Permintaan konsultasi tidak dijadikan perangkap tanpa jawaban.
Maira membalas melalui sistem studio bahwa setiap orang boleh memilih nama, tetapi pertemuan harus berlangsung dengan pengacara dan pemeriksaan keselamatan. Ia tidak menjanjikan penghapusan tuduhan atau akses ke token.
Balasan datang satu menit kemudian.
Kalau namaku diperiksa oleh orang yang menjadikanku nol, itu bukan pilihan.
'Dia menganggap semua verifikasi sebagai pengulangan klinik,' kata Maira.
'Tetapi kita tidak dapat menerima identitas hanya dari pernyataan ketika dia memakai banyak wajah,' jawab Nadia.
Mereka menyusun proses berbeda. Sari dapat memilih nama panggilan untuk pertemuan tanpa harus lebih dulu memiliki akta. Biomentrik disimpan pengadilan, bukan Nawasena atau Adiprana. Riwayatnya diperiksa untuk tanggung jawab, bukan untuk memaksanya kembali menjadi AS-000.
Kantor catatan sipil menunjuk petugas yang tidak pernah bekerja di klinik atau kantor lama. Sari berhak melihat setiap kolom sebelum diisi dan menolak pertanyaan tentang orang tua bila memang tidak tahu. Kolom tanggal lahir dapat memakai perkiraan pengadilan tanpa membuat cerita palsu.
Nadia menambahkan bahwa nama pilihan tidak menghapus alias dalam perkara. Berita acara akan menyebut nama yang dipilih, lalu daftar alias hanya untuk menghubungkan bukti. Media diminta tidak memakai Orang Nol sebagai nama utama jika ia hadir.
'Dia mungkin memakai proses ini untuk tampak sebagai korban dan menghindari penahanan,' kata seorang petugas.
'Hak atas nama tidak bergantung pada apakah seseorang bersalah,' jawab Nadia. 'Penahanan bergantung pada bukti tindakannya.'
Sari tidak langsung menerima. Ia mengirim satu halaman register saksi marina yang belum dimiliki polisi. Halaman itu menunjukkan Damar memerintahkan penutupan kanal barat dengan kode Penerus.
Saksi marina membaca halaman dan mengenali tulisan Sari. Ia mengatakan Sari berada di ruang Damar malam ledakan, memakai wajah operator lain. Setelah perintah dibatalkan, Sari membawa saksi keluar melalui jalur linen.
Saksi menjelaskan Sari pernah menolongnya setelah Damar mengancam keluarga. Sari memberi obat, kamar, dan identitas sementara. Beberapa bulan kemudian, Sari meminta saksi merekam pernyataan yang menyalahkan kerusakan sistem. Ketika ia menolak, akses keluarnya dibatasi.
'Dia menyelamatkan saya dari Damar lalu membuat saya bergantung padanya,' katanya.
Pola itu sama dengan Purnama: perlindungan nyata berubah menjadi kuasa. Keterangan diberikan dalam dua sesi pendek agar trauma tidak dipaksa menjadi kronologi sempurna dalam satu hari.
Ahli tulisan membandingkan halaman kiriman dengan catatan rumah perawatan. Kecocokan tinggi, tetapi tinta dibuat baru. Isi perintah masih perlu log asli.
'Dia menutup kapal lalu menyelamatkan saya,' kata saksi.
'Urutannya harus tepat,' kata Malik. 'Apakah Anda melihat dia memberi perintah atau hanya berada di ruangan?'
'Saya mendengar Damar berkata pakai token. Dia memasukkan sesuatu. Saya tidak melihat layar.'
Kesaksian menempatkan Sari pada akses, belum membuktikan siapa menekan tombol. Malik meminta log token dibandingkan.
Sari mengirim pesan lain. Damar menjual koordinat, tetapi kapal kedua bukan untuk membunuh Bima. Kapal itu membawa arsip yang ingin direbut Marni. Ledakan terjadi ketika dua pihak bertemu di laut.
Bima diperiksa mengenai kapal kedua. Ia mengaku ada peti register di dalamnya dan ia menyembunyikan fakta tersebut karena beberapa pasien masih hidup. Ia tidak tahu siapa menambahkan bahan bakar atau memicu api.
Bima menyerahkan sketsa posisi dua kapal. Peti berada di bagian depan perahu kedua, sementara bahan bakar tambahan ditemukan dekat mesin menurut foto yang ia simpan. Bila api dimulai dari mesin, pelaku mungkin ingin menghancurkan seluruh kapal. Bila dari peti, arsip adalah sasaran.
Ahli kebakaran meminta sisa kapal diperiksa ulang. Penyelidikan lama hanya mencari bahan peledak di kapal Bima. Potongan perahu kedua tersimpan di gudang marina dan belum dianalisis terpisah.
