Pagi setelah pengambilan barang, Cinta mengirim pesan kepada Patrick bahwa semua kotak sudah sampai dengan baik. Ia mengucapkan terima kasih atas bantuannya. Patrick menjawab ia senang bisa membantu dan bertanya apakah Cinta ingin ia mengambil barang lain nanti. Cinta berkata belum ada rencana dan akan menghubungi jika perlu.
Patrick tidak meminta tanggal atau membujuknya untuk bertemu lagi. Ia membalas bahwa ia mengerti. Cinta menyimpan ponsel dan melanjutkan menyortir barang. Ia memisahkan dokumen yang perlu diarsipkan dari naskah, lalu menaruh buku kerja di rak. Ia bekerja perlahan, membuka satu kotak saja, kemudian beristirahat.
Di antara kertas, ia menemukan catatan lama tentang ide novel. Ada beberapa kalimat yang tidak lagi ia ingat pernah tulis. Ia membaca satu paragraf keras-keras dan menyadari tokohnya dulu memiliki sifat yang lebih keras daripada versi sekarang. Ia tersenyum dan menyimpan catatan itu. Mengambil barang dari apartemen lama juga berarti menemukan bagian dirinya yang masih ingin ia bawa, bukan hanya benda yang rusak.
Anna menelepon dan bertanya bagaimana prosesnya. Cinta menceritakan bahwa Patrick menemaninya mengangkat kotak. Anna bertanya apakah ia merasa baik-baik saja setelah itu. Cinta menjawab iya dan menegaskan bantuan tersebut praktis. Anna tidak menggoda atau menyiratkan bahwa Patrick kini berhak mendapat sesuatu. Ia hanya mengatakan senang Cinta bisa meminta bantuan saat membutuhkannya.
***
Sore itu, Patrick mengirim pesan bahwa ia berharap Cinta tidak merasa berkewajiban membalas bantuannya. Cinta menjawab bahwa ia tidak merasa demikian dan mengapresiasi ia telah menghormati batas. Patrick berkata ia ingin belajar menjadi teman yang dapat diandalkan tanpa mengharapkan balasan. Cinta membalas bahwa konsistensi akan lebih berarti daripada janji, lalu mengakhiri percakapan dengan sopan.
Ia tidak merasa perlu menyampaikan kalimat itu sebagai ancaman. Ia hanya ingin jujur. Patrick pernah melanggar batas dan meremehkan hubungannya dengan Charles. Satu hari membantu tidak menghapusnya. Namun tindakan hari ini menunjukkan bahwa ia bisa menerima arahan dan tidak mendesak lebih jauh. Cinta akan mengamati bagaimana hubungan mereka berjalan.
Malamnya, ia makan bersama Anna melalui panggilan video. Mereka berbicara tentang resep dan buku, lalu tertawa ketika salah satu dari mereka salah menyebut judul film. Cinta merasa bisa menikmati kedekatan dengan Anna tanpa membahas orang lain. Persahabatan bukan ruang tunggu untuk hubungan romantis.
Ia menulis beberapa baris di jurnal: ‘Aku boleh menerima bantuan dan tetap tidak berutang kedekatan.’ Ia membaca ulang kalimat itu dan menutup jurnal. Ia tidak perlu mengulangnya kepada Patrick. Perilaku dan keputusan berikutnya akan menunjukkan batas yang sama.
Cinta menemukan satu halaman naskah yang terlipat di antara pakaian. Ia meratakannya dan membaca catatan tangannya. Tulisan itu mengingatkannya bahwa beberapa hal penting berhasil ia bawa ketika harus pergi cepat. Ia tidak merasa bersalah karena barang lain tertinggal. Pada malam itu, keputusan paling penting adalah menjauh dari bahaya. Barang dapat disusul kemudian.
Ia menaruh pakaian ke lemari dan mengelap buku yang berdebu. Satu buku memiliki sampul sobek, tetapi halaman dalam masih utuh. Ia mencatat kondisi tersebut dan menyimpan foto. Ia tidak menganggap kerusakan buku sebanding dengan keselamatan dirinya, namun ia tetap berhak mencatatnya.
