Rintik Hujan
Pagi yang selalu ku nanti...
Malam yang selalu kudamba.....
Betapa indah nya hari-hari ku kala itu.
Penuh dengan canda,tawa dan kebahagiaan ?.
Layak nya Rintik Hujan yang jatuh ke bumi, membawa keharuman dan kedamaian .
Hari-hari indah yang selalu terukir,
membuat rasa ini semakin dalam.
Entah dari mana awal nya ......
"Aku yang dahulu hanya seorang gadis remaja.
Tidak pernah sekalipun terfikir soal cinta."
"Apa itu cinta?"
"Bagaimana itu cinta?"
"Seperti apa rasanya cinta?"
Yang aku tau aku hanya menyukai makanan ,dan makanan....
hahaha....
terdengar aneh memang, diusiaku yang menginjak 17thn otak ku hanya bergelut dengan MAKANAN .
Sampai teman sebangku ku pun kadang mengejek ku...
Ahh.... biarlah Fikirku.
"Untuk apa aku mengenal cinta sejak dini, itu hanya akan menyakitiku saja".... Tegas ku dalam benak
Emmmm....
"Apa salah jika diusiaku belum mempunyai pasangan?..."
"Dimana letak kesalahannya?...
Apa salahnya jika aku ingin menikmati masa-masa ingin dengan kawan-kawan ku...
Tanpa aku harus merasakan sakit hati....
...."Aku hanya belum siap untuk terluka..."
Banyak teman-teman ku yang sampai sakit hanya karna putus cinta ..
Ahhh... rasanya sangat tidak enak sekali didengar
Kadang aku memilih untuk menyendiri dan menikmati cemilan ku di pojok kelas, ketimbang bersama mereka yang kerjaannya memandangi siswa-siswa yang cool...
Lucu memang,
Bukan tidak tertarik dengan lawan jenis....
Hanya saja menurut ku masih terlalu dini huffftt.
Hari-hari ku seperti biasa masih disibukan dengan kegiatan sekolah dan menikmati makanan yanh sedang hits.
Hingga suatu ketika di Sore hari yang sunyi,sejuk dan damai itu.
Aku bertemu dengan nya
Ia teman lamaku ,
yang aku sendiri lupa dulu telah mengenal nya.
karena terlalu lama kita tidak pernah berjumpa.
Lama sekali kita berbincang bincang, sampai lupa hari sudah mulai larut.
Akhirnya kita pun berpisah.
Pagi harinya aku memulai hari ku seperti biasanya.
Pergi kesekolah dengan diantar pak jarwo supir pribadi ku.
Sesampainya disekolah aku dikagetkan dengan sosok laki-laki berbadan tegap,dan tinggi dengan kulit sawo matang yang sedang berdiri didepan gerbang sambil melambaikan tangan kepadaku.
Ia benar sekali, dia Dito teman kecil ku yang kemarin tak sengaja bertemu di taman.
"Hai Ra....!".
"Hai To...." Ko kamu disini To,dan kenapa kamu pakai seragam sekolah ku? "Tanyaku kepada Dito".
"Menurut kamu?" Sudah ayo masuk bel akan bunyi sebentar lagi! ".
Akhirnya kita masuk kedalam dan betapa terkejutnya Aku ketika ku tau kalau dia bersekolah di sekolah yang sama dengan ku,dan satu kelas dengan ku.
Terasa aneh saat dipertemukan dengannya, Seperti ada sesuatu yang berbeda .
Entah itu apa !?.
Hari demi hari kita lalui bersama, sekarang aku mulai berhenti tidak terlalu banyak makan. Semenjak ada Dito disini hari-hari ku lebih sering bersamanya.
Bahkan untuk berangkat ke sekolah pun aku sudah tidak bersama Pak Jarwo,Melainkan ku diantar jemput Dito. Ayah dan Ibu ku pun sudah tau dan mereka memperbolehkannya.
Setiap hari kita lewati bersama dari berangkat sekolah sampai sepulang sekolah mengerjakan tugas pun bersama.
Dito sering sekali mengajak ku nonton dan traveling.
Entah kenapa aku sangat menyukai hari-hari bersamanya.
Suatu hari di sekolah akan mengadakan Camping ,
kami anak kelas XII di wajibkan untuk mengikutinya.
