Marlina ditempatkan di ruang aman milik lembaga saksi, bukan rumah Dirgantara. Ia tetap ditahan secara hukum atas pemalsuan, penyusupan, dan keterlibatan LP-0. Perlindungan tidak mengubah status perkara.
Sebelum membaca buku operator, Maya meminta setiap nama korban ditutup. Marlina hanya boleh menjelaskan struktur dan tindakannya sendiri. Ia tidak menjadi pemilik kisah sembilan baris nol hanya karena mencatatnya.
Buku menunjukkan Haris bukan penumpang bayangan. Ia adalah penghubung transportasi. Setelah DA-217, ia menerbangkan Armand yang dibius ke Singapura dengan jet keluarga. Catatan perjalanan resmi Armand mulai benar kembali pada titik tersebut.
Log jet mencatat hanya dua awak dan satu petugas medis, tanpa penumpang. Berat bahan bakar menunjukkan ada tambahan sekitar seratus kilogram. Haris memakai jalur penerbangan medis agar imigrasi tidak memeriksa kabin.
Seorang kopilot yang masih hidup mengaku melihat tandu tetapi diberi tahu pasien adalah kerabat tanpa dokumen. Ia menandatangani log kosong karena Haris menjanjikan data menyusul. Data tidak pernah datang.
'Saya memilih percaya kapten,' katanya. 'Itu bukan alasan log boleh kosong.'
Kesaksiannya membantu menempatkan Armand di penerbangan ke Singapura tanpa menjadikan kopilot bebas dari pelanggaran.
'Jadi ingatan saya tentang terbang ke Singapura bukan sepenuhnya palsu,' kata Armand.
'Waktunya dipindah satu hari dan bagian sebelumnya dihapus dari cerita,' jawab Livia.
Kebenaran pengganti bekerja karena memakai potongan yang sungguh terjadi.
Haris menandatangani PULANG agar jet, awak, dan izin rute dapat digunakan tanpa menyebut penumpang. Menurut Marlina, ia menganggap sistem itu jalan melindungi saksi perusahaan. Darya kemudian menambahkan biaya pengganti dan ahli waris rute.
Surat pribadi Haris kepada Helena menunjukkan ia menyesal dua minggu kemudian. Ia meminta Armand diberi tahu begitu aman. Helena membalas bahwa Suradipa belum mengizinkan karena ingatannya rapuh. Tidak ada surat berikutnya yang membuktikan Haris terus mendesak.
Livia meminta korespondensi dibaca sebagai urutan tindakan. Penyesalan tertulis tidak mengembalikan nama Armand atau Mahesa, tetapi menunjukkan kapan para pembuat mulai menyadari mekanisme sementara telah berubah.
Suradipa membuat identitas medis, Herlina menghubungkan polis, Darya mengatur polisi serta skenario, Haris menggerakkan perjalanan, dan Marlina mencatat agar semua versi cocok. Tidak ada satu dalang melakukan semuanya sendirian. Mereka saling memberi bagian kecil sehingga masing-masing dapat mengaku tidak tahu keseluruhan.
'Bagian Anda apa?' tanya penyelidik kepada Marlina.
'Saya membuat keseluruhannya tampak seperti satu kebenaran.'
Ia mengaku menulis catatan keluarga LP-0 sendiri. Perintah otomatis memberi sasaran, tetapi ia memilih dokumen Laila, tanda tangan Siska, dan laporan Fira. Ia dapat menolak atau memperingatkan Livia. Ia tidak melakukannya karena percaya pembekuan K-2 akan membuka data orang yang dilindunginya.
Marlina menyerahkan daftar setiap kali ia menolak perintah lain. Dua belas draf tidak pernah dijalankan karena ia menandainya tidak lengkap. Fakta itu menunjukkan ia memiliki kemampuan menolak, memperkuat tanggung jawabnya ketika memilih menjalankan LP-0.
'Saya ingin kalian tahu saya pernah mencegah kerusakan,' katanya.
'Kami akan mencatatnya,' jawab penyelidik. 'Dan juga mencatat kerusakan yang Anda pilih.'
'Anda melindungi sembilan orang dengan menyiapkan penghapusan orang kesepuluh,' kata Livia.
'Ya.'
Marlina tidak meminta tindakannya disebut pengorbanan.
Catatan kematian Haris terbukti sah. Ia meninggal karena stroke dan memiliki tubuh yang telah diperiksa keluarga. Perjalanan terakhir paspor bayangan dilakukan orang lain membawa token PULANG ke sebuah rapat Atlas di Manila.
Foto hotel menunjukkan Marlina hadir, tetapi ia mengaku hanya menyerahkan buku kepada Surya. Catatan pembayaran menguatkan perjalanan. Surya sebelumnya menyangkal bertemu Marlina; keterangannya diperbarui sebagai kebohongan yang dapat diuji, bukan alasan menghapus pengakuan lain.
Token yang dibawa adalah salinan pustaka skenario. Atlas ingin memastikan PULANG tetap berjalan setelah Haris mati. Darmawan hadir dalam rapat yang sama sebagai penasihat, tetapi surelnya menunjukkan ia keluar ketika skenario identitas dibahas. Ia tetap bertanggung jawab atas penyimpanan server, bukan otomatis atas LP-0.
