Hadi menggeser meja kecil ke dekat gudang agar orang yang membawa barang tidak harus melewati ruang belakang berulang kali. Syifa datang dengan buku kosong dan salinan daftar yang sebelumnya dipakai Ryan. Ia tidak meminta seluruh toko berhenti. Barang yang sedang disiapkan tetap dikerjakan, sementara pemeriksaan dimulai dari bagian yang tidak menghambat pelanggan.
Ryan tampak tidak senang melihat meja sudah dipindahkan.
'Kalau semua dihitung sekarang, pekerjaan bisa berhenti.'
'Kita mulai dari yang tidak sedang dikirim,' jawab Syifa. 'Pak Hadi sudah memisahkan daftarnya.'
Lelaki itu mengambil halaman teratas. Ada barang yang benar-benar milik usaha dan tersedia untuk dijual. Ada yang telah dibayar pelanggan tetapi belum diantar. Ada pula barang titipan yang tidak boleh begitu saja dimasukkan ke jumlah milik toko.
Hadi menjelaskan penanda yang biasa dipakainya. Syifa mengikutinya, lalu meminta bagian yang tidak jelas ditunjukkan langsung. Ia tidak ingin menyalin satu jumlah besar hanya karena jumlah itu sudah lama berada pada kertas.
Mereka mulai dari rak dekat pintu samping. Syifa menyebut nomor barang, Hadi memeriksa catatan, dan Ryan menunjukkan dua barang yang dipindahkan untuk pesanan berbeda. Seorang pegawai membantu membuka jalan agar mereka tidak harus mengangkat meja berat hanya untuk melihat penandanya.
Pada barang berikutnya, jumlah tidak sesuai.
Hadi mengerutkan kening. Menurut catatannya, satu meja kecil belum keluar. Ryan mengatakan barang itu sudah diambil pelanggan beberapa hari sebelumnya. Ia mencari bukti pada tumpukan yang terpisah, sementara Syifa menunggu dengan halaman tetap terbuka.
'Ini,' katanya setelah menemukannya.
Tanggal dan keterangannya sesuai, tetapi catatan gudang belum diperbarui. Hadi meminta maaf, lalu membetulkan bagian yang memang menjadi pekerjaannya. Syifa tidak menyebutnya pencurian atau memasukkannya ke daftar dugaan dana yang disalahgunakan.
Ia justru meminta bukti itu disimpan bersama catatan yang diperbaiki agar nanti tidak perlu mencari dari awal lagi. Ryan melihatnya beberapa saat sebelum meneruskan pemeriksaan.
Menjelang siang, seorang pelanggan datang menanyakan meja yang telah dibayarnya sebagian. Barang itu belum selesai dirapikan karena pekerja mendahulukan penggantian kursi yang kemarin bermasalah. Ryan menerima pelanggan di depan, sementara Syifa dan Hadi masih berada di gudang.
Suara lelaki itu terdengar sampai pintu. Pelanggan tidak mau mendengar alasan pekerjaan lain, sebab ia juga mempunyai tanggal penggunaan. Ryan sempat menjawab bahwa semua orang meminta didahulukan, kemudian berhenti ketika Syifa muncul.
'Apa yang dulu dijanjikan?' tanya perempuan itu.
Pelanggan menunjukkan pesan. Ryan membacanya dan mengakui waktu yang disebut memang sudah dekat. Ia tidak dapat mengatakan orang itu datang terlalu cepat.
Syifa meminta pegawai yang menangani meja menjelaskan pekerjaan tersisa. Ada satu bagian yang perlu dirapikan dan waktu pengeringan yang tidak dapat dipercepat hanya karena seseorang meninggikan suara. Ryan mendengar sampai selesai, lalu memberikan pilihan yang benar-benar dapat dikerjakan.
Pelanggan ingin melihat keadaan barang. Mereka membawanya ke tempat yang aman untuk memeriksa tanpa menyentuh bagian yang belum siap. Setelah melihat sendiri, ia menyetujui waktu pengambilan baru, tetapi meminta dikabari sebelum berangkat.
