Penjaga pantai mengejar pemancar tanpa membawa nama keluarga Adiprana dalam saluran umum. Sinyalnya bergerak tujuh knot, terlalu lambat untuk feri dan terlalu stabil untuk telepon yang dibuang ke laut.
Kapal patroli menemukan pelampung penelitian dengan pemancar serta telepon terikat di bawahnya. Perangkat memutar panggilan melalui jaringan radio. Tidak ada manusia di sekitar.
Suara Bima dapat direkam di tempat lain lalu diteruskan. Namun tanggapannya terhadap kalimat Maira terjadi tanpa jeda panjang, sehingga seseorang mendengarkan percakapan langsung.
Pelampung menyimpan baterai untuk enam jam dan kuitansi pembelian dari toko nelayan. Penjual mengingat pembeli berjaket abu-abu, wajahnya tertutup kain karena luka matahari. Ia datang bersama remaja laki-laki yang memanggilnya Pak Bima.
Polisi mencari remaja sebagai saksi tanpa menyebarkan fotonya. Identitas anak tidak boleh diumumkan hanya untuk memperkuat dugaan orang dewasa.
Ahli suara menemukan batuk, napas, dan perubahan nada konsisten dengan Bima pada video Karang Hening. Peluang pemalsuan menurun, tidak hilang.
Sementara tim laut mencari sumber relay, Hadi menyerahkan daftar kewenangan yang aktif setelah dirinya dicatat sebagai Ayu Legal. Delapan belas dokumen menunggu persetujuan: tiga kematian, lima perubahan nama, dua aset, tujuh surat perjalanan, dan satu pembatalan perkawinan.
Dokumen pembatalan menyebut Maira serta Bima, bukan Aira. Jika Hadi menekan setuju, catatan akan menyatakan Maira pernah menikah lalu bercerai dari Bima, tetap mempertahankan kebohongan dasar.
'Siapa yang menyiapkannya?' tanya Maira.
'Akun Dara Kusuma.'
'Aditya?'
'Mungkin. Portal tidak meminta wajah penulis.'
Pengadilan membatalkan antrean sebelum dieksekusi. Tiga orang yang hendak dibuat mati diberi perlindungan karena kemungkinan sedang diburu. Perubahan nama yang benar dipindahkan ke proses resmi agar pembekuan tidak menghentikan pemulihan sah.
Hadi ditetapkan sebagai tersangka pengesahan tanpa pemeriksaan pada beberapa akta lama dan penghalangan terbaru. Statusnya sebagai orang yang diancam dipertimbangkan terpisah. Ia menyerahkan izin praktik sementara, tetapi belum ditahan karena bekerja sama dan tidak terbukti akan melarikan diri.
Kantornya ditempatkan di bawah pengawas. Klien biasa tetap dapat mengambil dokumen melalui notaris pengganti, sedangkan protokol Purnama disegel. Penindakan terhadap Hadi tidak boleh membuat ratusan orang kehilangan akses akta yang tidak berkaitan.
Hadi juga menghubungi sembilan belas pemilik identitas melalui kustodian, bukan langsung. Beberapa mungkin tidak ingin orang yang mengesahkan dokumen palsu mengetahui alamat mereka.
'Saya pikir memegang peran Ayu memberi saya kesempatan menutupnya dari dalam,' katanya kepada Maira.
'Menutup sistem bukan menempatkan dirimu pada kursi tertinggi.'
'Saya tahu sekarang.'
'Kata itu selalu datang setelah akibatnya.'
Hadi menunduk.
Aira mengajukan permohonan baru ke pengadilan. Ia meminta akta yang memakai nama Maira dinyatakan cacat, lalu hubungan faktualnya dengan Bima diperiksa melalui video, saksi, dan niat mereka. Ia tidak melepaskan saham, tetapi berhenti memakai status Maira sebagai dasar.
Maira mengajukan permohonan terpisah untuk mencabut semua akibat akta dari catatan pajak, bank, dan izin usahanya. Kedua perkara dapat berjalan tanpa salah satu saudari menjadi lawan pribadi yang harus dikalahkan.
Hakim menggabungkan pemeriksaan bukti, bukan tuntutan mereka. Pemisahan tersebut menjaga hak Aira mencari pengakuan dan hak Maira menolak perkawinan palsu.
'Kalau pengadilan memutus aku bukan istri, aku mungkin tidak mendapat apa pun,' katanya kepada Maira.
'Namamu tetap ada.'
'Aku sedang belajar percaya bahwa itu tidak dapat diambil lagi.'
