Fasilitas perlindungan Bima dikosongkan satu sayap dalam waktu sebelas menit.
Bima dipindahkan melalui jalur berbeda dari staf medis. Dokter yang membawa tas tidak ikut kendaraan yang sama. Petugas memeriksa setiap ruang, tetapi tidak menyita obat pasien lain tanpa daftar dan saksi.
Pembaca token di pelapis tas bukan alat peledak atau perekam suara. Ia mengirim permintaan pendek melalui jaringan monitor medis, memeriksa status hukum Maira, lalu menunggu instruksi. Sinyalnya hanya aktif ketika tas berada kurang dari dua meter dari Bima.
Ahli menguji alat memakai ruang tiruan. Gelang pasien Bima memiliki cip identifikasi yang membangunkan pembaca, sedangkan kamera wajah mengirim konfirmasi kedua. Jadi penyusup mengetahui nomor gelang dan jadwal dokter, tetapi tidak harus mengetahui alamat fasilitas lebih dari beberapa jam sebelum pengiriman.
Nomor gelang dibuat di lokasi oleh petugas negara. Log menunjukkan datanya dicetak dua kali. Cetakan pertama sah untuk pergelangan Bima. Cetakan kedua dikirim ke printer gudang lalu dibatalkan. Kertasnya tidak ditemukan di tempat sampah tersegel.
Petugas gudang bernama Seno mengaku printer macet dan ia membuang satu label ke kotak pemusnahan. Kotak diambil vendor kebersihan sebelum alarm. Malik tidak menuduh Seno menjual data, tetapi menyita daftar pekerja yang mengangkut kotak dan menutup celah pencetakan ulang.
'Lokasi aman tidak gagal hanya di pintu,' kata Malik kepada pengawas fasilitas. 'Ia gagal ketika benda kecil dianggap tidak penting.'
'Apakah tubuh saya pemicunya?' tanya Bima saat diperiksa di lokasi baru.
'Mungkin gelang pasien, mungkin wajah pada kamera, mungkin jadwal pemeriksaan,' jawab Malik. 'Kami belum tahu.'
Bima menawarkan seluruh perangkatnya. Malik mengingatkan bahwa kerja sama tidak memberinya akses ke rincian perlindungan Maira atau Aira. Ia menerima batas itu dan menandatangani daftar barang.
Dokter bernama Rafi Prabawa telah bekerja untuk negara selama delapan tahun. Tas medis diberikan kepadanya pagi itu oleh gudang fasilitas setelah ritsleting tas lama rusak. Kamera mendukung keterangannya. Ia tetap lupa melakukan pemeriksaan segel pengganti sebelum membawa tas ke ruang Bima.
Rafi juga melaporkan Bima menolak satu obat karena kemasannya berbeda dari hari sebelumnya. Pemeriksaan menemukan obat benar dan pergantian merek tercatat. Kewaspadaan Bima tidak menemukan alat di tas karena pembaca tertanam di antara dua lapis kain tanpa tonjolan.
Bima mengalami sesak ringan selama pemindahan. Tim baru menstabilkannya sebelum wawancara. Malik tidak menjadikan kondisi medis sebagai alat agar ia bicara cepat. Semua pertanyaan dihentikan ketika dokter pengganti meminta istirahat.
Dalam jeda, Bima bertanya apakah Maira menjadi sasaran langsung. Petugas hanya menjawab bahwa perlindungan terkait telah ditinjau. Ia tidak diberi lokasi, nomor, atau keputusan kedua saudari. Ketidaktahuan kali ini merupakan batas yang sah, bukan rahasia keluarga yang ia kendalikan.
'Saya melihat label inventaris dan menganggap sudah diperiksa,' katanya.
Kelalaian dicatat. Tidak ada bukti Rafi mengetahui alat di pelapis, sehingga ia tidak ditahan. Ia dibebastugaskan dari lokasi Bima sampai pemeriksaan selesai dan diberi pendamping karena identitasnya mulai bocor di media.
Tas berasal dari Sentra Lindung Medika, vendor yang memasok perlengkapan ke enam fasilitas pemerintah. Nomor serinya semula dialokasikan ke klinik umum, lalu dipindahkan ke fasilitas perlindungan melalui pesanan pengganti. Perubahan disetujui petugas pengadaan vendor bernama Keisha Wardani.
Kontrak Sentra Lindung diperoleh melalui tender dua tahun lalu. Nilainya tidak paling murah, tetapi perusahaan menjanjikan rantai produksi lokal. Audit menemukan sebagian tas sebenarnya dibuat bengkel yang sama dengan pelapis wajah Aditya, lalu diberi label baru di gudang vendor.
Direktur Sentra Lindung mengatakan tidak tahu subkontrak tersebut. Tanda tangannya ada pada laporan kunjungan bengkel, tetapi jadwal penerbangan menunjukkan ia berada di luar negeri. Keisha memakai sertifikat digital direktur melalui komputer kantor bersama. Direksi tetap diminta menjelaskan mengapa satu sertifikat dapat dipakai tanpa konfirmasi kedua.
