Maira membaca judul Proyek Duda 409 tanpa memandang Rendra.
Keping G masih berada di laboratorium. Perintah yang memuat nama mereka dibuat dua jam setelah Maira mengizinkan Rendra masuk ke ruang konsultasi baru. Sistem mengetahui pilihan pribadi yang tidak diumumkan kepada siapa pun.
'Siapa yang mendengar percakapan kami?' tanya Maira.
Nadia meminta studio ditutup sementara, tetapi tidak mengeluarkan pegawai sebelum menjelaskan ancaman. Perangkat penyadap ditemukan di punggung map audit yang dibawa Rendra. Bentuknya setipis benang dan memakai baterai dari label suhu dokumen.
Pegawai diminta menaruh tas di tempat masing-masing sampai pemindaian selesai. Mereka boleh menelepon keluarga dan didampingi pengacara. Tidak ada pemeriksaan tubuh tanpa persetujuan. Dua alat asing ditemukan pada stopkontak serta pemancar alarm, tetapi keduanya milik vendor keamanan dan tercatat.
Ningsih mengingat map audit sempat diletakkan di meja depan selama empat menit ketika kurir meminta tanda terima. Seorang pengunjung berkacamata berdiri dekat meja, mengaku menunggu konsultasi akta. Buku tamu mencatat nama pasien AS-408 yang sudah meninggal. Wajah pada kamera adalah milik perempuan lain dari daftar korban.
Maira menutup konsultasi hari itu dengan tetap membayar pegawai. Ia mengirim pemberitahuan kepada klien bahwa berkas mereka tidak hilang, tetapi kemungkinan kamera ruangan disadap sedang diperiksa. Menjaga reputasi studio tidak boleh dilakukan dengan menyembunyikan risiko dari orang yang mempercayakan dokumen.
Map berasal dari kustodian pengadilan. Rendra menerimanya dalam keadaan tersegel dan tidak membuka sampai tiba di studio. Rantai penyerahan melibatkan kurir negara, petugas meja, auditor, serta staf hotel. Tidak ada alasan langsung menuduh orang yang membawa map.
Rekaman perangkat hanya menyimpan kata boleh, masuk, dan nama Rendra. Algoritma menganggap izin memasuki ruangan sebagai bukti Maira memilih hubungan. Ia kemudian menggabungkan data itu dengan artikel lama mengenai kedekatan mereka.
Artikel tersebut berasal dari peliputan sidang dan memotong foto ketika Rendra menyerahkan payung. Sistem memberi nilai pada tatapan, jarak tubuh, serta frekuensi nama mereka disebut bersama. Tidak ada satu pun unsur yang membuktikan hubungan atau persetujuan hukum.
Ahli etika data menjelaskan program sengaja mencari keputusan informal karena dokumen resmi lebih mudah dibantah. Ucapan masuk, satu perjalanan bersama, atau kontak darurat dapat dipakai membangun narasi bahwa target telah memilih wali.
'Mereka mengubah kebiasaan manusia menjadi tanda tangan,' kata Maira.
Ia meminta laporan menyebut algoritma sebagai alat pelaku, bukan pelaku itu sendiri. Seseorang memilih variabel, memasang penyadap, dan memutuskan hasil apa yang dianggap menguntungkan.
'Mesin ini tidak memahami persetujuan,' kata Maira. 'Ia mengambil satu kata dan mengubahnya menjadi kontrak.'
Pengacara menyusun pemberitahuan bahwa tidak satu interaksi pribadi Maira dapat menjadi dasar warisan, pernikahan, atau kuasa tanpa dokumen baru yang ia tandatangani di hadapan penasihat independen. Rendra menandatangani pengakuan bahwa ia tidak memiliki hak atas studio, identitas, atau klaim Maira.
Pemberitahuan dikirim ke bank, catatan sipil, kantor pertanahan, dan direksi hotel. Dua lembaga menolak karena tidak memiliki kategori pencegahan dokumen palsu sebelum transaksi terjadi. Pengacara mengajukan penetapan darurat agar mereka wajib menambahkan tanda verifikasi.
Maira menolak membekukan seluruh asetnya. Studio harus membayar sewa dan gaji. Rekening operasional dipisahkan dari aset pribadi, dengan dua persetujuan pegawai untuk transaksi besar. Perlindungan dirancang agar hidupnya tetap berjalan, bukan menjadikannya tahanan dari namanya sendiri.
Rendra meminta perlindungan serupa untuk dokumen yang mungkin menghubungkannya dengan Duda 409. Ia menunjuk pengacara berbeda dari Maira supaya keputusan mereka tidak dianggap satu kesepakatan tersembunyi.
'Aku bisa berhenti menemuimu sampai perkara ini selesai,' katanya.
