"Dor ......!!!!!! "
"Ihh Dito , apa sih ngagetin aja pagi-pagi ".
"Kamu ngapain pagi pagi melamun , entar kesambet loh hahahaa."
"Ih apa si To ngga lucu tau"
"Blebek blebek (bunyi perut ku).""
"Kamu laper Ra. Tunggu bentar yah."
Dito pun berjalan seraya berlari ke tendanya.
"Nih ,makan dulu nanti pingsan lagi,kan kamu berat mana ada yang mau ngangkat." Ledek nya
"isss kamu ini."
Sembari aku memakam roti yang dia kasih kita bercerita tentang masa lalu yang pernah kita alami.
Beberapa menit kemudian Bu Dian memanggil kami semua untuk berkumpul, rupanya untuk membagikan snack sarapan pagi kita hari ini .
Aku dan Dito pun langsung gabung ke barisan .
Satu persatu siswa siswi mulai bergiliran di panggil. Hingga akhirnya tinggal lah giliran ku yang sedari tadi memang sudah menunggu.
Saat sedang ku lagkahkan kaki ku kedepan tanpa sengaja aku ter sandung . Hingga Akhirnya aku pun terjatuh.
Entah bagaimana awal nya tiba-tiba aku sudah berada di gendongan Dito akan di bawa ke tenda.
Malu,sakit dan bingung akan perasaan yang ada.
Sesampainya di tenda Dito memakaikan ku salep perlahan lahan,
Entah apa yang terjadi kepada ku . Kenapa jantung ku bertegup kencang.
Seolah aku abis habis lari larian ngejar copet..
Tak lama Silvy datang untuk mengantarkan makanan untuk kami berdua.
"Echeem echeem ... Misi misi nyamuk mau lewat .
Ini makanannya ya Ra , kalau butuh apa apa lagi nanti telvon Gua aja. Nanti gua ambilin lu istirahat di sini aja dulu".
Ujar nya ."
"Makasih ya Vy..."
Terasa aneh ketika Dito menyuapi ku.
Jantung ku berdetak kencang lagi kali ini lebih kencang dari yang tadi.
Rasa apa ini, kenapa aku jadi seperti ini?
Ahh biarlah jangan terlalu banyak menafsirkan macam macam, Dito baik itu karena Aku lagi sakit. Dan kita memang sudah berteman sedari kecil.
Setelah selesai makan Dito pergi meninggal kan ku untuk bergabung dengan anak anak yang lain nya.
Sedangkan aku masih ditenda untuk memulihkan kaki ku yang sakit ini.
Menjelang sore hari kaki ku sudah mulai membaik, aku pun memutuskan untuk bergabung dengan mereka.
Perlahan aku jalan mendekati mereka , dan tiba tiba Dito langsung menghampiriku membantu ku sampai ke mereka.
Saat sedang asik kita mengobrol tiba tiba terdengar suara Pak Broto Kepala Sekolah kami yang sedang memanggil kami untuk berkumpul.
Kami pun mendekat dan ikut berbaris seperti yang lain nya.
"Ok anak anak sore ini kita akan mengadakan permainan mengumpulkan bendera, siapa yang bisa mengumpulkan bendera terbanyak Ialah pemenangnya.
Akan ada hadiah itimewa nantinya. Untuk rutenya nanti kalian ikuti tanda tanda yang sudah kami berikan di Pohon ya . Ingat tetap jaga keselamatan , Kekompakan. Jumlah benderanya ada 10 . Kalian bisa langsung mencarinya mulai dari sekarang."
Kami pun bergelombol sesuai kelompok masing masing . Aku yang kebetulan satu kelompok sama Dito,Silvy dan Tono .
Satu persatu mulai ditemukan benderanya.
Kelompok ku sedari sudah menemukan 5 bendera, sisanya mari kita cari lagi sampai ketemu.
"Heyy teman teman itu diatas ada benderanya"..ujar ku"
"Mana Ra" Kata silvy.
