Mendengar ucapan Fiko yang kelewat asal ceplos, semua orang serentak menatapnya dengan pandangan berbeda-beda. Terutama Sela yang kini menatap Fiko dengan kobaran api cemburu yang begitu besar.
Rasa benci pada Maria begitu tak kendali dalam hatinya. Sela teramat dipenuhi aura suram yang melekat kuat, bahkan Sela tidak tidak ingat kapan tangannya ini melayang menampar pipi Maria.
"SELA!" Fiko membentak Sela. Dia tidak menyangka perempuan yang dia kenal lembut dan sopan ternyata berani menampar Maria. Fiko jelas kecewa atas sikaf Sela barusan, dia taku Maria menolak kembali ajakannya.
Sela menoleh ke arah Fiko yang baru saja membentaknya. Hati yang baru saja retak akibat ajakan Fiko pada Maria, kini semakin hancur akan Fiko yang membentaknya. Sela membuang wajah agar air matanya tidak ter