Persiapan program literasi berlangsung beberapa pekan setelah Laura mulai bekerja bersama Bu Sari. Tim tidak langsung membawa materi ke kelas dan menyatakan anak-anak akan lebih cepat membaca. Mereka memperkenalkan tujuan, contoh bahan, dan rencana uji yang masih memerlukan keputusan sekolah serta keluarga.
Laura bekerja bersama Rani untuk menyiapkan tampilan awal. Ilustrasi dibuat berdasarkan kesepakatan yang menyebut biaya, jadwal, dan penggunaan yang diizinkan. Beberapa contoh menggambarkan kegiatan membaca di rumah dengan keadaan berbeda, tidak semuanya mempunyai ruang belajar khusus atau orang tua yang selalu luang.
'Aku tidak ingin gambarnya membuat keluarga merasa salah kalau rumahnya tidak seperti ini,' kata Laura sambil menunjuk rancangan.
Rani mengubah satu latar yang terlalu penuh perlengkapan mahal. Mereka memilih benda yang lebih sederhana dan memastikan teks tidak memerintahkan semua keluarga melakukan kegiatan dengan cara seragam. Perubahan disatukan dalam satu daftar agar Rani tidak menerima koreksi kecil yang datang tanpa akhir.
Bu Sari memeriksa isi bersama pihak yang memahami pendidikan. Laura tidak mengambil alih penilaian pembelajaran hanya karena ia bertanggung jawab atas komunikasi. Ia dapat menyampaikan jika kalimat sulit dipahami, tetapi tujuan kegiatan tetap perlu dipastikan oleh orang yang menanganinya.
Hari peluncuran ditetapkan Jumat sore di tempat yang dapat dihadiri mitra dan keluarga yang ingin mengetahui program. Kehadiran bukan pendaftaran otomatis menjadi peserta uji. Sekolah yang akan diajak bekerja sama juga belum boleh dianggap siap hanya karena wakilnya datang mendengar.
Fiona tertarik ketika melihat contoh gambar yang boleh dibagikan Laura di rumah. Ia ingin datang sebentar untuk melihat hasilnya. Zio tidak ingin ikut dan meminta dapat bersama Vania jika sahabat ibunya memang mempunyai waktu.
Laura menghubungi Vania, menanyakan kesediaannya sebelum membuat janji kepada Zio. Setelah waktu yang diperlukan cocok, mereka mengatur tempat dan kepulangan. Fiona tetap diberi tahu bahwa hadir bukan berarti ia harus tampil, dipotret, atau mencoba kegiatan di hadapan orang lain.
Pada Jumat, Laura tiba lebih awal bersama tim. Ia memeriksa letak materi dan alur meja penerima. Tidak ada daftar yang meminta seluruh identitas keluarga hanya untuk mengambil contoh penjelasan. Pertanyaan mengenai pendaftaran diarahkan kepada penanggung jawab yang dapat menerangkan tahap berikutnya.
Fiona datang bersama pengaturan pendamping yang sudah disiapkan dan berada dekat Laura ketika pekerjaan memungkinkan. Saat Laura harus memeriksa tampilan, ia menunggu di tempat yang disepakati bersama petugas yang dikenalkan sebelumnya. Tidak ada anak yang dibiarkan menjadi tanggung jawab siapa saja di ruangan ramai.
Petugas yang khusus mendampingi tamu keluarga sudah diberi tahu bahwa Fiona boleh meminta kembali kepada ibunya. Laura menyepakati isyarat sederhana dan tempat menemui sebelum mulai berbicara di depan. Ketika Fiona mengangkat tangan untuk menunjukkan botol minumnya kosong, pendamping membantu mengisinya dan memastikan Laura melihat bahwa urusan kecil itu sudah tertangani. Fiona kemudian kembali duduk tanpa harus dipindahkan dari satu orang asing kepada orang lain hanya karena acara sedang sibuk.
