Maira tidak pergi ke mercusuar sebagai umpan tanpa rencana.
Register AS-000 adalah bukti rapuh yang dapat hancur oleh air asin, tetapi nyawa tidak lebih rendah daripada kertas. Tim pulau lebih dulu memeriksa bangunan dengan kamera panas. Hanya satu sosok terlihat di lantai atas.
Malik menawarkan ahli konservasi polisi. Sari menolak melalui pesan dan menuangkan satu gelas air di dekat register, bukan di atasnya. Ia ingin Maira hadir, tetapi belum menghancurkan bukti.
Maira menetapkan syarat: pertemuan direkam terbuka, Nadia masuk sebagai penyidik, dan tidak ada senjata di ruangan. Sari boleh memiliki pengacara yang menunggu melalui sambungan. Tidak ada janji kebebasan.
Sari meminta polisi menjaga jarak lima puluh meter. Malik menolak angka tetap karena struktur mercusuar tidak aman. Mereka menyepakati petugas terlihat di tangga bawah dan tim medis berada di luar pintu. Semua perubahan dibacakan melalui sambungan pengacara.
Pengacara yang dipilih Sari berasal lembaga pesisir dan belum pernah mewakili Nawasena. Ia berbicara dengannya selama dua puluh menit secara rahasia sebelum pertemuan. Setelah itu, pengacara menyatakan klien memahami bahwa penyerahan bukti tidak menjamin pulang.
Maira dapat membatalkan kehadiran kapan saja. Ia memilih masuk setelah tim memastikan pesan dan register nyata. Keputusan tersebut dicatat sebagai persetujuan untuk pertemuan, bukan persetujuan terhadap Duda 409 atau hubungan lain.
Di lantai atas, perempuan berwajah Lestari berdiri di samping register. Ia lebih pendek daripada Maira dan bergerak tanpa cedera bahu. Sarung tangannya dari kain berminyak.
'Lepaskan wajah itu,' kata Maira.
'Kau datang karena wajah ini.'
'Aku datang karena bukti dan karena kau meminta memilih nama. Wajah itu bukan namamu.'
Perempuan itu menatap kamera yang terlihat di sudut, lalu melepas pelapis perlahan. Wajah di bawahnya berusia sekitar empat puluh tahun, dengan bekas luka kecil di bawah telinga. Tidak ada seorang pun di tim mengenalinya.
'Mereka memanggilku Nol, Sari, Gendis, Sri, dan Penerus,' katanya. 'Nama mana yang akan kalian penjarakan?'
'Tindakanmu diperiksa dengan sidik dan bukti, apa pun nama yang kaupilih,' jawab Nadia.
Perempuan itu meminta dicatat sebagai Saras untuk pertemuan. Nadia menyetujui nama panggilan sementara tanpa menerbitkan akta saat itu juga.
'Mengapa Saras?' tanya Nadia.
'Karena Sari diberikan orang yang ingin nama pendek di register. Saras saya pilih karena tidak cocok dengan nomor siapa pun.'
Nadia menulis persis ejaannya dan memperlihatkan halaman. Saras membetulkan huruf akhir yang semula kurang jelas. Untuk pertama kali, satu catatan tentang dirinya tidak dibuat di luar pandangannya.
Maira melihat perubahan kecil pada wajahnya ketika pena diserahkan. Hak itu nyata, tetapi tidak membuat ancaman video dan token menjadi kurang nyata.
Saras mengatakan Marlina membesarkannya di ruang arsip. Ia belajar bahwa nama hanya aman bila dapat diganti. Ketika Gita mencuri keping G, Saras menyalin kodenya. Ketika Lestari ingin membubarkan arsip sementara, Saras menganggapnya pengkhianatan terhadap anak-anak yang belum dipulihkan.
'Lestari ingin memberikan nama kembali kepada pemiliknya,' kata Maira.
'Dia ingin menutup pintu setelah anaknya sendiri aman.'
'Dia terlambat dan takut. Itu tidak membuatmu berhak memakai wajahnya.'
Saras tidak menyangkal membuat video palsu, wajah Maira, dan Duda 409. Menurutnya, proyek tersebut menguji apakah Maira akan mengulangi pola Lestari: memilih keluarga kaya lalu meninggalkan orang tanpa nama.
Ia juga mengakui menanam penyadap melalui kurir serta menggunakan wajah Ningsih. Pengambilan darah saksi marina dilakukan atas perintahnya untuk membuat polisi ragu pada lokasi pelabuhan. Ia mengatakan tidak menyakiti saksi selain jarum ketika dibius.
'Mengambil darah tanpa izin adalah menyakiti,' kata Nadia.
Saras mengangguk setelah diam. 'Ya.'
Ia menyangkal memukul Keisha. Pelaku berwajah Galih yang mengambil keping G adalah operator Damar bernama Bayu, menurutnya. Nama tersebut belum pernah muncul dan harus diverifikasi. Saras hanya melihat Bayu tanpa pelapis sekali, bertahun-tahun lalu.
'Kau menjadikan kedekatanku bahan ujian yang tidak pernah kusetujui,' kata Maira. 'Itu bukan perlindungan. Itu kendali.'