Hari itu kita semua berkumpul di Aula sekolah untuk mendengarkan Sambutan dari Pak Kepala Sekolah sebelum keberangkatan.
Semuanya sudah di persiapkan,
siswa siswi pun sudah berkumpul di Aula.
Tibalah saatnya kita untuk berangkat .
Kita di Mobil duduk berdua,
menyanyi,tertawa bersama...
Ahh rasanya menyenangkan sekali.
Entah apa yang aku rasakan saat itu.
Sesampainya di tempat Camping kita semua bersiap-siap mendirikan tenda dan merapikan prabotan yang kita bawa.
Kami semua sangat menikmati suasana di sana kala itu.
Belajar membangun tenda,mencari kayu bakar,memasak air,mandi disungai dll.
Dunia kita yang jauh dari pegunungan, jauh dari sungai membuat kita semua merasa nyaman disini.
Sungguh indah sekali pemandangan disini.
Sangat asri,benar-benar menyejukan.
Saat malam tiba Aku dan anak-anak yang lain berkumpul di depan Api unggun..
kita sangat menikmati malam itu.
Silvy sedang asyik membakar jagung dengan Toni pacarnya.
Sementara Dion,Tara,Yono dan lala sedang asyik bermain gitar dan menyanyi.
Sebagian ada yang di dalam tenda dan memasak air.
Sementara Aku dan Dito kami memakan pop mie bakso kesukaan kami suatu kecil, sambil berbincang bincang.
Saat kita sedang asyikk makan mie,tiba-tiba kita dikagetkan dengan cletukan Silvy.....
"Eheyyy yang sedang asik berduaan sampe lupa sama kanan kiri,uhuk uhukkkkkkkkkkk.......".. Ejek Silvy".
" Ihh apa si Vy,,, Ayoo sini gabung jangan Pacaran mulu ihh..." Cetus ku."....
Malam itu terasa lama sekali,dan sangat menyenangkan tentunya.
Saat tengah malam tiba dan waktunya Api unggun, Dito maju kedepan dan menyanyikan lagu.
Suara itu, masih sama seperti dulu,semerdu dulu.
Sangat menenangkan.
Entah bagaimana awal nya aku yang terbawa suasana tiba-tiba sudah berada di tengah-tengah mereka bersama Dito.
Kami asyikk menyanyikan lagu kesukaan kami sewaktu kecil.
Semua orangpun menikmati nya.
Malam itu sungguh indah,
Suasana yang nyaman,angin spoi spoi dan suara jangkrik yang riang terdengar di telinga membuat susana lebih indah.
Malam itu aku tidak bisa tidur.
Mungkin karena tadi waktu makan pop mie aku kasih saos yang begitu banyak.
Ahh rasanya aku sudah tidak kuat lagi.
Ku coba bangunkan teman-teman ku satu persatu mereka tak ada yang mau bangun . Mereka semua sudab kelelahan karena api unggun tadi.
Akhir nya ku beranikan diri untuk menelvon Dito.
Dan tak disangka Dito pun mengiakan.
Lalu Aku dan Dito pergi ke sungai,
Betapa kaget nya Aku,.disana benar-benar gelap sekali tak ada cahaya sedikitpun
Hanya ada cahaya dari senter kita berdua.
"To ini beneran disini?. " Tanyaku"
"Mau nya dimana? Iya udah sana buru ,nanti ada orang kesini malah ngga jadi loh....!!. " Kata Dito ".
"Iya deh iya, eitttt kamu jangan ngintip ya,jangan jauh-jauh ,jangan kemana mana ok ! " Pintaku " .
"Siap Tuan Putri."...
Setelah lama menunggu ku, akhirnya aku pun selesai, dan kami berdua langsung kembali ke tenda masing-masing.
Menjelang pagi aku terbangun dan tak bisa tidur lagi,sepertinya semalam aku telah mengeluarkan semuanya hingga perut ku sepagi ini menjadi kosong sekali.
"Siall... Kenapa malang sekali nasib ku, kenapa harus lapar sepagi ini... mau cari makan di mana coba?...."Gerutu ku".
Setelah sekian lama ,akhirnya ku beranikan diri keluar berharap diluar sudah ada menu sarapan untuk pagi ini.
Namun....
Betapa malangnya aku, saat ku lihat semua tenda masih tertutup rapat .