Lee menghubungi Laura setelah berbicara singkat dengan ayahnya melalui telepon. Ia sudah mengatakan ada hal penting tentang awal hubungan mereka yang perlu diluruskan. Beliau meminta keduanya datang ketika dapat berbicara tanpa anak-anak harus mendengar rincian orang dewasa.
Laura menyetujui pertemuan pada Minggu sore. Ia meminta Kimmy menemani anak-anak setelah memastikan sahabatnya bersedia untuk waktu yang jelas. Sebelum berangkat, Laura memberi tahu Zio dan Fiona bahwa ia akan menjelaskan kepada ayah Lee, bukan meminta mereka menjaga cerita yang sudah tidak ingin diteruskannya.
Kimmy baru mengetahui sebagian yang sebenarnya ketika Laura menjelaskan alasan kepergiannya. Sahabatnya terdiam mendengar bahwa hubungan itu berawal dari kesepakatan berbayar. Laura tidak meminta ia segera mengatakan semuanya dapat dimengerti.
'Aku seharusnya bicara lebih jujur kepadamu juga,' katanya.
'Nanti kita bicara. Sekarang selesaikan dulu yang memang perlu kamu jelaskan,' jawab Kimmy. 'Kalau terlambat pulang, kabari.'
Laura berterima kasih. Ia berangkat tanpa pakaian khusus atau persiapan untuk membuat pertemuan tampak menyenangkan. Lee menemuinya di depan rumah ayahnya dan menanyakan apakah ia masih bersedia masuk. Laura menjawab iya. Sulit tidak berarti percakapan dapat ditunda selamanya.
Ayah Lee menunggu di ruang tamu. Tidak ada meja makan yang disiapkan sebagai pengalih. Setelah salam dan air dihidangkan, Lee mulai berbicara sebelum Laura harus mencari kalimat pembuka untuk kesepakatan yang mula-mula berasal dari permintaannya.
'Hubungan yang kami tunjukkan kepada Ayah dimulai sebagai peran,' katanya. 'Aku meminta Laura berpura-pura menjadi pasanganku. Ada pembayaran dalam kesepakatan itu.'
Ayahnya memandang Laura, kemudian kembali kepada putranya. Beliau tidak langsung menjawab. Keheningan membuat Laura ingin memberi penjelasan secepat mungkin, tetapi ia menahan diri sampai pertanyaan benar-benar datang.
'Jadi waktu pertama kalian datang, saya belum diberi tahu keadaan yang sebenarnya?'
'Belum,' jawab Lee. 'Itu tanggung jawabku.'
Laura ikut berbicara. Ia menyatakan dirinya menyetujui peran tersebut dan telah menerima imbalan yang dijanjikan. Ia tidak ingin membiarkan Lee mengambil seluruh keputusan masa lalu seolah dirinya tidak pernah memilih, tetapi ia juga perlu menjelaskan bahwa anak-anak tidak ikut terikat pada kesepakatan itu.
'Mereka datang karena saya menyampaikan undangan dan mereka ingin mencoba. Saya terlambat menjelaskan awal hubungan kami kepada mereka. Saya sudah meluruskannya kemarin,' katanya.
Ayah Lee meletakkan gelas. 'Saya kecewa kalian merasa perlu membuat cerita untuk saya. Kalian boleh tidak mempunyai pasangan. Kalian boleh belum tahu mau menjalani hubungan atau tidak.'
Lee menunduk. Ia mengatakan telah menganggap kepastian yang ingin ditunjukkan lebih mudah daripada percakapan yang jujur. Ia tidak meminta ayahnya menilai Laura berdasarkan pembayaran yang diterima atau menganggap anak-anak sebagai bagian dari tipu daya.
'Mereka tidak berutang penjelasan kepada Ayah,' tambahnya.
'Tentu tidak. Yang sedang saya tanya adalah kalian.'
Laura merasakan bahunya sedikit turun. Beliau berhak kecewa, tetapi setidaknya kekecewaan itu tidak diarahkan kepada Zio dan Fiona. Ia mengucapkan permintaan maaf tanpa menambahkan tuntutan agar hubungan mereka tetap diterima seperti sebelumnya.
