Hadi merasa kikuk saat semua mata tertuju kearahnya.
“Kamu serius, Di?” tanya Tomi kepada sang putera bungsu.
“Honey, Sweety, turun dulu ya…” ucap Hadi dengan menekuk lututnya kelantai agar Aerum dan Ailee bisa turun dari gendongannya.
Hadi berdiri dari duduknya, ia menepuk kedua kelapak tangannya seperti sedang menepuk debu-debu kecil, “Hmm begini Daddy, Kak…” ucap Hadi dengan kikuk dan detak jantung yang berdebar.
“Waah kamu kelihatan salah tingkah begitu?” ujar Min Jae dengan tersenyum.
“Waah, bearti benar dong kata Mommy…” sahut Via dengan wajah sumringah.
“Umm begini kak, yaaa tadi siang aku memang mengenalkan seorang gadis pada Mommy…” ujar Hadi.
“Waah akhirnya kamu punya punya pacar juga, Di…” sahut Via lagi dengan tersenyum menggoda.
“Bukan hanya sekedar pacar loh Via, Hadi sudah bilang bahwa dia ingin menikahi gadis itu, dan akan berjuang mendapatkan restu orangtua gadis itu yang sekarang tinggal di kampung…” balas Rossa dengan semangat sambil mengusap punggung tangan Via.
“Wahh serius, Miii?” tanya Via lagi.
“Apa yang terjadi?” tanya Min Jae yang tidak mengerti dengan percakapan keluarga Riadi yang menggunakan bahasa Indonesia.
“Suamiku, Hadi sebentar lagi akan menikah,” jawab Via dalam bahasa Inggris.
“Woww Selamat Hadi! Aku benar-benar tidak menyangka!” sahut Min Jae yang tak kalah senangnya.
“Sayang, kamu kok tidak bilang-bilang sama aku?” ujar Tomi pada Rossa.
“Hadi, memangnya permaisurimu itu orang mana?” tanya Tomi lagi pada Hadi.
“Itu Dad….” Ucapan Hadi langsung dipotong oleh Rossa, “Orang Indonesia dong, Sayang. Semua Menantu kita orang luar negeri semua, tapi Mommy sangat bahagia sekali, Hadi mendapatkan orang pribumi, sopan lagi anaknya, pakai hijab, jadi bisa menemani Mommy dirumah,” jawab Rossa antusias.
“Mommy serius?” tanya Tomi lagi.
“Iyaa Mommy serius, pokoknya hari ini adalah hari yang paling bahagia bagi Mommy,” kata Rossa dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya.
Hadi tidak bisa berkata sepatah katapun karena selalu dipotong oleh Rossa. Wajah Rossa memang berbeda sekali, bibirnya tidak lepas dari senyuman yang tulus menunjukkan betapa bahagianya dia.
“Gadis itu bekerja dimana Di?” tanya Via pada Hadi.
Semua mata sekarang beralih menatap Hadi, perasaan Hadi benar-benar tidak karuan. Hadi ingin mengatakan bahwa Rizani, gadis yang dimaksud oleh Momminya itu tidak lagi menjadi pilihannya.
“Begini Kak Via…” ucapan Hadi lagi-lagi terpotong oleh Rossa.
“Dia bekerja sebagai Cleaning Service di kantornya Hadi, Vid…” sahut Rossa.
“What? Cleaning service?” sahut Via, Tomi dan Min Jae hampir bersamaan.
“Iyaa, dia bekerja sebagai cleaning service, tapi Mommy tidak peduli, kalau Hadi sudah memilih, artinya dia memang gadis baik-baik. Mommy juga sudah melihat dia secara langsung, orangnya sangat ayu dan juga sopan. namanya juga sangat cantik,” tukas Rossa panjang lebar dengan senyum yang menampakkan gigi-giginya yang rapi.
“Ohh ya? siapa namanya Mom?” tanya Via lagi.
“Namanya Rizani, Rizani Daud…” jawab Rossa.
“Woahh sepertinya Mommimu sudah sangat cocok sekali dengan calonmu, Di, buktinya nama lengkapnya saja Mommimu ingat dengan baik,” tukas Tomi dengan senyum yang terukir indah dan menggoda sang putera bungsu.
“Iyaa dong, Sayang, kamu nggak ketemu langsung, sih sama orangnya. Berbeda dari gadis-gadis yang mommy bawa sebelumnya, dia sangat sederhana dan apa adanya, tidak sok akrab atau caper gitu…” ujar Rossa lagi.
“Waah Hadi, baguslah kalau kamu sudah memilih. Pilihan kamu memang unik ya Hadi. Tapi tidak masalah sih walaupun dia seorang cleaning service asalkan dia gadis baik-baik…” ujar Via dengan tersenyum lembut pada Hadi.
“Bukan hanya itu, Via, kamu tau saat Mommy tanya apa dia mau menikah dengan hadi atau tidak, jawaban dia membuat Mommy terpesona,” ujar Rossa lagi.
“Memangnya apa jawaban dia, Mom?” tanya Via dengan antusias
“Saat mommy tanya dia setuju atau enggak menikah dengan Hadi, dia menjawab sambil tertunduk, dia bilang kalau dia tidak bisa memutuskan sendiri dengan siapa dan kapan dia akan menikah, dia ingin pernikahan yang direstui orangtuanya, kalau orangtuanya tidak merestui, maka dia akan tunduk dan patuh pada keputusan orangtuanya…” ungkap Rossa panjang lebar.
“Waah benar-benar gadis yang luar biasa,” sahut Tomi.