Bu Sari membuka acara dengan penjelasan singkat. Beliau menyebut program masih berkembang dan masukan akan digunakan untuk memperbaiki bahan. Tidak ada janji bahwa satu rangkaian kegiatan pasti memperbaiki kemampuan semua anak.
Laura kemudian menunjukkan dua contoh halaman. Ia meminta peserta membayangkan bagaimana kalimat dibaca bersama di rumah, bukan menyuruh orang menceritakan kesulitan keluarganya di depan tamu lain. Seorang peserta mengatakan huruf pada contoh kecil kurang jelas dari kursi belakang.
'Terima kasih. Itu perlu kami perbaiki sebelum dipakai lebih luas,' jawab Laura.
Ia mencatatnya tanpa membela desain karena sudah dicetak. Rani yang berdiri di sisi ruangan ikut memberi tanda pada daftar perbaikan. Mereka akan memeriksa ukuran dalam konteks penggunaan sebenarnya, bukan hanya di layar komputer.
Lee hadir sebagai wakil salah satu mitra pendukung. Ia memberi sambutan mengenai dukungan perusahaan, lalu menyerahkan kembali acara kepada Bu Sari. Ia tidak memperkenalkan Laura sebagai pasangannya atau mengambil kredit atas pilihan pekerjaannya.
Ketika sesi selesai, seorang petugas foto mengajak para perwakilan berkumpul. Laura bersedia untuk foto kerja bersama tim yang memang setuju. Saat ada usul mengambil gambar dirinya berdua dengan Lee untuk pelengkap, ia menolak dengan tenang.
'Untuk acara ini, foto tim saja,' katanya kepada petugas tersebut.
Lee menerima tanpa membuat suasana canggung. Fiona tetap berada di luar pengambilan gambar sesuai keinginannya. Laura tidak memanggilnya untuk menciptakan kesan keluarga mendukung program.
Seusai acara, Fiona memilih melihat bahan di meja yang sudah tidak ramai. Ia menunjuk gambar tas dan bertanya mengapa ada kotak di sampingnya. Laura mengatakan maksud gambar perlu jelas tanpa penjelasan panjang dari pembuatnya. Pertanyaan Fiona membantu mengingatkan hal itu, tetapi tidak dijadikan hasil uji resmi seorang peserta.
'Sekolahku ikut?' tanya Fiona.
'Belum ada rencana sekolahmu menjadi tempat uji. Ini pekerjaan Ibu dengan sekolah lain yang masih perlu menyetujui tahapnya.'
Fiona tampak lega. Ia dapat tertarik pada gambar tanpa merasa akan diminta menjalani kegiatan karena ibunya bekerja di sana. Setelah puas melihat, ia meminta pulang. Laura memastikan pekerjaan yang harus diselesaikan sudah diserahkan, lalu mengajaknya menjemput Zio dari tempat yang disepakati bersama Vania.
Malamnya, Bu Sari mengirim ringkasan acara kepada tim. Ada beberapa pertanyaan tentang bahan, jadwal, dan cara keluarga memilih ikut atau tidak. Tidak ada angka peningkatan membaca yang dapat dilaporkan, sebab peluncuran bukan penilaian hasil belajar.
Laura membaca ringkasan lalu menambahkan koreksi gambar dan ukuran huruf untuk dibahas bersama Rani. Ia tidak mengirim permintaan mengerjakan malam itu juga. Jadwal revisi akan mengikuti kesepakatan kerja yang sudah dibuat.
Di rumah, Zio menanyakan apakah Fiona naik panggung. Adiknya menggeleng dan mengatakan ia hanya melihat gambar. Laura mendengarkan percakapan mereka sambil menaruh tas. Hari itu pekerjaannya bergerak satu langkah, tetapi rumah dan sekolah anak-anaknya tetap mempunyai ruang terpisah. Ia ingin menjaga pemisahan tersebut, bahkan ketika kegiatan yang sedang dibangun tampak sangat dekat dengan kehidupan keluarganya sendiri.