Rumah transit tidak lagi memiliki pintu utuh.
Ahli struktur memeriksa dinding sebelum tim masuk. Lantai ruang tunggu menurun akibat tanah basah. Sensor menunjukkan satu orang bergerak di bawah, lalu berhenti dekat saluran sungai.
Nadia memanggil Bayu melalui pengeras. Ia menawarkan pengacara, pemeriksaan medis, dan pencatatan nama pilihan. Ia tidak menawarkan penghapusan sabotase atau penyanderaan Arif.
Tidak ada jawaban. Kamera kecil diturunkan ke celah. Bayu duduk dengan punggung pada dinding, jari kanannya dibalut kain, dan pelapis wajah Narto tergeletak di tanah. Di pangkuannya ada kotak besi.
Di sampingnya terdapat botol pelarut yang kosong, tetapi sensor tidak menemukan uap tinggi. Ia mungkin membuang cairan sebelum tiba. Tidak ada senjata api terlihat. Tim tetap menganggap tangan di balik kotak belum aman.
Bayu menutup wajah ketika kamera mendekat. Nadia menjelaskan perekaman diperlukan untuk keselamatan dan tidak akan disiarkan. Ia dapat memakai kain biasa, bukan wajah orang lain. Bayu mengambil syal dari tas dan menutup sebagian kepala.
Petugas medis berbicara tentang jari yang terus berdarah. Bayu tidak menjawab, tetapi mengangkat tangan agar kamera melihat luka. Itu membuka komunikasi sebelum ia bersedia menyebut tuntutan.
Saras mengenali kotak sebagai tempat Marlina menyimpan nomor sebelum register resmi. Kemungkinan ada arsip dua puluh satu anak, bukan senjata. Tim tetap memeriksa bentuk kabel dan panas.
Bayu meminta bicara kepada Saras. Sambungan diberikan setelah pengacara keduanya setuju.
'Kau memberi mereka Nol,' katanya.
'Aku memberi tindakanku.'
'Mereka akan memasukkan kita ke penjara dengan nama yang baru mereka cetak.'
'Aku memilih Saras. Kau dapat memilih Bayu atau nama lain. Hukuman bukan alasan membiarkan Marlina terus memiliki kita.'
Bayu mengatakan tanpa jaringan, anak-anak AS akan kembali hilang. Saras menjawab jaringan justru menahan mereka agar selalu membutuhkan Penerus.
'Kau membiarkan mereka memakai nama yang dibeli keluarga,' kata Bayu.
'Aku juga pernah menahan mereka dengan nama sementara,' jawab Saras. 'Itu bukan kebebasan hanya karena kita yang memegang kunci.'
'Marlina akan menjual semua kesalahan kepada kita.'
'Maka keterangannya diuji. Kita tidak membakar bukti agar dia tidak bisa berbohong.'
Bayu terdiam. Percakapan tidak menghapus kemarahannya, tetapi kamera menunjukkan tangannya menjauh dari saku tempat pemantik biasanya disimpan.
Percakapan tidak membuat Bayu langsung menyerah. Air sungai mulai masuk ke terowongan. Petugas medis memperingatkan tanah dapat runtuh dalam tiga puluh menit.
Nadia menawarkan memasukkan kotak ke kantong tahan air lebih dulu. Bayu curiga polisi hanya ingin bukti. Nadia menjawab orang dan kotak dapat keluar bersamaan, tetapi orang didahulukan bila tanah runtuh.
Akhirnya Bayu mendorong kotak ke kamera, lalu merangkak menuju tangga. Petugas tidak menembak ketika ia muncul tanpa pelapis. Ia diperiksa, diberi perawatan pada jari, dan diborgol dengan tangan di depan karena cedera.
Sebelum borgol, petugas menunjukkan setiap langkah melalui kamera pengacara. Bayu diminta membuka jaket sendiri. Di pinggang ada alat pemicu, tetapi baterainya dilepas dan berada di kotak. Benda disita tanpa menekan tombol.
Tanah terowongan runtuh beberapa menit setelah semua keluar. Tim struktur menutup akses. Tidak ada petugas dikirim kembali mengambil barang kecil sampai penyangga dipasang.
Bayu dibawa ke ambulans terpisah dari Arif. Pemeriksaan menemukan dehidrasi, luka jari, dan bekas lama pada pergelangan. Dokter mencatat tanpa meminta cerita masa kecil sebelum perawatan selesai.
Sidik serta DNA cocok bukti AS-001. Wajah aslinya tidak pernah tercatat, sehingga foto penahanan menjadi catatan hidup pertama yang ia lihat sebelum disimpan.
'Tulis Bayu,' katanya.
Nadia menunjukkan ejaan pada formulir. 'Nama belakang?'
'Belum.'
Kolom dibiarkan kosong.
