Lima rute pada halaman kedua bukan sekadar jadwal penerbangan. Masing-masing membawa hak slot bandara, pembagian pendapatan, serta izin menggunakan terminal tertentu. Nilainya meningkat setiap tahun karena tidak dapat dibuka bagi perusahaan baru tanpa persetujuan pemegang lama.
Pemilik resmi tampak bersih: Dirgantara Air, dua badan negara, dan dua konsorsium asing. Kode pribadi berada pada lapisan asuransi. Jika pemilik resmi kehilangan izin atau pewarisnya meninggal, K-2 dapat menunjuk pengelola sementara sambil klaim diproses.
Livia meminta tim operasi memastikan pembekuan tidak mengubah jadwal perawatan. Dua rute membawa obat dan suku cadang ke wilayah kepulauan. Bila penerbangan dihentikan mendadak, penumpang yang tidak tahu apa pun akan menanggung akibat. Regulator menunjuk pengelola netral selama audit dan melarang biaya hukum dibebankan pada tiket.
Serikat pekerja meminta hadir dalam rapat. Selama bertahun-tahun, potongan pendapatan disebut dana kesiapsiagaan, sementara pelatihan keselamatan justru dikurangi. Tiga teknisi menunjukkan permintaan alat yang ditolak karena anggaran dialihkan ke biaya pemulangan.
'Dana yang katanya melindungi korban dipakai menciptakan risiko baru,' kata Livia.
Kesaksian pekerja membuat perkara tidak lagi hanya mengenai pewaris keluarga. Maya meminta mereka memiliki pengacara sendiri agar informasi tidak diserap begitu saja oleh tim Armand.
Serikat memilih dua perwakilan dan seorang akuntan independen. Mereka menerima akses laporan tanpa menyerahkan hak gugatan atau diwajibkan mendukung direksi sementara.
'Sementara yang berlangsung tujuh belas tahun,' kata Livia.
Naya menelusuri pembayaran. Setiap rute mengirim sebagian kecil pendapatan ke rekening biaya pemulangan. Jumlah per transaksi tampak wajar, tetapi totalnya cukup membiayai sabotase DA-408, klinik palsu, dan pembayaran kepada Gilang serta Sabina.
Maya meminta pembekuan rekening. Pengadilan menyetujui hanya untuk dana yang dapat ditautkan langsung, agar operasi penerbangan dan gaji pekerja tidak berhenti. Livia mendukung pembatasan itu. Menghukum penumpang dan karyawan demi menangkap pemilik bayangan akan mengulang cara keluarga Dirgantara memperlakukan orang lain.
Kode BJ-2 menerima pendapatan terbesar. Brawijaya membantah dan menyerahkan catatan pajak. Menurutnya, ia tidak pernah membuka rekening tersebut.
'Nama Anda mungkin dipakai seperti nama Mahesa,' kata Armand dalam pemeriksaan dewan sementara.
'Jangan pura-pura membelaku,' jawab Brawijaya.
'Saya sedang membedakan bukti dari dugaan.'
Brawijaya terdiam. Ia tetap mengakui memerintahkan pintu kokpit dibuka dari radio darat. Alasannya, ia ingin mengambil Armand sebelum lepas landas setelah mengetahui keponakannya membawa dokumen pengadaan. Mahesa menolak karena pintu pesawat sudah ditutup dan perubahan penumpang harus dicatat.
'Apakah perintah itu menyebabkan kecelakaan?' tanya penyelidik.
'Saya tidak tahu. Pesawat belum bergerak ketika komunikasi terputus.'
Pernyataan tersebut belum membebaskannya. Ia menyembunyikan Armand, menekan Bimo, dan membiarkan Mahesa disalahkan. Namun rekening BJ-2 mungkin dibuat untuk menjadikannya tersangka yang terlalu jelas.
Kode RT-3 terhubung ke yayasan Ratri. Dana masuk dipakai membayar beasiswa, bantuan korban, dan sewa loker Helena. Ratri mengaku mengetahui sumbernya sebagai dividen program perlindungan, bukan pendapatan rute. Ia bersedia membekukan yayasan dan membuka semua penerima.
HW-1 tetap menjadi pusat perintah. Herlina Wardana tidak memiliki anak. Setelah kematiannya, kunci digital seharusnya dimusnahkan di depan dua auditor Astera. Berita acara menunjukkan proses dilakukan, tetapi nomor kunci yang dihancurkan berbeda satu digit dari yang aktif sekarang.
'Kesalahan pengetikan?' tanya Naya.
'Atau mereka menghancurkan salinan untuk mempertahankan yang asli,' jawab Livia.