Cinta mengirim konfirmasi kepada pengacara mengenai barang yang diterima dan yang belum ditemukan. Ia tidak menyebut Patrick kecuali menjelaskan bahwa ia memilih pendamping. Pengacara mencatat bahwa barang diserahkan tanpa pertemuan dengan Daniel. Cinta meminta konfirmasi penerimaan pesan dan menyimpan balasannya.
Setelah semua selesai, ia duduk di lantai ruang kerja. Ia menulis daftar rasa yang muncul: lelah, lega, sedih, dan sedikit marah karena masih harus mengurus benda-benda yang rusak. Ia tidak mengubah rasa itu menjadi kewajiban untuk menghubungi Patrick. Ia berterima kasih lewat pesan karena Patrick datang tepat waktu dan mengikuti petunjuk.
Patrick menjawab, ‘Sama-sama. Semoga malam ini kau bisa beristirahat.’ Cinta merasa kalimat itu cukup. Ia tidak perlu membalas dengan ajakan makan atau membuktikan bahwa dirinya baik-baik saja. Ia menaruh ponsel dan membuat makanan. Bantuan praktis telah selesai sesuai batas yang ia tentukan.
Ia menyadari bahwa bantuan Patrick memang meringankan pekerjaan, tetapi ia tidak perlu mengubah rasa terima kasih menjadi hubungan yang lebih dekat. Ia bisa mengirim pesan terima kasih, menyebut bahwa bantuan itu berguna, lalu kembali pada hari-harinya. Tidak ada utang tersembunyi.
Ia mengingat hubungan mereka dahulu, saat Patrick membantu namun sering menyelipkan komentar bahwa ia lebih memahami Cinta daripada Charles. Ia merasa bersalah saat menolak ajakannya. Sekarang ia tahu bahwa bantuan yang diberikan tidak membatalkan hak penerima untuk berkata tidak. Ia juga tahu ia dapat berhenti meminta bantuan jika mulai terasa seperti tekanan.
Cinta menulis refleksi itu di jurnal, lalu menutupnya. Ia tidak ingin menjadikan masa lalu alasan untuk curiga pada semua kebaikan. Ia ingin membedakan tindakan sekarang dari pola lama dan memperhatikan apakah perubahan bertahan. Hal itu memberinya sikap terbuka sekaligus waspada, tanpa harus memilih salah satu secara mutlak.
Ia mengirim pesan kepada Patrick bahwa ia sudah membongkar kotak dan menemukan catatan yang dicari. Ia tidak menambahkan ajakan bertemu. Patrick menjawab bahwa ia senang catatan itu kembali. Cinta menutup percakapan dan melanjutkan pekerjaan. Ia merasa persahabatan mereka lebih sehat ketika masing-masing dapat mengakhiri pesan tanpa menafsirkan jeda sebagai penolakan.
Ia tidak harus membuktikan kemandirian dengan menolak semua bantuan. Ia cukup memilih bantuan yang sesuai, mengucapkan terima kasih, dan menentukan sendiri kapan pertemuan berakhir.
Ia mematikan lampu ruang kerja setelah merapikan barang. Hari itu terasa cukup penuh, dan ia memilih beristirahat alih-alih menjadwalkan pertemuan lain.
Ia menghabiskan malam tanpa mengatur pertemuan baru. Ia ingin merasakan bagaimana hubungan itu berjalan setelah bantuan selesai, tanpa tekanan untuk segera membalas perhatian.
Cinta menutup catatan dan beristirahat. Ia merasa cukup dengan percakapan hari itu dan tidak mencari kesimpulan yang lebih besar.
Ia tidak perlu memutuskan semuanya dalam satu tarikan napas. Kesabaran memberinya kesempatan untuk melihat siapa yang sungguh-sungguh bertanggung jawab atas pilihannya.