Di dunia mafia, orang mengenal satu nama yang selalu dibisikkan dengan rasa takut:SUGAR.
Nama aslinya: SADEWA RAHARJA.
Sugar adalah bos mafia besar yang menguasai jaringan sabu dan senjata. Ia punya banyak anak buah, dan satu orang tangan kanan paling setia bernama Bram. Bersama Bram, Sugar mengatur bisnis kotor dari balik kantor sah dan rumah-rumah aman yang tersebar di berbagai kota.
Di kalangan bawah tanah, Sugar terkenal dingin, kejam, dan tegas.
Kalau ada yang berkhianat, nama mereka akan berakhir di satu tempat: rumah lama sugar.
Di rumah itu, ada ruang bawah tanah yang digunakan untuk menyekap dan menyiksa tawanan serta para pengkhianat—tempat yang menjadi inti dari reputasi kelam Sadewa.
Dalam hidup keras yang hanya mengenal darah dan uang itu, Sugar tidak terbiasa lembut.
Semua hal harus terjadi sesuai kehendaknya.
Namun hidupnya mulai berubah ketika ia berurusan dengan satu musuh besar: Erlangga.
Erlangga adalah bos dari jaringan lain yang pernah menantang wilayah sugar. Ia punya seorang anak laki-laki bernama Eidgar. Dalam satu konflik berdarah, Erlangga pernah menculik perempuan yang dekat dengan Sugar dan akibat penculikan itu, perempuan itu keguguran. Sejak hari itu, dendam Sugar pada Erlangga mengakar dalam dan menggelap.
Rumah lama Sugar menjadi saksi bagaimana sadewa membalas setiap pengkhianatan dan ancaman.
Kursi besi, rantai di dinding, dan bau lembap bercampur darah lama menjadi bagian dari dunia yang ia ciptakan sendiri—dunia tempat orang seperti Erlangga dan Eidgar masuk sebagai musuh, bukan manusia.
Di tengah semua itu, perlahan, satu nama perempuan akan masuk ke lingkaran hidupnya: Airin.
Anak tiri dari salah satu tawanannya, wanita yang tidak memilih dunia mafia, tapi terseret oleh masa lalu keluarga, dan tanpa pernah ia rencanakan, menjadi titik balik paling besar dalam hidup seorang bos bernama Suga.