Hujan turun deras di pelabuhan kecil Kerajaan Valtheria. Ombak menghempas dermaga kayu dengan keras, sementara angin berdesir kencang di antara kapal-kapal yang bersandar. Seorang pria berbalut jubah hitam turun dari kapal dagang yang baru tiba dari seberang lautan. Wajahnya tertutup tudung, tapi sorot matanya tajam dan penuh kewaspadaan.
Dia bukan seorang pedagang biasa. Dia adalah Pangeran Kael, putra mahkota dari Kerajaan Zephyria, yang kini menyamar dan menginjak tanah asing demi sebuah misi yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri.
Saat Kael melangkah ke pelabuhan, pandangannya menyapu sekeliling. Kota ini berbeda dari Zephyria—lebih ramai, lebih berisik, dan penuh dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Dia harus berhati-hati. Tidak ada yang boleh tahu siapa dirinya sebenarnya.
Seorang pria tua berwajah keras mendekatinya. "Kau datang dari kapal itu?" tanyanya dengan suara serak.
Kael mengangguk pelan. "Aku mencari penginapan," jawabnya singkat.
Pria itu menatapnya sejenak sebelum menunjuk ke arah sebuah bangunan di ujung jalan. "Penginapan Red Raven. Mereka tak banyak bertanya."
Kael mengangguk sebagai tanda terima kasih lalu berjalan ke arah yang ditunjukkan. Langkahnya mantap, meski pikirannya penuh dengan rencana.
Di dalam penginapan, suasana ramai dengan suara gelak tawa dan dentingan gelas. Kael berjalan ke meja resepsionis. Seorang wanita muda dengan rambut panjang cokelat keemasan menatapnya dengan mata penuh selidik.
"Selamat datang di Red Raven. Mau menginap berapa malam?" tanyanya dengan senyum tipis.
Kael mengeluarkan beberapa koin emas. "Beberapa malam. Kamar yang tidak mencolok."
Wanita itu mengambil koin tanpa bertanya lebih lanjut. "Kamar nomor tujuh. Di lantai atas, paling ujung."
Kael mengambil kunci dan naik ke lantai atas. Begitu masuk ke kamarnya, dia menghela napas dalam. Dia harus menemukan orang yang dicarinya secepat mungkin sebelum identitasnya terbongkar.
Namun, tanpa sepengetahuannya, seseorang telah mengamati setiap gerak-geriknya sejak dia tiba di pelabuhan. Di sudut ruangan, di antara bayangan yang tersembunyi, sepasang mata berwarna hijau zamrud mengikuti sosoknya.
Malam ini, petualangan Pangeran Kael di negeri asing baru saja dimulai.