Nama sekretaris Bram adalah Alina Permadi. Akta kematiannya menyatakan ia meninggal dalam kebakaran ruang arsip Dirgantara delapan belas tahun lalu. Tidak ada identifikasi gigi. Keluarga menerima peti tertutup berdasarkan kartu pegawai yang ditemukan di dekat korban.
Armand mengingat Alina sebagai orang yang mengajarinya membaca kode faktur. Ia tidak langsung memastikan pengunjung rumah perawatan adalah perempuan sama. Foto kamera buram, dan ingatan remaja dapat berubah.
Polisi mengambil gambar lebih jelas pada kunjungan berikutnya tanpa menangkap di lorong. Pengenalan wajah memberi kecocokan tinggi, tetapi pembuktian dilakukan melalui sidik jari pada cangkir, bekas patah tulang tangan, dan catatan lama. Ketiganya cocok.
Alina ditahan setelah meninggalkan gedung. Ia memakai nama Ruth Anindya dengan akta yang terbit tiga hari sesudah kebakaran. Ia meminta pengacara serta memastikan Seno tidak kehilangan perawatan karena dirinya.
Rumah perawatan diberi administrator sementara karena surat kuasa beberapa penghuni mungkin telah dibuka melalui perangkat tersembunyi. Tidak semua surat otomatis dibatalkan. Dokter, keluarga, dan pengadilan memeriksa apakah keputusan medis pernah diubah. Penghuni tidak boleh kehilangan pengobatan hanya karena kantor administrasi menjadi lokasi kejahatan.
Seno tetap berada di kamar yang dikenalnya. Memindahkannya demi kemudahan penyidikan dapat memperburuk kondisi. Penjagaan ditempatkan di luar tanpa kamera di ruang pribadi.
'Mengapa Anda mengunjungi Pak Seno?' tanya penyidik.
'Karena dia menyimpan sesuatu yang seharusnya tidak dihancurkan.'
'Pita asli?'
Alina menatap meja. 'Dia berhasil mengeja itu?'
Pertanyaan tersebut menunjukkan pengetahuan, bukan kepemilikan. Alina mengatakan Seno menyimpan salinan audio yang diterima langsung dari bandara. Setelah stroke, ia takut petugas rumah perawatan membuang barang pribadinya. Alina mengurus surat kuasa palsu agar dapat masuk ruang administrasi.
Ia mengakui memasang perangkat Cakra Rekam melalui Bayu, tetapi menyangkal memberi perintah minggu ini. Menurutnya, perangkat dipakai untuk mengetahui apakah arsip Seno akan disita Darya.
'Darya sudah diperiksa dan aksesnya dibatasi,' kata Maya.
'Jaringannya tidak berhenti pada tubuhnya.'
Alina menyebut dirinya penjaga pertama PULANG. Nama itu awalnya bukan sistem perkawinan atau perwalian. Bram membentuk kelompok kecil setelah menemukan uji Mandala Lintas diubah. Tujuannya menyimpan salinan bukti di luar perusahaan bila pengurus menutup perkara.
Anggotanya Bram, Alina, Seno, dan Anwar. Mahesa menerima sebagian bukti kemudian. Herlina mengetahui kelompok tersebut dan menawarkan tempat penyimpanan melalui Astera. Dari situlah jaringan bukti berubah menjadi jaringan kendali.
Alina menggambar struktur awal di kertas. Tidak ada server pusat. Bram memegang daftar pengadaan, Anwar menyimpan hasil uji, Seno menyimpan jalur regulator, dan Alina mencatat lokasi. Satu orang tidak dapat membuka semuanya. Sistem analog itu dibuat untuk menghindari penghapusan sekaligus.
Setelah Herlina masuk, daftar lokasi dipindahkan ke polis digital. Darya menawarkan perlindungan polisi bagi saksi. Setiap tambahan tampak masuk akal sendiri. Gabungannya membuat satu jaringan mengetahui bukti, identitas, uang, dan perjalanan. Alina berkata ia terlambat melihat perubahan; penyidik mencatat bahwa ia juga menikmati perlindungan dari perubahan tersebut.
'Mengapa memakai nama PULANG?' tanya Livia.
'Bram bilang bukti harus punya jalan pulang ke pemiliknya.'
'Tetapi bukti kami dipakai menghapus pemiliknya.'
'Itu yang terjadi setelah Herlina mengambil jalurnya.'
Alina tidak boleh menempatkan seluruh kesalahan pada orang mati. Dokumen menunjukkan ia terus mengakses PULANG setelah Herlina meninggal. Ia mengaku mempertahankan akses untuk melindungi arsip, tetapi tidak pernah memberi tahu korban atau pengadilan.