Rendra mengetahui peti ada, tetapi mengira berisi dokumen bisnis. Ia tidak diberi lokasi atau daftar pasien. Kebohongan Bima membuat kakaknya menilai risiko dengan informasi salah, tanpa menghapus keputusan Rendra kemudian menyembunyikan transponder.
'Mengapa baru sekarang?' tanya Malik.
'Karena saya terus memilih perlindungan rahasia, bahkan setelah melihat hasilnya.'
Pengakuan memperluas motif ledakan: daftar identitas serta saham, bukan hanya pembunuhan pewaris. Bima tetap bertanggung jawab atas keterangan yang ia tahan.
Maira tidak dilibatkan dalam tawar-menawar koordinat. Ia mempersiapkan ruang konsultasi netral di gedung pengadilan, bukan studio. Satu meja, tiga pintu terlihat, tanpa kamera tersembunyi. Semua perekaman diumumkan.
Rendra meminta tidak hadir. Namanya pada Duda 409 dapat dipakai Sari untuk mengubah pertemuan menjadi pilihan pribadi. Maira setuju karena alasan perkara, bukan karena hubungan mereka harus disembunyikan.
Aira mengirim satu pesan untuk Sari melalui pengacara: Aku pernah hidup tanpa nama dan tetap bertanggung jawab ketika memakai nama orang lain. Kau berhak memilih nama, bukan bebas dari pilihanmu.
Sebelum mengirim, Aira membaca kalimat kepada pendamping. Ia memastikan tidak membuka lokasi atau mengaku mewakili seluruh korban. Pesan dicatat sebagai komunikasi pribadi yang disetujui, bukan taktik interogasi.
Bima meminta menambahkan permintaan agar Sari menyerahkan diri. Aira menolak. Hubungannya dengan Sari tidak akan kembali disampaikan melalui keputusan Bima. Ia mengirim hanya kalimatnya sendiri.
Setelah itu Aira mengajukan jadwal kunjungan kedua kepada Bima. Tujuannya membahas apakah mereka ingin menunggu proses akta baru. Kirana mengingatkan mereka dapat menunda tanpa status menggantung menjadi kewajiban.
Sari membalas bahwa Aira belum bebas karena masih menunggu Bima. Aira tidak menjawab. Orang asing tidak berhak menentukan apakah keputusannya belum selesai berarti ia masih diperbudak.
Sehari sebelum pertemuan, sebuah video muncul di tiga akun media. Maira terlihat duduk di ruang konsultasi dan mengaku merencanakan perkawinan palsu bersama Bima. Suara, wajah, dan pakaian tampak meyakinkan.
Akun pertama milik portal berita kecil yang menerima file anonim. Akun kedua dibuat baru. Akun ketiga milik mantan pegawai hotel yang kata sandinya bocor. Tidak semua penyebar mengetahui video palsu, tetapi portal pertama tidak melakukan verifikasi sebelum menerbitkan.
Dalam dua puluh menit, potongan tanpa konteks menyebar lebih luas daripada file asli. Beberapa versi menambahkan teks bahwa Maira ditangkap. Polisi tidak meminta semua platform menghapus kritik; mereka menandai file sumber sebagai barang bukti dan meminta label manipulasi setelah analisis awal.
Maira mengetahui video dari Ningsih, bukan media. Ia menonton bersama pengacara satu kali. Gerak mulut hampir sempurna, tetapi dirinya dalam video menyentuh dokumen tanpa sarung tangan setelah baru menangani kertas basah. Penerus meniru wajah, bukan disiplin kerja.
Video menggunakan latar ruangan yang belum pernah dipakai. Hanya denah pengadilan yang mengetahui warna dinding. Kebocoran berasal dari kontraktor atau simulasi digital.
Dalam rekaman, Maira mengatakan ia membiarkan Aira memakai namanya agar saham kembali ke keluarga Savitri. Ia menuduh Rendra membantu menyembunyikan Bima demi keuntungan.
Media menyebarkannya sebelum forensik selesai. Bank membekukan rekening operasional studio, klien menelepon meminta dokumen kembali, dan orang berkumpul di depan pintu.
Nadia menambah penjagaan tanpa memindahkan Maira ke rumah Adiprana. Maira memilih tinggal sementara di apartemen aman milik lembaga korban, bukan milik Rendra atau Bima. Tempat itu memiliki penghuni lain dan aturan yang sama untuk semua.
Rendra mengetahui lokasi tidak diberikan kepadanya. Ia tidak memprotes. Ia hanya mengirim nomor pengacaranya melalui kanal resmi jika bukti perusahaan dibutuhkan.
Sari mengirim satu pesan pribadi.
Kalau kau dapat membuktikan wajah ibumu palsu, buktikan wajahmu sendiri juga palsu.