Rabu, Daniel mengundang Laura membicarakan hasil pemeriksaan komputer. Petugas TI hadir dengan catatan yang tidak sebanyak harapan Laura. Mereka sudah memastikan salinan akhir banner hilang dari lokasi yang dipakai bersama, tetapi belum dapat mengembalikannya dalam bentuk yang dapat digunakan.
'Ada satu akun yang masih terbuka pada rentang waktu tersebut,' kata petugas.
Laura menunggu ketika nama Norma disebut. Ia merasakan tubuhnya menegang sebelum sempat memikirkan jawabannya. Riwayat mereka membuat nama itu mudah sekali diterima sebagai kesimpulan. Namun petugas segera menjelaskan bahwa komputer tersebut dipakai bersama dan akun yang terlihat tidak membuktikan orang yang duduk di depannya.
'Jadi kalian belum tahu siapa yang menghapus?' tanya Laura.
'Belum dapat memastikan dari catatan ini.'
Daniel meminta penjelasan mengenai apa yang dapat dinyatakan dengan yakin. Petugas menyebut waktu pemeriksaan, lokasi yang ditelusuri, serta keterbatasan pencatatan yang tersedia. Tidak ada rekaman yang dengan jelas menunjukkan tangan seseorang melakukan penghapusan.
Laura mengingat Rabu sore ketika ia meninggalkan meja untuk menerima telepon sekolah. Ia melihat Norma memakai komputer setelahnya. Namun melihat seseorang duduk di kursi tidak sama dengan melihat tindakan yang menghilangkan berkas.
'Saya bisa menyampaikan kapan saya terakhir menyimpan dan kapan kembali,' katanya. 'Tapi saya tidak melihat sendiri berkasnya dihapus.'
Daniel mencatat keterangannya. Mereka sepakat meminta penjelasan kepada orang yang menggunakan perangkat pada waktu terkait, tanpa mengumumkan kepada tim bahwa pemeriksaan sudah menemukan pelaku. Laura meminta bagian SDM ikut menangani agar persoalan itu tidak menjadi perdebatan langsung antara dirinya dan Norma.
Ketika Norma menerima undangan pertemuan, ia membaca nama pengirim dua kali. Ruang kerjanya mendadak terasa panas. Ia memikirkan setiap gerakan yang dilakukan di depan komputer, lalu mengingat bahwa selama ini ia percaya tidak ada yang memperhatikan.
Ia datang dengan map di tangan untuk memberi kesan urusan tersebut hanya pekerjaan biasa. Daniel menjelaskan tujuan pertemuan dan meminta ia menceritakan pemakaian komputer bersama pada Rabu sore. Petugas SDM mendengarkan, sementara Laura memberikan keterangan hanya ketika ditanya.
'Saya memeriksa berkas pekerjaan saya,' kata Norma.
'Apakah kamu membuka folder banner?' tanya Daniel.
'Saya tidak ingat membuka yang bukan pekerjaan saya.'
Laura menatap meja. Ia tidak ingin menjadikan setiap gerakan mata Norma sebagai bukti yang tidak dimiliki. Petugas SDM meminta jawaban dibatasi pada yang diingat dan mengatakan ia dapat memeriksa catatan sendiri jika perlu.
Norma kemudian bertanya apakah namanya muncul karena ada orang menuduh. Daniel menjelaskan akun yang tercatat membuat keterangannya perlu diminta, tetapi pemeriksaan belum memastikan identitas orang yang melakukan penghapusan.
'Akun itu sering terbuka. Orang lain bisa memakai,' jawab Norma cepat.
'Itu salah satu keterbatasan yang sudah dicatat,' kata petugas SDM. 'Karena itu kami sedang meminta keterangan, bukan menyampaikan keputusan.'
Norma menyangkal menghapus berkas. Pernyataan itu ditulis sesuai ucapannya. Laura merasakan sesuatu bergerak di dadanya, antara kemarahan dan ketidakberdayaan. Ia mengetahui ada kemungkinan kesalahan penggunaan, tetapi ia juga tidak ingin setiap perbuatan sengaja hilang di balik alasan komputer bersama.