Kebakaran kantor terjadi ketika Alina hendak membawa daftar pengikat kepada regulator. Ia menemukan seorang pekerja kontrak tidak sadarkan diri di ruang salinan. Asap memisahkan mereka. Alina keluar melalui tangga servis, sedangkan tubuh pekerja ditemukan dekat kartu pegawainya.
'Anda membiarkan keluarga perempuan itu menguburkan dia sebagai Anda,' kata Livia.
'Saya takut Darya akan mencari saya.'
'Apakah Anda mencari namanya?'
Alina menggeleng. Rasa takut menjelaskan pelarian, tidak membenarkan mengambil kematian orang lain. Tim membuka kembali identitas korban kebakaran dengan perlindungan keluarga.
Nama Ruth Anindya berasal dari berkas kandidat K-2 yang belum dipakai. Alina mengatakan Herlina memberikannya sebagai perlindungan sementara. Sementara berlangsung delapan belas tahun.
Akta Ruth tidak langsung dicabut. Jika dibatalkan hari itu, rekening pengobatan Seno, kontrak sewa, dan catatan pajak yang ditandatangani Alina dapat menjadi kacau. Pengadilan menetapkan Ruth sebagai alias yang dibekukan: tidak boleh dipakai membuat transaksi baru, tetapi tetap menjadi jejak hukum sampai identitas Alina dipulihkan dan tanggung jawabnya diputus.
Alina diminta menyebut setiap orang yang mengetahui alias. Ia menyebut Herlina, Darya, Suradipa, dan seorang pegawai catatan sipil. Nama Haris tidak disebut. Telepon lama menunjukkan Haris pernah mengirim tiket atas nama Ruth, sehingga keterangannya belum lengkap. Alina mengaku ia sengaja menahan nama karena Haris pernah menyelamatkannya dari pencarian polisi.
'Utang pribadi bukan hak menyaring kesaksian,' kata penyidik.
'Saya tahu.'
Ia memperbaiki daftar dan menandatangani koreksi di depan pengacara.
Armand memilih tidak menemui Alina sampai pemeriksaan awal selesai. Ia menyerahkan contoh tulisan serta foto keluarga yang mungkin membantu identifikasi. Livia tidak meminta ia memaafkan perempuan yang pernah dekat dengannya.
Seno menjalani sesi kedua. Ketika ditanya apakah Alina menyimpan pita, ia mengeja tidak. Ketika ditanya lokasi, ia mengeja tiga huruf: air.
Tim tidak menebak sungai, hujan, atau drainase. Mereka memperlihatkan pilihan benda dan tempat yang pernah terkait penyelidikan. Seno menunjuk foto menara air lama di pusat pelatihan Dirgantara.
Menara itu sudah tidak dipakai dan dijadwalkan dibongkar. Catatan pemeliharaan menunjukkan Seno mengunjungi lokasi dua hari setelah laporan final ditandatangani. Alina juga pernah memakai kartu akses di sana sebelum kematiannya tercatat.
Pengadilan memberi izin pencarian terbatas. Di dasar tangga menara, pemindai menemukan rongga dalam beton. Kotak di dalamnya berlapis lilin dan memuat gulungan pita, buku log, serta kunci logam bertanda P-1.
Sebelum kotak diangkat, ahli struktur memastikan pembukaan tidak merusak menara atau bukti. Air hujan pernah masuk melalui retakan, tetapi lilin menahan kelembapan. Setiap lapisan difoto dan serpihan beton disimpan untuk menentukan kapan rongga terakhir ditutup.
Wakil keluarga korban menyaksikan dari layar tanpa audio pita. Mereka dapat memastikan barang tidak ditukar, tetapi tidak dipaksa mendengar isi. Siska memilih melihat proses selama sepuluh menit lalu keluar ketika kotak dibuka.
Nomor inventaris diberikan sebelum isi diumumkan. Laboratorium berbeda menerima citra magnetik, bukan gulungan fisik, sehingga perbandingan dapat dilakukan tanpa mengikis pita. Bila hasil mereka berbeda, perbedaan wajib muncul di laporan.
Alina mengenali kunci itu sebagai kunci penjaga pertama, tetapi menolak menyebut apa yang dibukanya sebelum keluarga korban diberi tahu.
Pada buku log, entri terakhir dibuat minggu lalu.
Seseorang masih membuka rongga menara air ketika Alina mengaku hanya mengawasi rumah perawatan.
Jejaknya belum selesai.