Ayah Lee menanyakan apa yang ingin dilakukan sekarang. Laura menjawab mereka sedang menyiapkan penghentian peran lebih awal, bukan memperpanjang cerita sampai batas setahun yang dahulu disepakati. Ia ingin urusan pembayaran serta pekerjaan dipisahkan dengan jelas sebelum mempertimbangkan hubungan pribadi apa pun.
'Pekerjaan juga terlibat?' tanya beliau.
Lee menjelaskan bahwa ia mengangkat Laura ke jabatan pemasaran meskipun Laura pernah menyatakan keberatan. Proses itu akan ditinjau melalui pihak yang tidak bergantung pada keinginannya sendiri. Ia tidak menggunakan kemampuan kerja Laura sebagai alasan mengabaikan persoalan cara pengangkatan.
Ayahnya menarik napas panjang. 'Kalau ingin memperbaiki, beri orang kesempatan memilih. Jangan membuat keputusan kedua untuk menutupi keputusan pertama.'
'Itu yang sedang kami usahakan,' kata Laura.
Ayah Lee tidak meminta melihat rekening atau salinan perjanjian mereka. Beliau mengatakan rincian penyelesaian perlu ditangani orang yang memahami dan tidak memiliki kepentingan untuk menyenangkan salah satu pihak. Ia juga tidak menawarkan menyelesaikan dengan memerintahkan putranya memberi uang tambahan. Laura bersyukur pembicaraan tidak berubah menjadi penentuan harga bagi rasa kecewa. Yang dibutuhkan sekarang adalah akhir yang jelas untuk sebuah peran, bukan hadiah lain yang membuatnya kembali harus mengucapkan terima kasih sebelum sempat memilih.
Pertemuan tidak berakhir dengan ucapan bahwa semua sudah dimaafkan. Ayah Lee membutuhkan waktu menerima hal yang baru diketahui. Beliau tetap mengantar mereka sampai teras dan mengatakan anak-anak tidak perlu merasa kehilangan sambutan karena kesalahan orang dewasa, tetapi undangan berikutnya dapat menunggu sampai semua pihak nyaman.
Di luar, Laura berdiri beberapa saat sebelum menuju kendaraan. Lee mengucapkan terima kasih karena ia bersedia mengatakan yang sebenarnya. Laura menjawab kejujuran tidak boleh diperlakukan seperti bantuan untuk menyelesaikan masalah Lee saja. Mereka berdua telah ikut membuat keadaan ini.
'Aku punya perasaan kepadamu,' kata Lee kemudian. 'Itu bukan sesuatu yang kutulis sebagai syarat pembayaran.'
Laura menatapnya. Ia pernah menduga, bahkan merasakan kedekatan yang tidak selalu dapat dijelaskan oleh peran. Namun mendengarnya setelah percakapan sulit tidak membuatnya harus segera memberi jawaban serupa.
'Aku mendengar itu,' katanya. 'Tapi aku tidak mau memutuskan hubungan baru ketika yang lama belum benar-benar ditutup. Aku perlu tahu aku bisa berkata tidak tanpa pekerjaan atau hidupku ikut dipertaruhkan.'
Lee mengatakan ia memahami. Laura tidak menguji pemahaman itu dengan pertanyaan lain malam ini. Ia meminta rancangan penyelesaian yang dapat dibaca masing-masing dengan tenang, bukan janji yang diucapkan karena suasana masih berat.
Saat tiba di rumah, Kimmy menyambut dan memastikan semuanya berjalan tanpa masalah. Laura mengatakan percakapan sudah dilakukan dan ayah Lee membutuhkan waktu. Ia akan bercerita lebih jauh ketika mereka dapat berbicara sebagai teman, tanpa anak-anak menunggu tidur.
Zio hanya bertanya apakah ayah Lee sekarang tahu. Laura menjawab iya. Fiona ingin memastikan mereka tidak diminta datang untuk meminta maaf. Laura menggeleng. Yang perlu diperbaiki adalah keputusan orang dewasa. Malam itu ia dapat mengatakannya dengan lebih utuh, karena akhirnya tidak ada lagi orang di meja makan tersebut yang diminta mempercayai hubungan palsu sebagai kenyataan yang sudah pasti.