Sore pada hari Ryan memindahkan barang utamanya, Hadi menerima pesan baru dari Reno. Pengirim meminta toko menyampaikan kepada Ryan bahwa dirinya tidak akan terus menunggu. Kali ini ia menyertakan keterangan bahwa foto dan cerita lama dapat dibawa kepada orang yang mengenal keluarga tersebut jika jumlah yang diminta tidak disiapkan.
Syifa masih berada di rumah ketika Hadi menelepon. Ia meminta pesan lengkap disimpan, kemudian dibacanya melalui salinan yang diteruskan. Nama toko kembali ditarik ke persoalan yang telah dijelaskan bukan kewajiban usaha.
'Kalau dia datang, jangan keluarkan uang atau menjanjikan atas nama siapa pun,' kata Syifa. 'Kabari saya. Saya juga akan meneruskan ini kepada pendamping.'
Hadi menjawab ia belum memberi janji. Ia hanya menyampaikan bahwa pengirim harus membicarakan tuntutannya kepada orang yang memang dituju. Pegawai tidak mempunyai tugas menilai pinjaman Sherly atau mengumpulkan uang dari pelanggan untuk menutupnya.
Tidak lama kemudian Reno benar-benar muncul di depan toko. Ia meminta bertemu Ryan dan mengatakan akan menunggu sampai ada yang memberi jawaban tentang uang. Hadi menjelaskan Ryan tidak lagi mengelola, sementara penjaga meminta jalan masuk pelanggan tetap terbuka. Reno sempat mengangkat telepon ke arah papan nama. Seorang pelanggan menoleh, dan Hadi harus menghentikan pekerjaannya untuk memastikan orang itu dapat lewat tanpa diajak memperdebatkan tagihan. Reno akhirnya pergi setelah tidak memperoleh janji pembayaran. Hadi mengabari Syifa tentang kedatangannya, menyebut apa yang dilihat sendiri tanpa mengaku mendengar seluruh percakapan Reno dengan Sherly.
Syifa menghubungi Lestari. Ia menjelaskan pesan yang diterima usahanya dan menanyakan langkah terkait kepentingannya sendiri. Pendamping tersebut meminta keterangan yang benar-benar masuk ke toko, bukan seluruh cerita pribadi yang belum diketahui sumbernya.
Mereka membicarakan cara menyimpan komunikasi dan menanggapi jika gangguan diteruskan. Lestari juga mengingatkan bahwa Sherly telah mempunyai pendamping sendiri. Pekerjaan untuk Syifa tidak dapat begitu saja dipindahkan menjadi pekerjaan mewakili semua pihak yang kepentingannya berbeda.
Syifa memahami. Ia tidak sedang meminta Lestari membebaskan Sherly dari utang, dan tidak ingin ancaman kepada usaha berhenti dengan cara membayar jumlah yang tidak menjadi kewajibannya.
Panggilan Sherly datang ketika ia baru selesai menutup map. Perempuan muda itu terdengar lelah. Ia telah pulang dari pekerjaan pengemasan dan baru menerima pesan lain yang dikirim Reno setelah surat Intan disampaikan.
'Dia masih minta sepuluh,' katanya. 'Sekarang bilang akan menghubungi orang-orang di sekitar saya.'
'Pesan ke toko juga ada,' jawab Syifa.
Sherly terdiam. Ia meminta maaf karena persoalan tersebut sampai membawa nama usaha yang dahulu dibayangkannya akan menjadi milik Ryan. Permintaan itu tidak disertai kalimat bahwa dirinya tidak bersalah sama sekali.
Syifa tidak langsung mengatakan semuanya telah dimaafkan. Ia menjelaskan bahwa pesan tersebut akan diteruskan sesuai keperluan melindungi usaha. Sherly perlu memberikan komunikasi yang diterimanya sendiri kepada Intan.
'Bu Lestari bisa membantu menyuruh dia berhenti?' tanya Sherly.
'Dia mendampingi saya. Kamu perlu tetap bicara dengan pendampingmu sendiri, apalagi ada bagian uang dan keterangan yang mungkin berbeda.'