“Itu artinya putraku ini harus berjuang dan jatuh bangun untuk mendapatkan restu dari orang tua Rizani. Semangat ya Hadi, Daddy yakin kamu pasti bisa! Anggap saja seperti kamu meminta persetujuan dari klien-klien biasa yang kamu tangani,” tukas Tomi dengan menepuk-nepuk pelan pundak Hadi.
“Waah Bro, selamat ya, selamat berjuang demi masa depan, Fighting!” sahut Min Jae sambil meninju pelan lengan Hadi.
“Mommy, kenapa semua orang terlihat bahagia?” tanya Ailee pada Via.
Via tersenyum mendengar pertanyaan putri kecilnya, “Om Hadimu akan segera menikah…” jawab Via dengan membelai lembut pipi Ailee.
Aerum yang mendengar pernyataan itu tiba-tiba bersorak, “Hore! Apa itu artinya kami akan jadi pengantin kecil juga?” tanya Aerum dengan semangat.
“Iyaa sayang…” jawab Via dengan lengkungan senyum yang indah.
Aerum dan Ailee saling pandang, “Hore! Kita akan jadi pengantin kecil!” teriak mereka berdua.
Rossa, Tomi, Via dan Min Jae sama-sama tertawa bahagia melihat Aerum dan Ailee bersorak riang, mereka semua terlihat sangat bahagia. Hadi diam seribu bahasa, ia memperhatikan wajah mereka satu persatu, terutama wajah sang Mommy, diusia tuanya Hadi selalu ingin Mommy dan Daddinya tertawa bahagia seperti sekarang. Tidak ada yang membuat Hadi lebih bahagia selain melihat pemandangan seperti ini.
“Jadi kapan kamu akan melangsungkan pernikahan?” tanya Min Jae tiba-tiba.
Tomi, Rossa dan Via tiba-tiba berhenti tersenyum dan memandang kearah Hadi.
Tatapan mereka terlihat benar-benar menunggu jawaban dari Hadi. “Ahh itu, setelah aku mendapatkan restu orangtuanya aku akan segera menikahinya,” ujar Hadi.
“Kira-kira berapa lama waktu yang kau butuhkan?” tanya Min Jae lagi pada Hadi.
“Sepertinya kurang dari enam bulan dihitung dari sekarang, aku harus bisa menikahinya,” jawab Hadi dengan tersenyum tipis.
“Woah Via, kita harus pikirkan baik-baik kado terbaik apa yang harus kita siapkan untuk Hadi…” ujar Min Jae pada Via.
“Iyaa, Sayang, kamu nanti bantu aku memilih hadiahnya ya!” sahut Via dengan senyum sumringah dan Min Jae mengangguk setuju.
Dringgg Dringgg Dringgg ponsel Tomi berbunyi, Tomi segera merogoh ponsel dari saku celananya.
“Ohhh Putraku, Agustian,” sahut Tomi, lalu mengangkat video call yang dilakukan oleh Agustian.
“Daddy, bagaimana keadaan Mommy?” tanya Agustian dengan raut wajah yang terlihat khawatir.
“Mommimu baik-baik saja,” jawab Hadi lalu mengarahkan ponselnya ke arah Rossa.
“Mommy, maafkan aku, aku baru membaca pesan yang dikirm pengawal Hadi beberapa detik yang lalu, maafkan aku yang terlalu sibuk akhir-akhir ini, aku sudah minta Caeley mencari penerbangan ke Indonesia hari ini juga, Mom…” tutur Agustian Riadi dibalik panggilan Video.
“Iyaa tidak apa-apa Agustian, Mommy tahu, mungkin sekarang masih pagi kalau di Amerika, jadi wajar saja kalau kamu terlambat membaca pesannya,” jawab Rossa dengan senyum.
“Honey, ada penerbangan lima jam lagi kita ambil yang itu saja ya?” teriak Caeley Griffin, yaitu istri dari Agustian.
“Apa tidak ada yang lebih cepat dari pada itu, Sayang?” tanya Agustian lagi.
“Tidak ada, Sayang, itu jadwal yang paling cepat,” sahut Caeley.
“Mommy, bagaimana kondisimu, Mom? apa kamu baik-baik saja?” sahut Caeley lagi ketika melihat wajah Rossa pada layar ponsel suaminya.
“Moomy baik-baik saja, kalian tidak perlu melakukan penerbangan ke Indonesia, sebentar lagi mommy akan sembuh…” jawab Rossa dengan tersenyum.
“Tidak bisa begitu, Mom, Putramu ini tidak akan bisa tidur kalau dia tidak bertemu langsung denganmu,” tukas Caeley lagi sambil mencubit pipi Agustian.
“Itu terserah kalian, tapi yang pasti kalian harus siap-siap mengosongkan jadwal kalian, karena kurang dari enam bulan ini, Hadi akan segera menikah,” ujar Rossa.
“Waah ini kabar bahagia, akhirnya Hadi akan menikah juga…” ungkap Caeley dan Agustian dengan wajah bahagia.
Hadi menelan ludah, “Sial, semua orang sekarang sudah tahu kalau aku akan segera menikah…” Hadi bergumam pelan.
“Akhm! Mommy, mommy tahu kan kalau ada pamali tentang menyebarkan kabar pernikahan sebelum pernikahan itu ditetapkan?” ujar Hadi dengan wajah serius.
“Pamali apa, Di?” tanya Rossa lagi. semua perhatian orang-orang teralihkan kepada Hadi.
“Ada pamali jika kabar pernikahan di hebohkan jauh sebelum hari H pernikahan, maka pernikahan itu akan berisiko gagal, Mom..” ujar Hadi.