Pesan pada perangkat Saras tidak dibaca sebagai nama orang sebelum kodenya diperiksa.
Paket data dikirim otomatis tiga menit setelah sidiknya masuk basis tahanan. Sistem mendeteksi status Penerus berubah menjadi ditahan, lalu membuka instruksi berikutnya. Pengirim tidak harus sedang melihat penangkapan.
Kata Satu merujuk dua hal dalam server: proyek warisan pertama dan nomor arsip AS-001. Keduanya pernah dihubungkan oleh Pengelola Nol. Nadia menolak memilih salah satu sebelum membaca register.
Ahli membangun ulang jalur tanpa menjalankan perintah. Ada tabel suksesi bernomor nol sampai sebelas, tetapi hanya nol dan satu memiliki kunci operator. Angka dua sampai sebelas adalah nomor proyek, bukan orang yang menunggu mengambil alih.
Pesan Nol tertangkap dibuat bertahun-tahun lalu. Sistem hanya mengisi waktu serta status ketika sidik Saras masuk. Itu menjelaskan kecepatan pengiriman tanpa memerlukan petugas di dalam tahanan.
Marni mengaku menyetujui suksesi nol ke satu karena takut seluruh daftar hilang bila Saras mati. Ia tidak pernah memberi Bayu kuasa dana, tetapi tokennya dapat mengaktifkan pemusnahan bukti. Pengakuan dibandingkan kode yang menunjukkan persetujuannya memang ada.
'Anda menyebutnya kelangsungan perlindungan,' kata Malik. 'Sistem menyebut penangkapan sebagai alasan orang berikutnya bergerak.'
Marni tidak menjawab.
Register AS-001 mencatat anak laki-laki sekitar sebelas tahun yang ditemukan di rumah transit sama dengan Saras. Ia menyebut dirinya Bayu. Tidak ada nama belakang, tanggal lahir, atau keluarga. Catatan Marlina berbunyi cocok untuk lapangan.
Di samping catatan terdapat ukuran sepatu, kemampuan berenang, dan toleransi terhadap ruang sempit. Tidak ada informasi kesukaan, ketakutan, atau sekolah. Anak dinilai seperti peralatan yang dapat ditempatkan.
Gambar buatan Bayu menunjukkan perahu serta dua pintu. Satu pintu terbuka menuju air, satu terkunci di ruang arsip. Di bawahnya ia menulis akan membawa Nol keluar. Saras meminta salinan setelah pengacaranya memastikan gambar bukan umpan interogasi.
Catatan kesehatan menyebut cedera jari tetapi tidak menyebut siapa mengobati. Gita mengingat Lestari membalutnya, sedangkan Marlina menyuruh Bayu tetap bekerja. Ingatan diuji melalui pola kain perban yang memang berasal studio.
'Dia bukan pengganti Saras,' kata Maira. 'Dia sudah ada sejak awal.'
Malik memeriksa nama Bayu yang disebut Saras saat penyerahan. Saras baru bersedia menjawab setelah pengacaranya hadir. Ia mengatakan Bayu tumbuh bersamanya di ruang arsip dan diajari membuka kunci mekanis, mengendarai perahu, serta meniru gerak petugas.
'Kami pikir Penerus adalah pekerjaan bersama,' katanya. 'Kalau satu tertangkap, satu lagi menjaga daftar.'
'Apakah Bayu memakai wajah Galih di studio?' tanya Nadia.
'Ya. Saya melihat cetakannya di bengkel Damar.'
Keterangan perlu pembanding. Sidik yang belum teridentifikasi pada keping G berukuran lebih besar dan mungkin milik laki-laki. DNA pada rambut di saluran studio juga laki-laki, tetapi profilnya belum ada dalam basis data.
Perangkat mengirim pemicu ke proyek pertama. Identitas target disegel oleh pengadilan. Ia seorang perempuan yang sedang menggugat kematian suaminya, tidak terkait keluarga Adiprana. Pengacara korban dihubungi tanpa menyebut namanya kepada Maira.
Korban memilih nama kode Pagi untuk komunikasi antartim. Ia tidak ingin diberi tahu rincian klinik sebelum penasihat menyaring apa yang relevan. Hak untuk tidak mengetahui seluruh jaringan juga dihormati.
Pagi sedang mengelola toko dan memiliki dua pegawai. Bank sempat menahan rekening setelah surat wali masuk. Pengadilan membuka kembali dana operasional serta melarang wali palsu mengakses catatan. Perlindungan tidak menjadikan tokonya tutup.
Ia mengirim pernyataan bahwa tidak pernah menunjuk pasangan atau Penerus. Pernyataan disimpan pada tiga lembaga agar satu server tidak dapat menghapusnya. Identitas aslinya tetap tersegel dari keluarga Adiprana.