Tas kedua Armand dibuka di laboratorium. Daftar pemilik rute asli ternyata memakai judul DAFTAR PENJAGA RUTE. Nama di dalamnya bukan penerima uang, melainkan orang yang memegang salinan bukti pengadaan pada tiap jalur.
Salma memeriksa tabel keuangan dan memastikan penjaga tidak menerima dividen. Pembayaran yang kemudian masuk ke kode mereka berasal dari rekening yang dibuat setelah kecelakaan. Tanggal itu penting untuk membantah tuduhan bahwa Mahesa sudah menikmati keuntungan sebelum penerbangan.
Brawijaya memang memegang salinan rute kedua. Ia mengaku membakar dokumen setelah Darya mengatakan daftar palsu. Abu tidak dapat diperiksa, tetapi surel lama menunjukkan Brawijaya meminta pemasok mengganti nomor komponen. Perannya tetap lebih dari penjaga pasif.
Ratri menyimpan salinan rute ketiga dalam kotak musik yang kemudian kosong. Ia belum dapat menjelaskan siapa mengambilnya setelah ayah Armand meninggal. Audit rumah keluarga dilanjutkan tanpa menyita barang yang tidak terkait.
MP-1708 berarti Mahesa menyimpan bukti rute ketiga. BJ-2 berarti Brawijaya memegang rute kedua. RT-3 menunjuk Ratri sebagai penjaga ketiga. AD-0 berarti Armand membawa paket pusat sebelum didistribusikan.
Seseorang mengubah kata penjaga menjadi pemilik pada halaman kedua palsu. Dengan perubahan satu kata, saksi tampak sebagai penerima keuntungan.
Surat Mahesa menjelaskan ia setuju menerbangkan Armand secara rahasia hanya jika nama pemuda itu ditambahkan sebelum lepas landas. Ketika Brawijaya menolak, Mahesa meminta penundaan. Catatan menara menunjukkan DA-217 tetap diperintahkan bergerak oleh operasi darat.
Mahesa juga menulis bahwa daftar rute berisi pemasok komponen bekas yang dijual sebagai baru. Lima rute dipakai memindahkan barang melalui perusahaan berbeda agar asalnya hilang. Atlas Aero belum memiliki nama itu saat kecelakaan, tetapi pendirinya mengendalikan salah satu pemasok.
Livia meminta temuan diberikan kepada penyelidik teknis DA-217. Membersihkan motif Mahesa belum menjelaskan mengapa pesawat keluar landasan. Daftar dapat menunjukkan tekanan bisnis, bukan sebab mekanis.
Di dasar tas ada satu kantong bukti kecil berisi serpihan pengikat kemudi. Nomor komponennya sama dengan seri yang muncul pada faktur lama Armand. Label menyatakan barang diambil Mahesa dari pesawat lain dua hari sebelum kecelakaan.
Ahli logam menemukan pola aus yang tidak sesuai komponen baru. Namun serpihan bukan bagian yang dipasang pada DA-217; ia sampel pembanding. Untuk menentukan sebab kecelakaan, mereka harus menemukan sisa pengikat dari bangkai atau foto forensik aslinya.
Gudang penyimpanan menyatakan bangkai dilebur sepuluh tahun lalu. Pak Idris menemukan kuitansi bahwa tiga bagian penting dipindahkan sebelum peleburan ke fasilitas uji Atlas. Keberadaannya belum diketahui.
Naya membandingkan nomor dengan inventaris DA-217. Komponen pada pesawat kecelakaan dicatat baru, tetapi nomor produksinya lebih tua enam tahun. Pemasoknya Mandala Lintas, perusahaan yang kemudian menjadi pusat data Astera.
Marlina mengatakan Haris menyimpan satu rekaman uji komponen. Setelah Haris meninggal, rekaman dikirim kepada pencatat terakhir PULANG untuk dimusnahkan.
'Siapa pencatat terakhir?' tanya Livia.
Marlina membuka halaman belakang buku. Namanya sendiri tercetak, tetapi ada garis pencoretan dan tanggal minggu DA-408.
Di bawahnya tertulis pengganti: GILANG WISESA.
Gilang diberi kesempatan melihat halaman bersama pengacara. Ia mengakui Haris pernah mengirim kaset melalui Darya, tetapi ayahnya melarang membukanya. Setelah Darya meninggal, Gilang menemukan kaset dan flash drive biru di loker yang sama.
'Saya mendengar lima menit pertama,' katanya. 'Ada suara uji logam dan Ayah menyebut daftar pemasok. Saya takut nama keluarga saya ada di sana.'
'Lalu apa yang Anda lakukan?' tanya penyelidik.
'Saya menyerahkannya kepada Sabina tanpa menyimpan salinan.'
Sabina sebelumnya mengaku hanya menerima flash drive, bukan kaset. Perbedaan itu dicatat untuk pemeriksaan berikutnya.
Gilang mungkin tidak merancang PULANG. Namun sebelum memberikan flash drive, ia telah ditetapkan sebagai pencatat baru dan menerima rekaman yang dapat menjelaskan penyebab teknis DA-217.