Tentang malam ledakan, Saras mengaku berada di marina dan memasukkan token atas perintah Damar. Token membuka kanal barat, bukan menutupnya. Damar kemudian mengganti koordinat setelah Saras pergi membawa saksi.
Log perangkat akan menentukan apakah keterangannya benar. Ia menyerahkan keping salinan yang menyimpan urutan tombol. Tidak ada pengampunan sebagai imbalan.
Saras mengatakan peti pada kapal kedua berisi daftar pembeli serta formulir asli AS. Marni ingin peti diambil. Damar menjual waktu kepada pihak Marni dan pihak lain yang ia tidak kenal. Bahan bakar tambahan diletakkan agar api menghapus peti jika penyerahan gagal.
Ia memberi nomor pembayaran dan lokasi salinan foto kapal. Malik meminta tidak ada petugas meninggalkan posisi untuk mengejar petunjuk saat pertemuan belum selesai. Data dikirim ke tim terpisah dan diuji tanpa memberi Saras informasi hasil.
Saras mengaku menyimpan Bima di Unit Utara selama dua bulan setelah orang lain memindahkannya. Ia mengatakan tujuannya mencegah Damar membunuhnya, tetapi ia menggunakan obat dan identitas Bram tanpa persetujuan Bima.
'Saya menjaganya hidup,' katanya.
'Dan menahannya tanpa nama serta jalan keluar,' jawab Maira. 'Kedua kalimat itu harus dicatat.'
'Siapa memicu ledakan?' tanya Malik melalui pengeras yang terbuka.
'Saya tidak melihat. Saya mendengar dua tembakan dan pergi dengan saksi.'
Bima tidak dibersihkan atau dituduh dari keterangan itu. Penyelidikan kapal tetap membutuhkan perangkat serta sisa bahan.
Air pasang mulai masuk melalui retakan lantai. Maira meminta register dipindahkan ke meja. Saras meletakkan tanpa menuang air dan mundur.
'Kalau aku menyerah, mereka akan memberiku nama dari daftar orang mati,' katanya.
'Kau dapat meminta pemulihan identitas dengan nama yang kaupilih,' jawab Nadia. 'Kau juga menghadapi pemeriksaan atas orang yang kaubuat mati secara legal.'
'Keduanya bersamaan?'
'Keduanya.'
Saras melihat tangga, jendela, dan perahu yang tidak lagi dapat dipakai. Ia mengangkat tangan. Petugas masuk, memeriksa pelapis, sidik, serta tubuh sebelum memasang borgol kain bebas lateks.
Maira tidak menyaksikan penangkapan sebagai kemenangan. Ia mulai menyelamatkan register bersama ahli. Setiap halaman dipisahkan, dibilas terukur, dan ditahan agar tidak melengkung.
Pada sampul dalam terdapat kantong yang tidak terlihat dalam foto. Isinya surat Lestari kepada AS-000. Surat itu belum pernah dibuka karena perekat masih utuh. Maira menyerahkan kepada kustodian, tidak membacanya sendiri.
Surat difoto dan dibuka oleh ahli setelah kertas stabil. Lestari menulis bahwa ia gagal memindahkan Saras ke sekolah, takut kepada Marlina, dan ingin membubarkan Penerus. Ia menawarkan bantuan memilih nama serta bersaksi, tetapi surat tidak pernah dikirim.
Maira tidak menggunakan surat untuk membela ibunya. Niat yang tetap tersegel tidak pernah mencapai anak yang menunggu. Saras berhak membacanya melalui pengacara ketika kondisi memungkinkan, dan memilih apakah ingin menyimpan salinan.
Register yang diselamatkan memuat daftar dua puluh satu anak sebelum AS-001. Ini memperluas korban di luar dua belas proyek. Pengadilan menunjuk kustodian baru sebelum nama dibaca penyidik umum.
Saras dibawa dengan nama pilihannya tercatat sebagai alias sementara. DNA dan sidik lengkap diambil setelah pengacara tiba. Sidiknya cocok token M, formulir Gendis, serta kamar rumah perawatan.
Identifikasi itu menutup pertanyaan tentang pengguna keempat, tetapi tidak menutup jaringan.
Saras ditempatkan terpisah dari Marni, Damar, Gita, dan Keisha. Ia mendapat pakaian tanpa lateks serta pemeriksaan luka lama. Perlakuan manusiawi tidak bergantung pada apakah keterangannya menyenangkan penyidik.
Dalam berita acara awal, ia memilih menunda jawaban tentang Bayu sampai pengacara membaca bukti. Nadia tidak memaksa dengan ancaman menghapus nama Saras. Identitas pilihan dan hak diam berjalan bersamaan.
Maira kembali ke daratan bersama register, bukan bersama Saras. Ia membersihkan garam dari tangannya di dermaga dan baru kemudian memberi tahu pegawai bahwa bukti selamat serta pertemuan berakhir tanpa korban.
Perangkat Saras menerima satu pesan saat sudah berada dalam kantong bukti. Pengirim memakai akun Pengelola Nol yang seharusnya mati setelah Marni ditahan.
Pesannya hanya empat kata.
Nol tertangkap. Mulai Satu.