Ketika diminta membaca kembali keterangannya, Norma menemukan satu kalimat yang menyebut ia tidak pernah membuka folder tersebut. Ia meminta diubah menjadi tidak ingat, sesuai jawaban sebelumnya. Petugas SDM memperbaikinya dan memberi kesempatan memeriksa sekali lagi sebelum catatan diterima. Laura melihat bagaimana perbedaan kecil itu menentukan apa yang sebenarnya sedang dinyatakan. Tidak ada alasan untuk memperkeras jawaban seseorang hanya agar perkara terasa lebih mudah diputuskan, meskipun ia sendiri sangat ingin mengetahui kebenarannya.
Petugas SDM menanyakan apakah ada hal lain yang ingin ia tambahkan. Laura menyampaikan akibat kehilangan tersebut: waktu kerja ulang, pengalihan tugas tim, dan risiko keterlambatan produksi. Ia tidak memasukkan pengalaman pribadinya dengan Norma sebagai pengganti bukti tindakan di kantor.
'Dampaknya perlu dicatat, siapa pun yang nanti terbukti melakukan,' katanya.
Daniel menyetujui. Mereka akan meninjau keterangan orang lain yang relevan dan pengaturan perangkat. Tidak ada keputusan sanksi hari itu. Pemeriksaan tetap terbuka, dan Norma diberi tahu bahwa jika mengingat sesuatu yang dapat melengkapi keterangannya, ia perlu menyampaikannya kepada SDM.
Setelah pertemuan, Norma kembali ke meja dengan langkah cepat. Ia ingin merasa menang karena tidak ada yang dapat langsung membuktikan tindakannya. Namun kata tetap terbuka mengikutinya sepanjang lorong. Ia belum dibebaskan dari apa pun, hanya belum menerima keputusan.
Michelle melihatnya duduk dan bertanya apakah rapat berlangsung lama. Norma menjawab tidak, lalu membuka dokumen tanpa membaca. Ia tidak berani menyebut persoalan banner kepada rekan itu, khawatir pertanyaan biasa akan membuatnya memberikan rincian yang tidak seharusnya diketahui.
Laura kembali ke ruangan setelah berbicara sebentar dengan Daniel. Mereka menyepakati satu salinan hasil akhir yang tidak dapat diubah oleh semua pemakai, dengan proses penyerahan yang jelas kepada petugas produksi. Pengaturan baru bukan bukti penyebab lama, tetapi setidaknya mengurangi kemungkinan pekerjaan berikutnya hilang dengan cara serupa.
Menjelang pulang, Lee menanyakan perkembangan melalui saluran kerja. Laura menyampaikan bahwa catatan akun belum cukup untuk memastikan pelaku dan SDM sedang menangani pemeriksaan. Ia tidak meminta Lee menghukum seseorang berdasarkan kedekatan pribadi mereka.
'Aku ingin prosesnya berjalan,' katanya. 'Bukan keputusan dibuat karena aku mengeluh kepadamu.'
Lee menjawab ia akan menerima hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak terkait. Ia tidak menjanjikan Norma pasti bersalah atau pasti bebas. Laura menyimpan pesan tersebut bersama catatan pekerjaan yang relevan.
Di luar gedung, udara terasa lembap setelah hujan singkat. Laura berjalan menuju kendaraan sambil memikirkan berapa mudahnya seseorang menganggap ketidaktahuan sebagai akhir perkara. Ia tidak ingin menuduh tanpa dasar. Namun ia juga tidak akan menyatakan tidak terjadi apa-apa hanya karena jawaban yang diperlukan belum muncul.
Sesampainya di rumah, ia meletakkan tas dan mendengarkan Fiona bercerita. Ada bagian hari ini yang tetap tertahan di kantor, bersama pertanyaan yang belum dijawab. Laura membiarkannya berada di sana untuk malam ini. Ia ingin makan tanpa menjadikan anak-anak pendengar bagi kemarahan yang seharusnya diselesaikan melalui pekerjaan.