Sabtu pagi, Laura merasa kepalanya lebih ringan setelah akhirnya tidur cukup. Anak-anak sudah mengetahui ia perlu memeriksa pemasangan banner sebentar, lalu pulang sebelum sore. Ia tidak menjadikan bantuan Kimmy semalam sebelumnya sebagai kesediaan untuk menjaga lagi hari ini.
Vania dapat menemani mereka untuk waktu yang sudah dibicarakan. Laura memastikan ia memang tidak mempunyai rencana lain pada jam tersebut. Setelah menyiapkan makanan dan kebutuhan rumah, ia berangkat menemui petugas produksi di hotel.
Banner sudah berada di tempat yang ditentukan. Laura berdiri di pintu masuk ruangan, melihatnya dari arah yang nantinya dilewati tamu. Tulisan yang terlihat jelas ketika dibentangkan kemarin kini harus tetap terbaca ketika dipasang pada ketinggian sebenarnya.
Petugas hotel menanyakan apakah letaknya sudah sesuai. Laura meminta waktu melihat dari dua sisi, lalu membandingkan dengan pengaturan panggung. Ada kabel yang perlu dirapikan agar tidak melintang di jalur orang lewat, tetapi banner tidak perlu dibuat ulang. Ia juga meminta tanda tempat pemasangan tidak dipindahkan sebelum hari acara tanpa memberi tahu penanggung jawab. Petugas hotel mencatat nomor tim produksi, sehingga perubahan ruangan dapat dibicarakan langsung dengan orang yang memang menanganinya.
'Kita rapikan bagian bawahnya saja,' katanya.
Petugas produksi mencatat dan membantu menggeser penutup kabel. Setelah itu mereka memotret hasil pemasangan untuk laporan pekerjaan, memastikan tidak mengambil orang yang sedang berada di ruangan sebagai bagian utama gambar.
Laura mengirim hasil pemeriksaan kepada Daniel. Ia menyatakan pemasangan awal sesuai dan tidak ada perubahan isi setelah hasil cetak disetujui. Acara tetap dijadwalkan akhir pekan berikutnya. Pekerjaan hari ini bukan pelaksanaan acara, melainkan memastikan salah satu perlengkapannya siap.
Daniel membalas agar catatan disimpan bersama hasil persetujuan. Ia juga mengatakan pemeriksaan komputer akan dibahas pada hari kerja, bukan meminta Laura menghabiskan Sabtu menanyai rekan satu per satu.
Ketika ia sedang menutup map, Lee menelepon. Laura berjalan ke tempat yang lebih tenang sebelum mengangkat. Lee menanyakan hasil pemasangan, lalu menawarkan makan siang jika pekerjaannya sudah selesai.
'Anak-anak menungguku di rumah,' jawab Laura.
'Kita bisa mengajak mereka.'
'Mereka sudah punya rencana. Aku juga sudah berjanji pulang.'
Lee terdiam sebentar. Laura menunggu, tidak buru-buru menawarkan hari lain untuk mengurangi kemungkinan ia kecewa. Ia masih mengingat betapa sering keinginannya sendiri harus disampaikan sebagai alasan yang panjang.
'Baik. Pulanglah dulu,' kata Lee akhirnya.
'Terima kasih. Untuk pekerjaan, laporan sudah saya kirim kepada Daniel.'
Setelah menutup telepon, Laura mengucapkan terima kasih kepada petugas hotel dan produksi. Ia memastikan siapa yang dapat dihubungi jika ada perubahan ruangan sebelum hari acara. Barulah ia meninggalkan tempat itu, tanpa menambahkan pekerjaan lain hanya karena sudah berada di luar rumah.
Dalam perjalanan, ia menerima pesan dari Kimmy yang menanyakan kabar banner. Laura mengirim jawaban singkat bahwa hasilnya sudah dipasang dengan benar. Ia menambahkan bahwa bantuan Kimmy menemani anak-anak memungkinkan dirinya menyelesaikan pekerjaan dengan pikiran lebih tenang.