"Ayo cari ranting panjang buat ambil "
Kita sedikit berpencar untuk mencari ranting, saat aku hendak menarik ranting yang aku temukan, tiba-tiba aku hampir terjatuh dan lagi lagi untung saja ada Dito yang tanggap menangkap ku.
hmm Dito seperti Pahlawan dalam hidup Ku, Apa kalian berpendapat demikian?....
"Kamu ngga apa apa Ra , Hati hati disini licin ,sini biar aku saja yang ambil, kamu duduk aja ya".
"Makasih ya To, kalau ngga apa kamu ngga tau deh aku kaya gimana tadi".
"Iya sama sama, udah gede jangan ceroboh mulu ya, pikirin keselamatan kamu, kalau sekiranya ngga bisa ya minta tolong ok".
"emm iya."
Setelah berusaha untuk mengambil benderanya, akhirnya benderanya berhasil kita ambil. Total bendera yang kita dapet 6 pcs secara otomatis sudah bisa di tebak siapa pemenang permainan ini.
"Yeyyy kuyy kita kembali ke Tenda"
.................................
Cerita berpindah ke Lokasi Sekolah
Pagi ini Aku dan Dito berangkat kesiangan.
Sampainya di sekolah gerbang sudah di tutup oleh pak satpam.
Sehingga kita harus memanjat pagar untuk bisa masuk ke dalam.
Untung saja saat kita memanjat
pagar tidak ada orang yang melihat, lekas lah kita lari ,sampai depan kelas untung nya belum ada guru yang masuk.
Kita langsung bergegas masuk ke dalam kelas.
Pagi ini sangat melelahkan, menegangkan, namun begitu berkesan di hidup ku.
Karena untuk pertama kalinya aku telat masuk sekolah.
Hari ini sepulang sekolah seperti biasa Aku dan Dito mampir ke sebuah City Mall di area dekat sekolah.
Sesampainya disana kita langsung menuju restoran korea yang sedang hits saat itu.
Rencananya kita mau cobain Teoboki . Tapi karna pelanggan terlalu banyak akhirnya kita ngga kebagian padahal kita sudah menunggu hampir 1 jam.
Tapi ya sudahlah, besok besok akan kita coba ke sini lagi.
Malam hari nya aku di telvon Dito dia meminta ku untuk menemui nya di taman.
Waktu itu jam menunjukan pukul 20.36 WIB.
Aku yang sudah cuci muka dan bebersih badan harus keluar rumah lagi karena Dito memaksa ku.
Sesampainya disana aku bingung, taman gelap gulita, tumben-tumbenan ngga seperti biasanya.
Tidak ada kecurigaan apapun di dalam hati ku.
Hingga akhirnya aku coba menghubungi Dito namun dia tak menjawab.
Aku menghubunginya hampir 5x baru ia angkat dengan alasan tadi abis di jalan.
"Ia terus kamu dimana?.
Sedari tadi aku ngga melihat ada motor lewat kesini . Kamu mengerjaiku ya?..."
"Ngga, coba deh kamu balik ke belakang..."""
Betapa terkejutnya aku sesaat setelah aku membalikam badan ku lihat lampu yang gemerlip di seluruh taman, sungguh indah sekali.
Pandangan ku kini tertuju ke Boneka beruang besar yang ada di tengah-tengah taman.
Boneka itupun perlahan mendekat dengan membawa buket bunga besar berbentuk LOVE .
Aku disitu tidak bisa berkata-kata lagi, fikiran ku tidak tau entah kemana.
Siapa dia? Apa dia Dito?
Apa Dito menyiapkan ini untuk ku?
Tapi mana Dito nya?
Perlahan namun pasti Boneka Beruang itu kian mendekat semakin ia mendekat semakin membuat detak jantung ku bertedak kencang.
Bingung dengan apa yang ada di hadapan ku sekarang ini.
Aku harus bagaimana jika memang itu Dito?
Aku harus berbuat apa, apa yang harus aku katakan...
Semuanya terukir dalam benak ku.
Tapi jika dia bukan dito bagaimana???????...........