'Kalau aku meminta itu, kau berhenti. Aku belum meminta.'
'Aku tidak ingin pilihanku membuatmu terancam.'
'Dan aku tidak mau ancaman mereka membuat pilihan untukku.'
Maira meminta pembicaraan berhenti di sana. Batas tersebut lebih penting daripada menjadikan perlawanan sebagai pengakuan cinta.
Forensik memeriksa waktu pembuatan Duda 409. Judul dibuat dari templat yang sama dengan Proyek Janda, tetapi susunan kodenya lebih baru. Bagian calon pemegang muncul sesudah suara dari studio diterima. Bagian aset masih kosong. Program menunggu dokumen Maira yang dapat ditempelkan.
Ada empat kolom yang belum terisi: hubungan legal, keadaan pemilik, aset sasaran, dan saksi pengesah. Sistem sudah mengusulkan Hadi sebagai pengesah karena sertifikat lamanya aktif. Hadi sedang ditahan pemeriksaan, tetapi tanda tangannya dapat diterbitkan tanpa kehadiran.
Kolom saksi menampilkan Danu dan Lestari. Satu hidup tetapi kepentingannya bertentangan; satu meninggal tetapi sertifikat restorasinya belum dicabut. Program tidak memilih orang tepercaya. Ia memilih nama yang pernah dekat dengan Maira dan masih dapat dipakai sistem.
Nadia memerintahkan sertifikat keduanya ditandai tanpa menghapus log. Danu diberi tahu namanya dipakai dan diminta menyerahkan perangkat tambahan. Ia tidak mendapat akses melihat draf lengkap.
Sasarannya belum tentu kematian fisik. Sistem mempunyai pemicu kematian legal, ketidakmampuan, kehilangan kontak, dan sengketa identitas. Dengan satu permohonan palsu, Maira dapat dinyatakan tidak mampu mengelola studio lalu Rendra dibuat sebagai wali yang tampak ia pilih.
Rendra menyerahkan seluruh surat kuasa keluarganya untuk diperiksa. Tidak ada dokumen Maira. Namun kantor CEO memiliki templat perwalian yang pernah dipakai Laras saat sakit. Templat itu dapat mengganti nama serta aset tanpa tanda tangan baru bila token pendiri menyetujui.
Laras mengakui templat dibuat agar hotel tetap berjalan selama operasinya. Ia tidak membatasi penggunaannya pada dirinya sendiri.
'Saya selalu membuat jalan darurat,' katanya.
'Dan tidak pernah memastikan jalan itu ditutup setelah Anda lewat,' jawab Malik.
Token pendiri dibekukan. Rapat perusahaan tidak dapat menunjuk wali baru tanpa pengadilan. Pegawai hotel diberi prosedur manual supaya gaji dan layanan tidak berhenti.
Ahli melacak perangkat penyadap pada map. Nomor produksi mengarah ke bengkel alat konservasi yang memasok Studio Aksara Pulih. Pesanan dibuat atas nama Maira melalui akun lama Danu. Barang diambil seseorang memakai wajah pegawai studio bernama Ningsih.
Ningsih berada di studio sepanjang hari dan tidak pernah mengambil barang. Bengkel hanya memeriksa wajah melalui layar. Rekaman tubuh menunjukkan perempuan pendek tanpa cedera bahu, cocok akses Gendis yang belum terpetakan.
Sidik di formulir pengambilan tertutup lapisan silikon. Di bawah tinta terdapat tekanan tulisan tangan kiri: P-0.
Kode itu muncul pada akun yang memberi instruksi pembayaran kepada Damar. Akun menyebut dirinya Pengelola Nol, pemilik jalur sebelum semua penerus.
Alamat jaringan terakhir Pengelola Nol berada di kantor lama catatan sipil yang mengesahkan kematian Bima.
Sebelum masuk, inspektur memeriksa siapa pemilik gedung, siapa membayar listrik, dan apakah masih ada arsip warga yang sah. Banjir memindahkan kantor resmi, tetapi ribuan map lama tidak pernah direlokasi. Penggeledahan harus melindungi orang-orang yang tidak terkait perkara.
Perusahaan listrik menunjukkan tagihan dibayar otomatis melalui anak usaha Nawasena. Nama pelanggan belum berubah sejak Yudhistira memimpin kantor. Jalur internet tersembunyi memakai kontrak vendor pemerintah yang seharusnya berakhir lima tahun lalu.
Malik meminta server negara tidak dimatikan dari jauh. Salinan lalu lintas dibuat dulu, sedangkan tim fisik bersiap bersama petugas kebakaran karena gedung rusak dan kabelnya lembap.
Gedung tersebut kosong sejak banjir, tetapi listrik satu ruang masih dibayar Nawasena Properti.