'Saya takut nanti tidak ada yang mau mendengar karena saya memang masih punya utang.'
'Pokok yang kamu akui perlu dibereskan. Tapi sampaikan ancamannya juga. Jangan menunggu saya memutuskan masalah yang tidak saya ketahui seluruhnya.'
Sherly menarik napas di ujung telepon. Ia tidak meminta Syifa membayar. Yang membuatnya menelepon justru kebiasaan lama berharap orang yang lebih mengenal keadaan akan datang dan menyelesaikan semuanya.
Syifa menyampaikan keterangan umum mengenai layanan penerimaan pengaduan setelah menanyakannya kepada Lestari. Tidak ada janji orang di sana pasti menerima semua dugaan sebagai fakta. Intan dapat membantu Sherly memastikan ke mana keterangan serta bukti yang telah disusun perlu dibawa.
Percakapan selesai tanpa keduanya berubah menjadi sahabat. Namun Sherly telah mendengar jawaban yang dapat dikerjakan: menghubungi Intan, membawa pesan baru, dan tidak membuat janji pembayaran tambahan seorang diri.
Di rumah Dina, ia membuka kembali map. Mertuanya berdiri dekat meja makan dan bertanya mengapa dirinya belum berganti pakaian setelah pulang bekerja. Sherly menunjukkan pesan yang baru datang, lalu mengatakan ia hendak meminta waktu bicara dengan pendamping.
Dina membaca bagian yang disodorkan. Ia tidak perlu mengulang pertanyaan apakah dirinya benar-benar pernah mendengar ancaman Reno. Ia berada di ruang depan ketika kalimat serupa disampaikan pada pertemuan sebelumnya.
'Mama bisa ikut kalau diperlukan,' katanya.
'Saya mau Mama ikut. Tapi saya yang menjelaskan dulu.'
'Iya. Mama menjawab kalau ada yang ditanyakan.'
Sherly menghubungi Intan dan menerangkan bahwa tekanan berlanjut setelah keterangan awal dikirim. Ia juga menyebut pesan kepada toko Syifa, membedakan apa yang diterima sendiri dari apa yang diberitahukan orang lain.
Pendamping meminta bukti yang baru disimpan bersama urutan sebelumnya. Setelah melihat keterangan yang dapat dibawa, mereka mengatur pertemuan esok pagi untuk melanjutkan melalui jalur pengaduan yang sesuai. Intan akan menemani, sedangkan Dina dapat memberikan keterangan tentang yang disaksikannya.
Belum ada pengaduan yang diajukan malam itu. Sherly menulis waktu keberangkatan dan memastikan tidak bertabrakan dengan pekerjaan pengemasan. Ia mengabari pemilik pesanan bahwa perlu mengatur satu pagi, lalu menunggu jawaban alih-alih meninggalkan tugas tanpa kabar.
Pemilik pekerjaan dapat menyesuaikan karena sebagian pesanan dikerjakan lebih awal. Mereka memastikan bagian Sherly selesai dan jadwal berikut tetap diketahui. Ia menyimpan balasan, kemudian mengganti pakaian yang sejak sore masih dikenakan.
Ryan menelepon dari kamar sewaan. Sherly memberitahukan langkah yang sudah diatur, bukan meminta suaminya datang menghadapi Reno dengan marah. Ia ingin Ryan mengetahui tanggung jawab yang perlu dibantu, tetapi tidak menyerahkan seluruh pembicaraan kepada orang yang juga sedang membereskan kesalahannya sendiri.
Sesudah telepon ditutup, ia menaruh map dan tas pada tempat yang dapat langsung diambil. Dina membawakan air, lalu membiarkannya membaca catatan tanpa terus menyela. Esok ia harus mengulangi bagian yang membuatnya malu, kali ini kepada orang yang belum mengenalnya. Ia memilih membawa keterangan lengkap daripada kembali berharap ancaman akan hilang hanya karena satu malam tidak dijawab.