Sistem mencoba menerbitkan surat wali melalui sertifikat Yudhistira. Sertifikat sudah dicabut, sehingga permintaan gagal. Upaya kedua memakai notaris hidup yang akunnya dibajak. Notaris mengonfirmasi tidak membuat dokumen dan menyerahkan log.
Protokol cadangan tidak mahakuasa. Ia bergantung pada pintu lembaga yang masih terbuka.
Pengadilan mengirim peringatan kepada sebelas penasihat proyek. Mereka diminta memeriksa transaksi, bukan mengurung klien. Korban pertama tetap dapat bekerja, bepergian, dan memakai rekening harian.
Surat Lestari untuk Saras dibaca oleh kustodian setelah kertas stabil. Saras menerima salinan melalui pengacaranya. Lestari menulis bahwa nama pilihan tidak perlu menunggu izin klinik dan bahwa ia bersedia bersaksi tentang AS-000.
Surat juga mengakui Lestari pernah mengunci ruang saat Saras mencoba mengambil token M. Ia takut register dibawa Marlina, tetapi tindakannya membuat anak kembali terkurung. Lestari menulis tidak berhak meminta maaf diterima.
Saras berhenti pada bagian itu. Ia ingat malam tersebut dan mengatakan Lestari membukakan pintu setelah satu jam, bukan segera. Catatan waktu pada buku studio mendukung ia datang terlambat ke pesanan berikutnya.
'Saya selalu mengingat dia sebagai orang yang menutup pintu,' kata Saras. 'Surat ini tidak mengubah jam itu.'
Pengacara menjawab bahwa tidak ada yang memintanya mengubah ingatan. Saras memilih menyimpan salinan, bukan asli.
Saras membaca tanpa menangis. 'Dia menulis ini kapan?'
'Dua minggu sebelum meninggal,' jawab pengacara.
'Dia punya nomor tempat saya tinggal.'
Surat memang memuat alamat rumah perawatan, tetapi tidak pernah dikirim. Lestari mungkin takut, sakit, atau berubah pikiran. Saras mengatakan penyesalan yang disimpan tidak menolong orang yang tidak menerimanya.
Maira setuju ketika keterangan itu disampaikan. Ia tidak meminta Saras memaafkan ibunya. Surat menjadi bukti niat terlambat dan alamat yang diketahui Lestari, bukan penutup luka.
Pada amplop terdapat tekanan nomor gudang marina. Ahli menemukan Lestari memakai amplop di atas catatan lain tentang kapal kedua. Nomornya cocok lokasi sisa lambung disimpan.
Tim kebakaran membuka kembali gudang. Potongan mesin menunjukkan bahan bakar tambahan dipasang pada tangki kecil dengan pemicu tekanan. Ketika dua kapal mendekat dan tali penarik menegang, pemicu dapat aktif.
Ahli membuat model tanpa bahan bakar. Tali akan menekan sakelar hanya bila kapal kedua ditarik dari sudut barat. Koordinat Damar menempatkan pertemuan tepat pada sudut itu. Perubahan arah bukan sekadar menutup tim penyelamat; ia menyiapkan kondisi pemicu.
Sisa kawat memuat nomor produksi dari bengkel Damar. Pembelian dilakukan tunai melalui akun Bayu Wicaksono. Pekerja bengkel mengingat pelanggan tidak meluruskan jari telunjuk saat menandatangani.
Foto ledakan menunjukkan api pertama muncul di antara kapal, lalu menyebar ke peti. Ini mendukung pemicu tali, tetapi ahli masih mencari apakah ada sumber api kedua.
Sidik pada dudukan tangki telah terbakar, tetapi nomor baut berasal bengkel Damar. Kamera pembelian lama memperlihatkan seseorang berwajah Galih mengambil komponen. Tinggi tubuhnya cocok laki-laki AS-001, bukan Galih.
Saras mengidentifikasi cara Bayu menahan kepala pada rekaman. Ahli gerak menemukan kecocokan sedang. Penyelidik membutuhkan tubuh atau sampel Bayu untuk memastikan.
Pesan kedua muncul dari protokol Satu. Kali ini bukan dokumen wali.
Sistem meminta gudang marina memusnahkan sisa kapal karena masa simpan berakhir.
Perintah ditolak petugas yang sudah menerima penanda bukti. Namun kamera luar menunjukkan satu truk pengangkut menunggu di gerbang dengan surat asli perusahaan.
Pengemudinya mengatakan seorang bernama Bayu Wicaksono menyewa layanan satu minggu sebelumnya.