Author POV
Sore itu Mama Freya tidak ke unit. Dia ke parkir basement, dan Jon tidak buka pintu.
Dain di sofa, kaos, kunci di mangkuk, ketika Orl telpon, Lita speaker.
"Mama Freya di basement. Jon tidak buka. Dia minta Dain turun, kekeluargaan, damai, mulut bisa diaturnya. Gue di jalan. Loe jangan turun. Jangan hon. Jangan gerbang. Tante Jesika jangan datang. Pengacara sudah. Loe sofa. Hakim titik. Nama jangan."
Lita, pipi panas, tangan di kusen. "Tidak turun. Tidak kekeluargaan. Tidak damai. Tidak mulut diatur. Sofa. Titik. Jon basement. Kamu monitor. Dain cuci piring." Dain cuci piring. Letta dari kursi. "Om tidak turun. Hakim larang. Tante nenek jangan judul. Diam gratis. Nama nanti."
Orl nanti kabari: Mama Freya pergi, marah, tidak foto yang jadi, satpam catat plat, pengacara pegang. Dain tidak turun. Tidak hon. Tidak gerbang. Tidak cafe. Ponsel di mangkuk.
Pagi sebelum basement, rumah sudah checklist biasa: telur, enam suap, titik, laci tertutup, kunci di mangkuk. Dain tidak tahu Mama Freya akan datang. Ia bantu PR, pelan. Letta ulang titik. Nana aman. Setelah Orl, setelah tidak turun, rumah tidak pecah. Mereka tetap koridor tiga, Lita di kusen, tetangga menunduk. Masuk, rantai. Jesika chat: ibu tahu basement, marah dingin, tidak datang, Dain lulus tidak turun. Gavin: pelan. Dain titik. Lita tersenyum kecil. "Pendek. Tidak turun. Mahal." Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu. Kerja kecil, bukan piala tidak turun. Mereka makan. Telur lulus. Lita enam suap. Dain berdiri. Tidak TV. Letta: "Om tidak turun. Hakim lulus. Nama nanti. Ember ada. Jam masih." Dain berjongkok. "Tidak turun. Nama nanti. Titik."
Malam sebelum ambang, Dain cuci ember, tekan magnet, cek laci tertutup, cek gorden, cek rantai. Letta PR selesai, titik di buku, lidah masuk. Nana aman. Jon sepi. Orl: mama pergi, jangan turun besok juga. Dain tidak turun. Mereka tidak TV. Portal mati. Cukup rumah.
Malam Lita di ambang, lebih kuat, lebih capek.
"Dain. Kamu tidak turun. Itu yang saya beli hari ini. Bukan selesai. Bukan cincin. Beli tidak turun. Mama Freya jual kekeluargaan. Kita tidak beli. Paragraf ada. Sekolah tanya. HRD biasa. Laci tertutup. Nama di kepala saya. Kalau mereka datangi basement lagi, Jon. Kalau judul, pengacara. Kalau mulut sekolah, titik. Kamu sofa. Ember menganggur. Kaos. Magnet tekan. Titik. Jangan senang sampai jadi pesta. Senang kecil: kamu di dapur, bukan di basement. Nama nanti. Bukan malam ini."
"Tidak turun. Tidak beli. Nama nanti. Sofa. Titik." Letta titip barbie. "Hakim lulus om tidak turun. Nama nanti. Jam masih." Dain memejam, basement ditolak, paragraf di dunia, nama di kepala Lita, muka ember, bukan hon, bukan turun. Magnet ditekan. Tidak beli selesai. Beli tidak turun. Beli nama nanti. Kaki menggantung. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik. "Om tidak turun. Bunda titik. Nama nanti. Hakim jaga." Dain tersenyum kecil di gelap, tidak pesta, cek rantai, tekan magnet, lalu tidur sebelum kepala jadi toko.
Siang panjang, panas di balik gorden, rumah tidak buka jendela lebar. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Letta bagi, Dain salah desimal, dibetulkan, pelan, Lita menyela: "Jangan ajar ngegas di soal." Dain pelan. Letta luluskan om. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain cuci ember yang tidak terpakai, keringkan, taruh. Letta membantu berlebihan, Lita: cukup. Ember menganggur bagus. Ponsel di mangkuk bagus. Laci tertutup bagus. Magnet longgar, Dain tekan. Freya tidak chat ke dia. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika cukup chat. Gavin pelan. Orl monitor, jangan buka. Dain tidak buka.
Sore mereka tetap koridor tiga, bukan lima, Lita di kusen, bukan lobby. Tetangga menunduk, satu hampir buka mulut, Dain sudah menunduk lebih dulu. Masuk, rantai, gorden, portal mati. Mereka makan. Telur atau bubur, hakim menimbang, luluskan. Lita makan yang bisa, damai. Dain berdiri atau duduk tanpa kursi kepala. Tidak TV. Tidak radio. Letta tanya pendek, serius, titik. Dain berjongkok, sejajar. "Dekat. Pulang. Titik." Cukup itu tema. Bukan selesai. Bukan piala. Cukup. Dain cuci piring, keringkan, salah letak gelas, Lita komando dari sofa, rumah berbunyi kerja.
Malam sebelum benar-benar tidur, Dain cek ember, cek rantai, cek gorden, cek laci jika ada, cek Lita yang sudah tutup pintu, tidak kunci. Ponsel jauh dari lapar berita. Somasi atau diam atau roster, semuanya bukan izin hon. Jam jelek tetap. Magnet longgar, Dain tekan. Tidak beli selesai. Beli tekan magnet. Beli tidur. Beli tidak kabur. Beli tidak buka grup. Beli titik di mulut Letta. Kaki kadang menggantung, kadang tidak. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik ke barbie, Dain dengar samar, tidak masuk. Hakim jaga. Om pulang. Titik. Dain tersenyum kecil di gelap, tidak pesta, tidak lagu, cek rantai sekali lagi, gerakan bodoh, tekan magnet sekali, lalu memaksa dirinya tidur sebelum kepala jadi toko.
Siang panjang, panas di balik gorden, rumah tidak buka jendela lebar. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Letta bagi, Dain salah desimal, dibetulkan, pelan, Lita menyela: "Jangan ajar ngegas di soal." Dain pelan. Letta luluskan om. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain cuci ember yang tidak terpakai, keringkan, taruh. Letta membantu berlebihan, Lita: cukup. Ember menganggur bagus. Ponsel di mangkuk bagus. Laci tertutup bagus. Magnet longgar, Dain tekan. Freya tidak chat ke dia. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika cukup chat. Gavin pelan. Orl monitor, jangan buka. Dain tidak buka.
Sore mereka tetap koridor tiga, bukan lima, Lita di kusen, bukan lobby. Tetangga menunduk, satu hampir buka mulut, Dain sudah menunduk lebih dulu. Masuk, rantai, gorden, portal mati. Mereka makan. Telur atau bubur, hakim menimbang, luluskan. Lita makan yang bisa, damai. Dain berdiri atau duduk tanpa kursi kepala. Tidak TV. Tidak radio. Letta tanya pendek, serius, titik. Dain berjongkok, sejajar. "Dekat. Pulang. Titik." Cukup itu tema. Bukan selesai. Bukan piala. Cukup. Dain cuci piring, keringkan, salah letak gelas, Lita komando dari sofa, rumah berbunyi kerja.