'Jangan cuma ingat bannernya. Kamu juga perlu ingat tidur,' balas Kimmy.
Laura tersenyum. Ia memasukkan ponsel ke tas ketika kendaraan berhenti di dekat rumah. Di dalam, Vania sedang mendengarkan Fiona bercerita tentang sesuatu yang dibacanya. Zio menoleh dan menanyakan apakah kali ini ibunya benar-benar sudah selesai bekerja.
'Untuk hari ini, iya.'
'Tidak keluar lagi?'
'Tidak ada rencana keluar lagi.'
Ia tidak menjanjikan tidak akan pernah ada keadaan mendesak, tetapi menaruh map di lemari dan membiarkan ponselnya berada di meja. Vania berpamitan setelah memastikan Laura sudah tiba. Mereka membicarakan waktu lain untuk minum bersama sebagai teman, tanpa keperluan menjaga anak atau mengejar tenggat.
Makan siang berlangsung sederhana. Laura mendengarkan cerita sekolah dan memperbaiki satu kancing baju yang ditunjukkan Fiona. Zio memperlihatkan bagian buku yang tidak ia pahami. Tidak ada permintaan melakukan sesuatu yang istimewa untuk mengganti malam ketika ibunya tidak berada di rumah.
Sore hari, Daniel mengirim ucapan terima kasih kepada tim melalui percakapan kerja. Ia menyebut peran Laura menyusun ulang desain, Michelle menjaga teks persetujuan, serta petugas produksi dan hotel yang memastikan hasil benar di tempat pemasangan. Ia tidak menyatakan masalah hilangnya berkas sudah selesai.
Norma membaca pesan itu dari rumah. Ia berharap setelah pekerjaan berhasil, semua orang akan melupakan asal masalahnya. Namun kalimat terakhir Daniel menyebut pemeriksaan tetap berjalan dan prosedur penyimpanan perlu diperbaiki bersama.
Brian bertanya mengapa ia memandangi ponsel begitu lama. Norma menjawab ada kabar pekerjaan. Ia menyimpan perangkatnya, tetapi kemudian menyebut bahwa Laura sekarang semakin dipercaya perusahaan.
'Kamu sepertinya terus membicarakan dia,' kata Brian.
'Karena dia kepala bagianku.'
Jawaban itu menghentikan percakapan, bukan rasa kesalnya. Norma tidak ingin mengakui bahwa selama beberapa hari ia membiarkan hidup Laura menentukan suasana hatinya. Ia juga belum siap memikirkan apa yang harus dikatakan jika seseorang benar-benar menanyakan kejadian Rabu sore.
Minggu, Laura memilih berada di rumah. Ia menyiapkan kebutuhan pekan berikutnya, mencuci beberapa pakaian, dan membiarkan anak-anak menentukan kegiatan mereka sendiri. Ketika mengeluarkan catatan kerja dari tas untuk disimpan, ia melihat nama berkas yang telah dibuat ulang tertulis di sudut kertas.
Nama itu mengingatkannya pada kelelahan yang tidak terlihat dari foto banner terpasang. Ada bantuan teman, waktu anak-anak menunggu, dan malam yang seharusnya tidak perlu terjadi. Ia tidak ingin menyebut semua itu pengorbanan yang otomatis menjadi kewajiban kepala bagian.
Laura membuat satu catatan untuk dibicarakan dengan Daniel: siapa yang boleh mengubah berkas akhir dan bagaimana menyimpan salinan yang dapat dipulihkan. Setelah menulisnya, ia menutup map. Persoalan itu akan dibahas saat bekerja.
Menjelang malam, Zio menanyakan apakah Senin ibunya pulang seperti biasa. Laura memeriksa agenda dan menjawab bahwa itulah rencananya. Ia tidak mengetahui seseorang dari masa lalunya akan datang ke kantor. Untuk saat ini, ia hanya menyiapkan makan malam dan menikmati rumah yang akhirnya tidak lagi menjadi tempat singgah di antara dua perjalanan mengejar banner.