Dua minggu telah berlalu sejak kunjungan pertama ke lahan di Bogor. Kini, hamparan rumput liar itu telah berubah drastis. Suara mesin excavator dan palu menggantikan kicauan burung sebagai soundtrack harian. Tumpukan bata merah, karung semen, dan balok kayu berserakan rapi di sudut lahan, sementara para pekerja sibuk mendirikan tiang-tiang beton sesuai gambar arsitek.
Bagi Rehan, pemandangan kekacauan yang teratur ini adalah seni. Ia berdiri di tengah lokasi proyek dengan helm safety berwarna putih dan sepatu boots kulit yang kini sudah berdebu, memegang rol gambar desain yang mulai lusuh karena sering dibuka-tutup. Matanya meneliti setiap detail konstruksi dengan ketelitian seorang CEO yang sedang mengaudit laporan keuangan miliaran rupiah. Bedanya, kali ini yang ia audit adalah fondasi