Sinta tidak bisa berhenti memikirkan foto lama itu. Sinta tidak bisa berhenti memikirkan wanita yang mirip dengannya. Sinta tidak bisa berhenti memikirkan mengapa Bara marah seperti itu ketika Sinta bertanya tentang foto itu.
Sinta tidak bisa berhenti memikirkan bahwa Bara tidak mencintainya dengan sepenuh hati.
Hari-hari berikutnya, Sinta tidak bisa berhenti memikirkan bahwa Bara tidak mencintainya dengan sepenuh hati. Sinta tidak bisa berhenti memikirkan bahwa Bara menikahinya untuk tujuan lain. Sinta tidak bisa berhenti memikirkan bahwa Bara tidak ingin membuatnya bahagia.
Bara tidak pernah berbicara dengan Sinta tentang foto itu lagi. Bara tidak pernah berbicara dengan Sinta tentang wanita itu lagi. Bara tidak pernah berbicara dengan Sinta tentang masa lalunya lagi.
Bara tidak pernah mencintai Sinta dengan sepenuh hati.
Sinta tidak bisa berhenti memikirkan bahwa Bara tidak mencintainya dengan sepenuh hati. Sinta tidak bisa berhenti memikirkan bahwa Bara menikahinya untuk tujuan lain. Sinta tidak bisa berhenti memikirkan bahwa Bara tidak ingin membuatnya bahagia.
Suatu malam, ketika mereka makan malam bersama di meja makan dengan keheningan yang tidak bisa dijelaskan, Sinta tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya pada Bara tentang apa yang sudah terjadi.
'Bara, aku tidak bisa berhenti memikirkan bahwa kau tidak mencintaiku dengan sepenuh hati,' kata Sinta dengan suara yang pelan, dengan air mata yang mengalir di wajahnya. 'Aku tidak bisa berhenti memikirkan bahwa kau menikahiku untuk tujuan lain. Aku tidak bisa berhenti memikirkan bahwa kau tidak ingin membuatku bahagia.'
Bara menatapnya dengan tatapan yang dingin, dengan tatapan yang sudah tidak lembut lagi, dengan tatapan yang sudah tidak tulus lagi. Ia tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Sinta dengan tatapan yang dingin, dengan tatapan yang sudah tidak lembut lagi, dengan tatapan yang sudah tidak tulus lagi.
'Aku tidak datang ke pernikahan ini untuk mencintaimu dengan sepenuh hati, Sinta. Aku tidak datang ke pernikahan ini untuk menjadi suami yang baik untukmu. Aku datang ke pernikahan ini untuk menghancurkanmu dari dalam untuk balas dendam pada keluargamu.' Bara menatapnya dengan tatapan yang dingin, dengan tatapan yang sudah tidak lembut lagi, dengan tatapan yang sudah tidak tulus lagi. 'Dan aku tidak akan berhenti sampai kau hancur seperti ayahku hancur.'
Sinta tidak bisa berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Bara, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Bara tidak seperti pria yang ia kenal selama beberapa bulan terakhir. Bara tidak seperti pria yang lembut, pria yang tulus, pria yang mencintainya dengan sepenuh hati. Bara tidak seperti pria yang baik yang sudah ia perankan selama beberapa bulan terakhir.
Bara tidak seperti itu. Bara tidak seperti itu sama sekali.
'Aku tidak mengerti, Bara,' kata Sinta dengan suara yang pelan, dengan air mata yang mengalir di wajahnya. 'Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Aku tidak mengerti apa yang kau maksud. Aku tidak tahu apa-apa tentang keluargaku atau tentang ayahmu.'
'Aku tidak peduli apakah kau tahu apa-apa tentang itu atau tidak, Sinta. Aku tidak peduli apakah kau bersalah atau tidak. Aku hanya peduli dengan balas dendamku untuk keluargamu. Aku hanya peduli dengan menghancurkanmu dari dalam untuk membuat keluargamu menderita seperti ayahku menderita.' Bara menatapnya dengan tatapan yang dingin, dengan tatapan yang sudah tidak lembut lagi, dengan tatapan yang sudah tidak tulus lagi. 'Dan aku tidak akan berhenti sampai kau hancur seperti ayahku hancur.'
Sinta tidak bisa berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Bara, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Bara tidak seperti pria yang ia kenal selama beberapa bulan terakhir. Bara tidak seperti pria yang lembut, pria yang tulus, pria yang mencintainya dengan sepenuh hati. Bara tidak seperti pria yang baik yang sudah ia perankan selama beberapa bulan terakhir.
Bara tidak seperti itu. Bara tidak seperti itu sama sekali.
Sinta tidak bisa berhenti memikirkan bahwa Bara tidak mencintainya dengan sepenuh hati. Sinta tidak bisa berhenti memikirkan bahwa Bara menikahinya untuk tujuan lain. Sinta tidak bisa berhenti memikirkan bahwa Bara tidak ingin membuatnya bahagia.
Sinta hanya tahu bahwa Bara tidak mencintainya dengan sepenuh hati. Bara tidak mencintainya dengan sepenuh hati. Bara tidak ingin membuatnya bahagia.
Dan itu menghancurkan Sinta dari dalam dengan cara yang paling kejam.
Dan untuk pertama kalinya, Sinta merasa bahwa Bara tidak mencintainya dengan sepenuh hati. Bara tidak mencintainya dengan sepenuh hati. Bara tidak ingin membuatnya bahagia.
Dan untuk pertama kalinya, Sinta merasa bahwa Bara menikahinya untuk tujuan lain. Bara menikahinya bukan untuk mencintainya dengan sepenuh hati. Bara menikahinya bukan untuk membuatnya bahagia. Bara menikahinya untuk tujuan lain yang tidak Sinta mengerti.
Dan itu menghancurkan Sinta dari dalam dengan cara yang paling kejam.