Enam bulan setelah akad, Lee datang pada Sabtu sore membawa bahan makanan yang telah diminta Laura. Ia mengetuk lebih dulu meskipun sudah mengetahui mereka menunggunya. Fiona membuka pintu setelah Laura menjawab dari dapur, lalu segera kembali pada pot tanaman yang sedang dipindahkannya menjauhi hujan.
'Yang ini jangan diangkat dari daunnya,' kata Fiona ketika Lee menawarkan bantuan.
Lee berjongkok, memegang pot dari bawah sesuai arahannya, dan meletakkannya di tempat yang ditunjuk. Fiona memeriksa tanah yang sedikit tercecer. Ia mengambil sapu kecil sendiri, sementara Lee menunggu apakah ada pekerjaan lain yang benar-benar diperlukan.
Rumah itu belum menjadi alamat tempat tinggal Lee. Mereka masih mempertahankan pengaturan dua rumah, dengan waktu bersama yang direncanakan dan ruang untuk membicarakan perubahan. Ada malam ketika Laura mengunjungi Lee setelah urusan anak-anak diatur bersama pendamping yang bersedia. Ada pula sore seperti sekarang, ketika Lee datang dan pulang sesuai kesepakatan.
Tidak semua hari terasa mudah. Pernah Lee mengira makan bersama dapat dipindahkan begitu saja karena rapatnya bertambah. Laura sudah mengubah jadwal untuk hadir dan merasa kecewa. Mereka membicarakannya setelah marah mereda, mengakui waktu yang terbuang, lalu mencari cara memberitahukan perubahan lebih awal. Sebuah pernikahan tidak menghapus pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjaga janji kecil.
Hari itu jadwal mereka berjalan sebagaimana direncanakan. Laura memotong sayuran, Lee mencuci bahan yang dibawanya, dan Zio baru keluar kamar setelah menyelesaikan sesuatu. Anak itu meletakkan gulungan kertas di atas meja yang kering, jauh dari talenan.
'Ini yang pernah kukirim ke Ayah,' katanya.
Laura mengenali gambar mercusuar yang telah selesai dan dibagikan Zio kepada Brian beberapa waktu lalu. Putranya membuka gulungan itu dengan hati-hati. Bagian langit sedikit melengkung karena terlalu lama disimpan, tetapi warna lautnya masih tampak kuat di antara garis-garis yang dibuatnya sendiri.
'Boleh kulihat lebih dekat?' tanya Lee.
Zio mengangguk dan menggeser kertas. Lee memandangi bangunan di tepi pantai itu tanpa mengambil telepon. Ia bertanya bagaimana Zio memilih warna cahaya, dan anak itu menjelaskan percobaan yang sempat membuat bagian kuningnya terlalu pucat.
Fiona mendekat untuk melihat. Ia masih berpendapat sebuah bintang akan bagus di sudut langit, seperti yang pernah diusulkannya. Zio mengatakan tetap menyukai langit tanpa tambahan. Fiona mengangkat bahu dan kembali memeriksa potnya. Mereka tidak perlu mencapai selera yang sama untuk dapat berada di meja tersebut.
Lee memuji ketekunan Zio menyelesaikan gambar. Ia tidak meminta membuat salinan untuk kantor atau menganggap kesempatan melihat sebagai izin memotret. Sesudah beberapa menit, Zio menggulung kertasnya kembali. Pilihannya memperlihatkan karya tidak membuat benda itu berhenti menjadi miliknya.
Telepon Laura bergetar ketika ia kembali ke dapur. Ada pemberitahuan dana masuk sesuai jadwal nafkah yang telah disepakati bersama Brian. Ia memeriksanya dan mencatat penerimaan seperti biasa. Uang itu tidak diperlakukan sebagai bantuan untuk Lee atau bukti Brian telah memperbaiki seluruh kesalahan masa lalu. Itu bagian dari tanggung jawab yang tetap perlu dijalankannya.
