan terbuka di halaman pertama, bukan menyembunyikannya di lampiran.
Dalam perjalanan kembali ke ruang kerja, Flak bertanya apakah Maggie yakin membuka kembali dokumen Suriah tidak akan mengganggu penyelidikan Chow. “Mungkin akan mengganggunya,” jawab Maggie. “Tapi mengabaikan sesuatu yang mungkin relevan juga bisa merusaknya.” Ia berhenti di depan pintu arsip. “Kita harus menjaga kedua perkara tetap terpisah sambil mencari titik yang benar-benar terbukti.” Flak setuju. Ia tidak ingin laporan lama menjadi pembenaran untuk memburu Tom tanpa dasar, tetapi ia juga tidak akan berpura-pura masa lalu tidak ada.
Menjelang tengah hari, Maggie menerima panggilan lagi dari Gedung Putih. Kali ini ia menyampaikan dengan tegas bahwa tidak ada kesimpulan mengenai negara atau kelompok yang bertanggung jawab. Ia memberikan daftar tindakan yang sedang dilakukan: mencocokkan pesan, menguji rekaman, dan mengumpulkan keterangan melalui proses resmi. Pejabat di seberang menyatakan publik membutuhkan kepastian. Maggie menjawab bahwa kepastian yang dibuat-buat akan merusak kepercayaan dan membahayakan orang yang tidak bersalah. Setelah panggilan, ia menulis catatan waktu dan ringkasan percakapan. Tidak ada yang disimpan hanya dalam ingatannya.
Flak membaca catatan Maggie setelah ia kembali dari rapat. Ia tahu orang di Gedung Putih akan terus meminta jawaban, dan Maggie akan terus menolak memberikan lebih dari yang didukung dokumen. Ia tidak menganggap sikap itu pengecut. Sebaliknya, ia mulai melihat betapa sulitnya tetap jujur ketika semua orang mengukur keberhasilan dari kecepatan.
Sebelum rapat ditutup, ia mengirim salinan daftar pertanyaan kepada Maggie agar tidak ada yang mengubahnya saat meneruskan memo.
Ia mencatat bahwa pengarahan siang berlangsung sesuai rencana.