Enam fasilitas menerima pemberitahuan tertutup. Mereka mengganti tas, memeriksa monitor, dan menjaga layanan pasien berjalan. Identitas Bima tidak disebut. Dua fasilitas menemukan konektor asing yang belum aktif, membuktikan jalur mungkin disiapkan untuk target lain.
Keisha tidak masuk kerja sejak pagi. Apartemennya kosong, paspor tertinggal, dan rekening tidak menunjukkan pembelian perjalanan. Tetangga melihatnya membawa koper kecil ke mobil laundry malam sebelumnya.
Di apartemen tidak ada tanda perlawanan. Lemari pakaian masih penuh, makanan ada di kulkas, dan obat nyeri bahu tertinggal. Keisha membawa satu album keluarga serta uang tunai kecil. Itu dapat berarti ia pergi tergesa atau ingin terlihat pergi tergesa.
Pesan terakhirnya kepada adik hanya berbunyi jangan tunggu di halte biasa. Adik dipindahkan ke tempat aman dan diwawancarai dengan pendamping. Ia mengatakan Keisha beberapa minggu terakhir sering terbangun karena panggilan tanpa suara dan takut ada wajahnya di tempat yang tidak pernah ia datangi.
Nadia meminta media tidak memuat foto keluarga. Mencari Keisha tidak memerlukan menjadikan adiknya umpan.
Foto kepegawaian Keisha asli. Wajahnya tidak sama dengan Gendis, tetapi tinggi, tangan kiri dominan, dan bahu kanannya pernah dioperasi. Ciri geraknya mendekati perempuan di gudang pemakaman. Nadia menyebutnya orang yang perlu ditemukan, bukan langsung Gendis ketiga.
Riwayat Keisha menunjukkan ia pernah menjadi teknisi kontrak di hotel Adiprana saat Kamar 408 direnovasi. Galih menandatangani kontrak perusahaan induknya, sedangkan Damar menyetujui pemeriksaan keamanan. Keisha berada di dua jalur yang seharusnya terpisah.
Sentra Lindung menyerahkan daftar pengiriman. Dua belas tas dari kelompok yang sama sudah tersebar. Tim menariknya tanpa menyebut Bima. Sebelas bersih. Satu tas di klinik pesisir memuat ruang jahitan kosong dengan ukuran pembaca token.
Klinik itu pernah menangani pasien Purnama. Kepala klinik mengatakan Keisha datang sebulan lalu untuk audit dan meminta rekaman suara pasien sebagai pengujian sistem panggilan. Ia ditolak, tetapi sempat berada di gudang tanpa pengawasan.
Nadia memeriksa akun Keisha. Surel kerjanya terhubung ke alamat pemulihan Gendis Kurnia. Akun dibuat setelah Gendis berhenti dari Adiprana, seolah identitas lama menyerahkan jalur kepada nama baru.
Namun sidik Keisha dari arsip imigrasi tidak cocok jejak token M. Ia bukan perempuan yang menyentuh liontin Lestari di rumah sakit, atau setidaknya tidak memakai tangan tanpa pelapis.
Pembaca dalam tas memiliki satu catatan pasangan terakhir. Nomor token cocok keping G yang hilang. Waktu pasangannya tiga hari lalu, di pusat pencucian kain yang melayani fasilitas perlindungan.
Perusahaan laundry bernama Bersih Lintas. Subkontraknya melewati Purnama Linen, jalur yang pernah memindahkan Bima dari Unit Utara.
Malik meminta operasi tidak dilakukan terburu-buru. Pusat laundry mempekerjakan seratus dua puluh orang dan membersihkan kain rumah sakit setiap malam. Menutupnya tanpa pengganti dapat membuat ruang operasi kekurangan linen.
Manajemen negara menyiapkan vendor darurat, lalu petugas masuk pada pergantian sif. Pekerja dikumpulkan di aula dengan akses pengacara serikat. Keisha tidak ditemukan.
Daftar sif menunjukkan dua pekerja tambahan masuk memakai kartu sementara atas persetujuan Keisha. Keduanya menggunakan identitas orang yang sudah berhenti. Kamera hanya menangkap masker dan topi. Mereka menangani troli perlindungan selama enam menit sebelum meninggalkan gedung lewat pintu bahan kimia.
Pekerja tetap mengaku kartu sementara sering dibuat saat pesanan meningkat. Manajer menyimpan PIN penerbitan di papan jadwal. Kebiasaan itu dibekukan, tetapi pekerja tidak kehilangan upah selama audit. Sistem yang buruk dibangun oleh keputusan manajemen, bukan hanya kepatuhan orang pada sif malam.
Kamera memperlihatkan mobil laundry yang dilihat tetangganya tiba pukul dua dini hari. Keisha keluar membawa koper, mengganti pakaian menjadi seragam pengemudi, lalu memasukkan sesuatu ke jahitan troli bertanda jalur perlindungan.
Troli sudah dikirim kembali ke fasilitas Bima pagi tadi, tetapi tidak pernah tiba di gudang.
Pelacaknya masih bergerak menuju pesisir.