Hubungan anak-anak dengan Brian masih berbeda. Zio kadang mengirim pesan dan memilih pertemuan yang dapat dijalaninya dengan nyaman. Fiona belum ingin bertemu. Laura tidak membandingkan keduanya atau menawarkan hadiah untuk mempercepat keputusan. Ketika Fiona pernah menanyakan kabar ayahnya, Laura memberikan jawaban yang diketahuinya tanpa mengubah pertanyaan tersebut menjadi janji kunjungan.
Ratih dan Anggia juga menjalani batas komunikasi yang sudah dibicarakan. Tidak ada kedatangan mendadak ke sekolah atau rumah. Percakapan mengenai orang dewasa ditujukan kepada Laura, bukan disisipkan pada pesan untuk anak-anak. Kepercayaan yang belum pulih tidak dipaksa tampak utuh hanya karena waktu telah berlalu.
Di kantor, Laura tetap memimpin pekerjaannya dengan pertanggungjawaban yang dapat diperiksa. Statusnya sebagai istri Lee tidak menghapus pengaturan keputusan independen. Pada pemeriksaan berkala terakhir, satu jadwal penilaian perlu disesuaikan agar tidak melibatkan Lee. Pihak yang berwenang mengubah susunannya sebelum penilaian berlangsung, dan Laura mengikuti proses yang sama tanpa meminta jalan khusus.
Daniel tetap mempunyai ruang lingkup tugas yang telah disepakati, sementara Mira mengurus bagian yang menjadi tanggung jawabnya. Kebiasaan membagi pekerjaan dengan jelas kadang membuat rapat lebih panjang pada awalnya, tetapi mengurangi persoalan yang dahulu muncul ketika semua orang mengira seseorang akan mengurus sisanya.
Laura masih menyimpan surat penyelesaian urusan Norma di antara dokumen kerja lamanya. Ia tidak membacanya setiap minggu. Perbuatan yang merugikannya telah diperiksa dan ditangani, dan ia telah memilih melanjutkan hidup tanpa harus menyebut luka itu setiap kali sesuatu berjalan baik. Demikian pula bunga anonim yang dahulu membuatnya bertanya-tanya: kebenarannya telah diucapkan, bukan lagi sesuatu yang harus ditebaknya diam-diam.
Kimmy dan Vania tetap datang sebagai sahabat, bukan petugas yang selalu tersedia. Jadwal bantuan dibicarakan sebelum dipakai. Pengaturan darurat diperiksa ketika ada perubahan keadaan, sementara urusan yang memerlukan langkah resmi tetap ditangani melalui jalurnya. Laura semakin terbiasa meminta bantuan tanpa menyamakan kasih sayang dengan kesediaan yang tidak mempunyai batas.
'Kamu memikirkan sesuatu?' tanya Lee ketika melihatnya berhenti mengaduk.
Laura mematikan api, lalu tersenyum. 'Aku memikirkan betapa dulu aku mudah menjawab iya sebelum tahu apa yang sebenarnya diminta.'
'Dan sekarang?'
'Sekarang aku masih bisa salah. Tapi aku lebih tahu kapan harus bertanya.'
Mereka membawa makanan ke meja. Fiona memilih tempatnya sendiri, Zio meminta saus digeser, dan Lee mengambil nasi setelah Laura mempersilakannya. Di luar, hujan mulai reda. Tidak ada tamu yang harus diyakinkan bahwa mereka merupakan keluarga sempurna, tidak ada peran yang perlu dibayar agar seorang ayah merasa tenang.
Sesudah makan, Laura dan Lee berdiri sebentar di teras. Anak-anak masih terdengar berbicara dari dalam. Lee menggenggam tangannya, dan Laura membalas tanpa merasa harus menjanjikan bahwa semua hal akan selalu berjalan sesuai rencana. Ia telah memilih lelaki itu dengan mengetahui masa lalu mereka, sebagaimana ia memilih mempertahankan dirinya sendiri.
Ketika Fiona memanggil karena pot terakhir belum dipindahkan, Laura menoleh sambil tertawa. Ia masuk bersama Lee, menuju pekerjaan kecil yang menunggu dan hari-hari yang akan mereka jalani satu demi satu.
TAMAT