Ryan menulis perubahan itu, memperlihatkannya, dan memberikan salinan. Ia tidak meminta Syifa mengucapkan janji yang baru saja dibuatnya. Ketika pelanggan pergi, ia memastikan pegawai mengetahui bagian yang kini harus dikerjakan lebih dahulu.
Syifa kembali ke meja pemeriksaan. Ia mengakui pekerjaan Ryan barusan selesai dengan jelas. Lelaki itu menjawab pendek, seolah tidak tahu apakah pujian tersebut sedang diberikan untuk menghiburnya atau sekadar mencatat apa yang dilihat.
Sore hari, daftar pembayaran pelanggan dipisahkan dari pemasukan penjualan yang sudah tuntas. Hadi mengambil catatan utang kepada pemasok. Beberapa belum jatuh tempo, dan keberadaannya bukan bukti bahwa seluruh uang telah hilang.
Syifa menulis pertanyaan di samping bagian yang belum dapat dicocokkan. Ia meminta Ryan tidak menebak jawaban hanya agar halaman itu tidak lagi dipersoalkan. Ada transaksi yang perlu dilihat dari bukti, dan mereka akan melanjutkan ketika berkasnya tersedia.
Setelah itu ia menanyakan kunci cadangan.
Ryan menunjuk laci meja yang biasa digunakannya. Syifa meminta ia mengeluarkan semuanya agar dapat diketahui pintu mana yang dibuka masing-masing. Ada kunci gudang, pintu samping, serta lemari tempat beberapa dokumen disimpan.
'Kamu mau ambil semua?' tanyanya.
'Aku perlu memegang cadangan dan tahu siapa memakai yang lain. Bukan membuat pegawai besok tidak bisa masuk.'
Mereka mencoba kunci yang penandanya sudah lepas. Satu ternyata untuk gembok lama yang tidak lagi dipakai. Hadi mengeluarkan gembok tersebut dari kotak, sehingga tidak ada orang mengira kunci itu membuka pintu yang masih digunakan.
Kunci aktif dicatat, lalu Syifa menerima bagian cadangan. Kunci untuk pekerjaan harian tetap berada pada orang yang ditugasi. Ryan menandatangani catatan penyerahan setelah membacanya, bukan sebagai penyerahan toko kepadanya atau pengakuan atas semua dugaan keuangan.
Syifa menunjukkan catatan pembagian kunci kepada penjaga sebelum menyimpannya. Ia memastikan orang yang berjaga tetap dapat menghubungi pemegang kunci harian apabila toko perlu diperiksa.
Syifa memasukkan kunci ke kantong kecil. Ia merasa beratnya biasa saja. Tidak ada kepuasan besar seperti yang dahulu dibayangkannya ketika hendak membuat Ryan kehilangan harapan. Yang bertambah justru pekerjaan yang kini tidak dapat terus diserahkan kepada kata sudah diurus.
Ketika toko hampir tutup, Hadi memberikan salinan daftar hari itu. Bagian yang selesai ditandai, sedangkan pertanyaan yang menunggu bukti tetap terbuka. Syifa memeriksa bahwa barang pelanggan tidak ikut dihitung sebagai barang bebas untuk diberikan kepada siapa pun.
Ryan mematikan lampu gudang setelah pegawai terakhir keluar. Ia menyerahkan catatan janji pengambilan meja kepada Hadi, kemudian menunggu Syifa menutup map.
'Besok masih dilanjutkan?' tanyanya.
'Yang belum selesai, iya. Tapi pelanggan tetap harus dilayani.'
Ryan mengangguk. Mereka keluar melalui pintu depan, meninggalkan gudang yang kini dapat dibuka Syifa dengan kuncinya sendiri. Di belakang mereka Hadi mengunci sebagaimana tugasnya. Toko belum berganti pemilik, dan urusan uang belum memperoleh kesimpulan, tetapi sebagian yang selama ini hanya diketahui Ryan sudah mulai mempunyai catatan yang dapat diperiksa orang lain.