Author POV
Pagi itu sekolah lebih berisik daripada portal, dan rumah sudah punya skrip.
Dain bangun karena Letta, bukan karena grup wali. Kaos kusut. Ember kosong. Gorden turun. Portal mati. Ponsel di mangkuk. Laci tertutup. Pagi itu rumah berbunyi hakim yang mengulang titik.
"Om, jam masih. Bunda angka. Om masak. Wali tanya. Letta titik. Tidak perut. Tidak nama. Hakim lapar. Kaos. Jangan buka. Titik."
Dain duduk, tidak buka story. Ada Nana: aman. Ada Jon: sepi. Ada Orl: story mereda sedikit, jangan buka. Ada Jesika: ibu tidak ikut video, Dain di kamar. Lita di sofa, kacamata, pipi kuning.
"Tidak mual. Telur, garam sedikit. Video wali, titik, tidak perut, tidak nama, tidak paragraf. Kamu di kamar. Saya nota. Hakim PR. Kita sapu mulut sekolah. Kita tidak lahirkan nama. Nama nanti."
Dain ke dapur, api kecil. Letta hakim, luluskan. Lita enam suap. Dain berdiri. Mereka tidak TV. Dain di kamar saat layar. Letta ulang, pelan, lidah keluar.
"Bunda berobat. Dokter. Istirahat. Titik. Tidak perut. Tidak tumbuh. Tidak adik. Tidak nama. Kalau wali tanya story, Letta ulang titik. Kalau teman tanya tante, Letta diam. Kalau orang tanya om, Letta diam. Diam gratis."
Layar mati. Dain keluar, cuci piring. Lita menutup laptop. "Lulus. Tidak perut. Tidak nama. Tidak paragraf. Bagus. Jangan senang sampai jadi pesta. Senang kecil: titik yang diulang."
Dain ke dapur, api kecil, telur, Letta hakim, Lita enam suap. Mereka tidak TV. Dain hampir portal, Lita tepuk. "Diam. Sekolah bukan izin hon." Siang panjang, panas di balik gorden. Dain bantu PR, salah bagi, dibetulkan, pelan. Lita angka, koreksi satu. Nana: satu pelanggan tanya story, Nana potong, titik. Dain menyapu, Letta meniru. Kerja kecil. Freya tidak chat ke Dain. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika tidak datang, cukup chat. Gavin pelan. Pengacara: jangan masuk grup wali. Dain tidak masuk. Ponsel di mangkuk. Laci tertutup. Ember menganggur. Magnet ditekan. Letta gambar jam jelek baru, lebih jelek, lebih jujur. "Om di kamar. Letta titik. Nama nanti." Dain tekan magnet.
Sore, koridor tiga, Lita di kusen. Tetangga menunduk, satu hampir tanya story, Dain menunduk. Masuk, rantai. Jesika chat: ibu tahu sekolah, marah dingin, tidak datang, nama nanti. Gavin: pelan. Dain titik. Dain cuci piring sisa siang, keringkan, salah letak gelas, Lita komando. Rumah berbunyi kerja. Nana: pelanggan mundur, tidak maksa. Jon: sepi. Orl: jangan masuk grup wali, gue monitor. Dain tidak masuk. Ponsel di mangkuk. Laci tertutup. Ember menganggur. Magnet ditekan. Mereka makan. Telur lulus. Lita enam suap. Letta: "Om dekat. Wali titik. Om di kamar. Nama nanti. Hakim jaga. Ember ada."
"Dekat. Titik. Nama nanti." Dain berjongkok. Cukup rumah. Bukan grup. Bukan hon. Cukup.
Malam Lita di ambang.
"Dain. Sekolah tanya. Hakim titik. Kamu di kamar. Itu kerja. Jangan kamu yang masuk grup wali. Jangan hon. Jangan gerbang. Nama tetap di kepala. Laci tertutup. Sofa. Kaos. Magnet tekan. Titik. Paragraf di dunia, titik di rumah. Kita tahan. Kita sapu. Kita tidak beli judul. Nama nanti. Bukan malam ini."
"Tidak grup wali. Tidak ngegas. Nama nanti. Sofa. Titik." Letta titip barbie. "Hakim lulus titik. Nama nanti. Om kaos." Dain memejam, sekolah berisik, rumah pendek, laci tertutup, nama di kepala Lita, muka ember, bukan hon. Magnet ditekan. Tidak beli selesai. Beli titik. Beli nama nanti. Kaki menggantung. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik. "Wali titik. Om di kamar. Bunda titik. Nama nanti." Dain tidur sebelum kepala jadi toko.
Siang panjang, panas di balik gorden, rumah tidak buka jendela lebar. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Letta bagi, Dain salah desimal, dibetulkan, pelan, Lita menyela: "Jangan ajar ngegas di soal." Dain pelan. Letta luluskan om. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain cuci ember yang tidak terpakai, keringkan, taruh. Letta membantu berlebihan, Lita: cukup. Ember menganggur bagus. Ponsel di mangkuk bagus. Laci tertutup bagus. Magnet longgar, Dain tekan. Freya tidak chat ke dia. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika cukup chat. Gavin pelan. Orl monitor, jangan buka. Dain tidak buka.
Sore mereka tetap koridor tiga, bukan lima, Lita di kusen, bukan lobby. Tetangga menunduk, satu hampir buka mulut, Dain sudah menunduk lebih dulu. Masuk, rantai, gorden, portal mati. Mereka makan. Telur atau bubur, hakim menimbang, luluskan. Lita makan yang bisa, damai. Dain berdiri atau duduk tanpa kursi kepala. Tidak TV. Tidak radio. Letta tanya pendek, serius, titik. Dain berjongkok, sejajar. "Dekat. Pulang. Titik." Cukup itu tema. Bukan selesai. Bukan piala. Cukup. Dain cuci piring, keringkan, salah letak gelas, Lita komando dari sofa, rumah berbunyi kerja.
Malam sebelum benar-benar tidur, Dain cek ember, cek rantai, cek gorden, cek laci jika ada, cek Lita yang sudah tutup pintu, tidak kunci. Ponsel jauh dari lapar berita. Somasi atau diam atau roster, semuanya bukan izin hon. Jam jelek tetap. Magnet longgar, Dain tekan. Tidak beli selesai. Beli tekan magnet. Beli tidur. Beli tidak kabur. Beli tidak buka grup. Beli titik di mulut Letta. Kaki kadang menggantung, kadang tidak. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik ke barbie, Dain dengar samar, tidak masuk. Hakim jaga. Om pulang. Titik. Dain tersenyum kecil di gelap, tidak pesta, tidak lagu, cek rantai sekali lagi, gerakan bodoh, tekan magnet sekali, lalu memaksa dirinya tidur sebelum kepala jadi toko.
Siang panjang, panas di balik gorden, rumah tidak buka jendela lebar. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Letta bagi, Dain salah desimal, dibetulkan, pelan, Lita menyela: "Jangan ajar ngegas di soal." Dain pelan. Letta luluskan om. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain cuci ember yang tidak terpakai, keringkan, taruh. Letta membantu berlebihan, Lita: cukup. Ember menganggur bagus. Ponsel di mangkuk bagus. Laci tertutup bagus. Magnet longgar, Dain tekan. Freya tidak chat ke dia. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika cukup chat. Gavin pelan. Orl monitor, jangan buka. Dain tidak buka.