Kode MP-1708 tidak pernah menerima uang. Ia hanya menjadi alasan risiko pada laporan. Setiap kali regulator mempertanyakan pendapatan tersembunyi, sistem menampilkan dugaan keterlibatan Mahesa sebagai kapten yang memiliki manfaat pribadi. Fitnah tersebut dipelihara seperti alat pemadam: dipakai ketika api mendekati pemilik sebenarnya.
AD-0 berbeda. Tidak ada rekening atau nama. Kode itu adalah kursi pengganti yang baru aktif bila Armand dinyatakan meninggal dan pasangannya menerima santunan Astera.
Livia membaca ketentuan tersebut di ruang rapat Maya. 'Jadi cek kemarin bukan untuk membeli diam saya.'
'Bukan hanya itu,' kata Maya. 'Tanda tanganmu akan membuatmu penerima sementara. Setelah itu formulir pelepasan memindahkan pengelolaan kepada K-2 atas namamu.'
Livia akan terlihat sebagai pemilik rute, lalu K-2 dapat bertindak menggunakan persetujuannya. Bila skema terbongkar, ia menjadi janda serakah yang menikahi CEO beberapa hari sebelum kematiannya. Polanya sama dengan Mahesa: ciptakan motif, tempelkan hak, kemudian biarkan publik menyimpulkan kesalahan.
Armand berdiri menjauh dari meja. 'Pernikahan kita membuatmu target yang dibutuhkan skema.'
'Anda tidak tahu status kematian ini akan aktif.'
'Aku tetap mengajakmu masuk.'
'Jangan mengambil seluruh tanggung jawab karena itu juga cara menguasai cerita. Saya menandatangani setelah pengacara saya memeriksa kontrak.'
Armand bertanya apakah Livia ingin menangguhkan kontrak pribadi sampai skema diperiksa. Livia tidak menjawab cepat. Ia memisahkan perlindungan hukum, tempat tinggal, pekerjaan, dan perasaan seperti memisahkan kolom pada laporan risiko.
'Saya ingin kamar dan keuangan tetap terpisah,' katanya. 'Saya juga ingin kita terus menyelidiki sebagai dua orang yang dapat berkata tidak. Saya belum ingin pergi.'
'Baik.'
'Jangan terdengar lega sebelum saya selesai. Tidak ada penampilan pasangan untuk media tanpa kesepakatan baru.'
'Disepakati.'
Mereka menuliskan perubahan tersebut melalui Maya. Hubungan yang mulai tumbuh tidak dijadikan alasan mengurangi batas; justru batas diperbarui karena keadaan berubah.
Mereka belum tahu apakah perwalian yang memaksa Armand menikah berkaitan dengan K-2. Kresna membawa versi perubahan terakhir. Syarat pasangan pengawas ditambahkan tujuh tahun lalu atas usul komite kepatuhan, setelah Armand mulai menyelidiki pembayaran korban.
Ketua komite saat itu adalah eksekutif Astera bernama Darmawan Kusnadi. Ia masih hidup dan kini menjadi penasihat Atlas Aero.
'Mereka menyiapkan calon janda sebelum tahu siapa yang akan kau nikahi,' kata Livia.
Armand mengingat daftar kandidat pasangan yang pernah diberikan Brawijaya. Ia menolak semuanya. Livia tidak ada dalam daftar karena dianggap terlalu berbahaya bagi keluarga.
'Pilihanmu tidak direncanakan,' kata Maya. 'Tetapi sistem dibuat agar siapa pun pilihanmu dapat dipakai.'
Perbedaan itu penting bagi hubungan mereka. Livia tidak ingin setiap perasaan dianggap produk skema. Namun ia juga tidak akan mengabaikan struktur yang memanfaatkan perkawinan.
Sore hari, regulator DA-408 mengumumkan bahwa Livia tidak lagi menjadi tersangka utama. Kredensialnya terbukti disalin, dan manipulasi kalibrasi berasal dari portal Astera. Ia tetap saksi serta pengawas audit.
Nama Mahesa belum dibersihkan. Bukti rute justru menambah tuduhan palsu baru yang harus dibongkar.
Naya menyusun daftar orang yang memiliki akses ke kunci HW-1. Ada tujuh belas petugas sejak Herlina meninggal. Enam sudah diperiksa, empat berada di luar negeri, tiga meninggal, dan empat identitas tidak cocok dengan catatan kependudukan.
Salah satu identitas palsu memakai foto Darmawan Kusnadi dengan nama berbeda.
Riwayat aksesnya menunjukkan ia membuka AD-0 pada hari Armand melamar Livia, empat hari sebelum pernikahan mereka tercatat.