Maira bersedia menjadi saksi bahwa Aira berada dalam video perkawinan. Ia tidak bersaksi tentang cinta Bima atau maksud warisan karena tidak mengetahuinya.
Kirana mengatur agar kedua saudari menandatangani pernyataan terpisah. Tidak ada tanda tangan saling menggantikan.
Rendra tiba di Teluk Aruna setelah Nadia meminta dirinya mengenali daftar akses baru. Ia tidak mendatangi hotel Maira. Pertemuan berlangsung di kantor polisi dengan catatan terbuka.
Salah satu surat perjalanan dalam antrean Hadi menggunakan token kantor CEO lama dan tujuan Klinik Bahari Selatan. Rendra mengenal fasilitas itu sebagai tempat rehabilitasi awak kapal, dijual Adiprana delapan tahun lalu kepada yayasan kesehatan.
Yayasan pembelinya adalah cabang Purnama yang tidak muncul dalam tiga buku Unit Utara.
'Mengapa penjualannya tidak ada pada daftar aset?' tanya Nadia.
'Karena harganya nol. Tanah diserahkan untuk tanggung jawab sosial.'
'Siapa menyetujui?'
'Ayahku dan Galih. Aku baru menjadi direktur operasi saat itu dan menandatangani saksi serah terima.'
Rendra tidak menyembunyikan tanda tangannya. Ia memberikan akta lengkap, termasuk lampiran yang selama ini berada di arsip luar kantor.
Lampiran menyebut hak beli kembali jika klinik berhenti melayani awak. Klausul tersebut memberi Adiprana akses inspeksi, tetapi tidak hak mengelola pasien. Galih pernah menggunakan akses dua kali setelah Bima hilang.
Galih berkata ia hanya menilai properti. Kamera tol menempatkannya menuju klinik, tetapi tidak menunjukkan ia masuk. Pemeriksaan harus dilanjutkan.
Tim bergerak ke Klinik Bahari Selatan pagi berikutnya. Bangunannya masih aktif dengan dua belas pasien rehabilitasi. Direktur klinik mengizinkan pemeriksaan setelah surat ditunjukkan dan meminta identitas pasien tidak direkam sembarangan.
Nama Bram Pradana tidak ada. Nama Bima Adiprana juga tidak.
Pada sistem lama terdapat pasien kode AS-24 yang tiba tiga hari lalu untuk perawatan luka kronis. Ia membayar tunai, menolak difoto, lalu pergi sebelum malam setelah menerima satu amplop dari kurir.
Dokter yang memeriksanya mencatat fungsi paru menurun dan bekas luka konsisten dengan ledakan bahan bakar. Pasien mengetahui istilah medis sendiri serta menolak obat penenang karena pernah diberikan tanpa persetujuan.
Ia bertanya apakah rumah sakit menyimpan DNA. Setelah diberi tahu sampel darah hanya untuk pemeriksaan dan dapat dimusnahkan, ia tetap menolak pengambilan. Tidak ada darah baru untuk pembanding.
Kamera parkir menangkap wajahnya selama empat detik. Tidak ada masker, layar, atau pantulan. Ahli membandingkan titik wajah dan bekas luka dengan Bima. Kecocokannya tinggi.
Pasien meninggalkan cangkir dengan sidik penuh. Laboratorium lapangan mencocokkannya dengan sidik Bima pada paspor serta kamar masa kecil.
Untuk pertama kali, bukti fisik baru menempatkan Bima hidup tiga hari lalu tanpa bergantung pada wajah digital.
Nadia menyampaikan temuan kepada keluarga melalui pertemuan terpisah. Selena meminta lima menit sendiri sebelum memberikan daftar tempat yang mungkin didatangi Bima. Laras ingin mengumumkan bahwa cucunya hidup, tetapi pengadilan melarang sampai keselamatan dinilai.
Rendra tidak meminta ikut pencarian lapangan. Ia menyerahkan sampel pembanding dan riwayat medis, lalu menunggu instruksi seperti saksi lain.
Ia pergi memakai kendaraan umum menuju stasiun kecil. Tiketnya dibeli dengan nama sendiri dan tujuan Jakarta.
Nadia memeriksa kamera stasiun. Bima terlihat naik kereta malam, sendirian, membawa amplop cokelat.
Kereta itu tiba di Jakarta pagi tadi.
Di kamera peron tujuan, Bima tidak pernah keluar.
Petugas kereta memastikan tidak ada penumpang tertinggal. Satu pintu servis terbuka saat kereta berhenti di depo sebelum peron, tetapi kameranya sedang dirawat. Jejak Bima kembali berakhir pada celah yang hanya diketahui orang dengan akses operasional.