Bayu meminta pengacara sebelum menjawab sabotase. Hak diamnya dihormati. Kotak dibuka terpisah dan memuat benda milik anak-anak rumah transit: pita, gambar, kelereng, serta dua puluh satu kartu tanpa nama.
Setiap benda diberi nomor tanpa menuliskan milik Bayu bila belum diketahui. Saras mengenali satu kelereng sebagai miliknya dan satu gambar sebagai karya anak lain. Benda pribadi tidak otomatis milik negara setelah menjadi bukti; pengadilan kelak menentukan pengembalian.
Kartu tanpa nama memiliki sidik anak-anak. DNA mungkin membantu keluarga, tetapi lembaga pendamping meminta persetujuan sebelum memasukkan profil baru ke basis data. Pencarian asal tidak boleh membangun bank genetik tanpa batas.
Dalam tutup kotak terdapat tulisan Bayu: kalau kami diberi nama, jangan buang nomor yang membuktikan mereka pernah mengambilnya. Kalimat itu dipertahankan pada foto, sementara kartu asli disimpan aman.
Di bawah benda terdapat perangkat pemicu cadangan. Nomornya cocok pemicu tangki kapal kedua. Log internal menunjukkan Bayu memasang alat, Damar mengirim waktu, dan akun Marni membayar. Saras membuka kanal koreksi lalu pergi dengan saksi.
Pemicu aktif ketika tali antar-kapal menegang. Bayu sempat menerima perintah tunda, tetapi memilih mode biarkan. Bukti cukup untuk mendakwa tanpa menunggu pengakuan.
Damar diperlihatkan log dan berhenti menyangkal mengenal Bayu. Ia mengatakan Marni memerintahkan peti diambil tanpa korban. Marni menyangkal memberi izin bahan bakar. Perbedaan mereka akan diuji di sidang, bukan diselesaikan dengan memilih pengakuan terbaru.
Penangkapan Bayu menghentikan protokol Satu. Server tidak memiliki operator berikutnya karena urutan Penerus hanya dibangun untuk Nol dan Satu. Sebelas proyek tetap dibekukan. Tim mempertahankan pemantauan agar tidak mengira diam berarti aman selamanya.
Marni membantah hanya ada dua operator, tetapi tidak dapat menunjukkan kunci lain. Audit token, server, dan dana mendukung jalur berhenti pada AS-001. Pesan Mulai Satu bukan pembukaan barisan tanpa akhir, melainkan suksesi terakhir yang ia rancang.
Dana darurat Nawasena tidak lagi mengirim pembayaran. Vendor diperintahkan mempertahankan layanan sah dan melapor kepada kustodian. Mesin wajah disita dari dua bengkel yang tersisa.
Nadia meminta status operasi disebut terkendali, bukan selesai. Orang-orang yang sudah memegang dokumen palsu masih dapat menggunakannya, dan pemulihan dua puluh satu anak baru dimulai.
Saras dan Bayu ditempatkan terpisah. Keduanya mendapat jalur pemulihan identitas yang tidak bergantung pada kerja sama, serta perkara pidana yang tidak hilang karena masa kecil mereka.
Maira menemui Rendra di taman studio sore itu. Tidak ada kamera media dan tidak ada map audit. Rendra bertanya apakah pertemuan masih ia inginkan.
'Ya,' kata Maira. 'Aku ingin kita mencoba mengenal satu sama lain di luar perkara. Pelan, dan tanpa surat apa pun.'
'Aku mau.'
Mereka berjalan ke kedai. Rendra tidak menggenggam tangannya sampai Maira lebih dulu menyentuh ujung jarinya. Sentuhan berlangsung singkat, cukup untuk menjadi pilihan dan tidak perlu menjadi kontrak.
Di pengadilan, pembatalan perkawinan palsu Maira dijadwalkan bersamaan dengan sidang awal Bima, Hadi, Damar, Saras, Bayu, dan Marni. Hakim memisahkan dakwaan agar satu pengakuan tidak menelan tindakan lain.
Ratih, Laras, Galih, Danu, Santi, Harun, Gunawan, Keisha, serta pihak vendor menerima jadwal perkara atau pemeriksaan administratif masing-masing. Tidak semua duduk sebagai terdakwa yang sama. Sebagian menjadi saksi sekaligus menghadapi tindakan sendiri.
Aira memiliki sidang terpisah untuk pemulihan hubungan dan ganti rugi. Ia memilih tidak menggabungkannya dengan pembatalan Maira, supaya hak satu saudari tidak bergantung pada kehadiran yang lain.
Rendra akan memberi keterangan tentang transponder, Unit Utara, dan akses CEO. Ia tidak meminta Maira duduk di sisinya.
Maira menerima surat panggilan sebagai korban serta saksi.
Untuk pertama kalinya, namanya tertulis di atas dokumen perkara tanpa kata istri, janda, wali, atau penerus.