Pada awal bulan kedelapan sejak ucapan talak di rumah, Shania membawa dua usul model baru ke pertemuan tim. Pengembangannya berjalan di sela pekerjaan produksi serta dua contoh untuk presentasi yang akan segera diserahkan. Ia sudah berkali-kali mengubah garis lengan sejak penugasan diberikan. Pagi itu ia tetap lebih menyukai satu usul dengan lipatan yang membuat bentuknya tampak berbeda dari model pertama.
Koordinator memintanya menerangkan tujuan kedua pilihan. Shania menjelaskan kebutuhan gerak dan panjang lengan yang pernah ditanyakan pembeli, kemudian menunjukkan bagian yang diubah agar bentuk tidak hanya membesar pada seluruh badan. Penjelasannya diterima sampai pembahasan beralih kepada jumlah sambungan dan waktu pengerjaan lipatan.
Bagian produksi memperlihatkan perkiraan yang telah dihitung bersama. Model yang paling disukainya membutuhkan tahap lebih banyak. Jika memakai bahan yang disarankan, biaya juga melewati batas yang ditetapkan untuk penawaran tersebut. Shania memandang angka, lalu mengusulkan mengurangi sebagian hiasan. Jawaban yang datang membuatnya terdiam: persoalannya berada pada pembentukan utama, bukan sekadar benda tambahan yang dapat dilepas.
'Kalau lipatannya dikurangi, bentuk yang kamu janjikan lewat gambar berubah,' kata koordinator. 'Kita perlu memilih sejak sekarang. Bukan menyetujui gambar ini, lalu menerima barang yang berbeda karena anggarannya tidak cukup.'
Shania menahan keinginan menjelaskan bahwa pembeli pasti menyukai sesuatu yang tampak baru. Belum ada dasar yang cukup untuk memastikan orang bersedia membayar lebih. Ia meminta kesempatan melihat kemungkinan bahan lain. Bagian pengadaan menjawab beberapa pilihan sudah diperiksa, dan yang lebih murah tidak menghasilkan jatuh yang sama pada contoh kecil yang mereka siapkan.
Ia mencoba memegang potongan pembanding. Lipatan pada bahan pengganti terbuka lebih cepat ketika dilepas. Bentuk yang pada gambar terlihat tenang menjadi kaku dan menumpuk. Shania merapikannya sekali, lalu menyerahkannya kembali. Ia dapat memaksa semua orang terus mencari, tetapi tidak dapat menamai hasil berbeda sebagai rancangan yang sama hanya agar usulnya tidak ditolak.
Shania menanyakan kemungkinan menawarkan pada harga yang berbeda. Bagian penjualan mengingatkan bahwa penugasan ini dibuat untuk kebutuhan yang sudah ditentukan, bukan ruang bebas untuk mengganti seluruh sasaran ketika gambar sulit dipenuhi. Jika ingin mengajukan kategori lain, kebutuhan serta rencananya harus dibicarakan sebagai usul baru. Shania memandang kembali dua halaman di meja. Ia baru menyadari dirinya sedang meminta pekerjaan yang diterima sejak awal berubah agar pilihan pribadinya tetap dapat dimenangkan.
Keputusan diambil: model tersebut tidak diteruskan untuk produksi yang sedang dipersiapkan. Usul kedua dapat dikembangkan karena masih sesuai kebutuhan serta biaya, dengan beberapa penyesuaian sebelum tahap berikutnya. Shania mendengar kata tidak diteruskan lebih jelas daripada bagian lain yang sebenarnya masih memberinya pekerjaan.
Ia meminta izin menyimpan gambar pertama sebagai usul yang pernah dikerjakan, lalu memastikan statusnya pada acuan bersama. Model itu tidak boleh tetap terselip di antara gambar yang sudah disetujui dan tanpa sengaja diteruskan kepada penjahit. Sesudah itu ia menerima catatan untuk usul kedua dan menyebutkan kapan perubahan dapat diberikan.
Di meja, ia menatap gambar lipatan lebih lama daripada diperlukan. Ia sempat membayangkan membawa kertas ke butik dan membuktikan model itu dapat dibuat dengan cara lain. Pikiran tersebut berhenti ketika ia mengingat rancangan sedang dikerjakan dalam penugasan perusahaan. Jika kelak ada kemungkinan lain, ia perlu membicarakannya melalui jalur yang benar, bukan menyembunyikan kegagalan pada satu meja dengan menjanjikannya di meja lain.
Seorang rekan datang meminta acuan untuk contoh presentasi. Shania hampir menjawab terlalu ketus, lalu menggeser gambar yang ditolak dan mengambil map yang dimaksud. Dua pekerjaan itu berbeda. Gaun serta atasan yang sudah dicoba di butik masih harus diperiksa untuk penyerahan, dan kekecewaannya pada model baru tidak boleh menahan bagian yang ditunggu orang lain.
Ketika ia menghubungi Shinta, sahabatnya mendengar nada suara yang berubah. Shania mengatakan model yang paling disukai tidak diteruskan. Ia tidak meminta semua orang disalahkan, tetapi pertanyaan mengapa karya yang terasa lebih baik justru tidak dapat dipilih tetap keluar dengan marah kecil yang sulit ditahan.
Shinta bertanya apakah biaya dan cara membuatnya memang dapat dipenuhi. Shania menghela napas, menjawab belum. Mereka berhenti beberapa detik sebelum sahabatnya mengatakan ia boleh tetap menyukai model itu, meskipun pekerjaan yang sedang diminta membutuhkan pilihan lain. Kalimat tersebut tidak langsung membuat Shania lega. Namun ia berhenti mencari pujian yang akan membatalkan hasil pertemuan pagi.
Sore hari ia menemui penjahit untuk memeriksa satu detail pada usul kedua. Bentuknya lebih sederhana, tetapi bukan tanpa kesulitan. Mereka mencoba letak sambungan dengan potongan kecil dan menemukan cara yang memungkinkan lengan bergerak tanpa menarik bagian depan. Shania mengubah garis pada gambar, lalu menandai bagian yang perlu ditinjau koordinator. Ia pulang dengan perubahan yang benar-benar dibuat, bukan hanya dengan cerita bahwa dirinya sedang belajar menerima.
Di kontrakan, sebuah kantong belanja terjatuh ketika ia membuka pintu sambil membawa tas. Buah di dalamnya berguling mendekati kaki meja. Shania meletakkan semua yang dibawa, memungut satu per satu, lalu menemukan satu yang memar. Ia memisahkannya untuk dimakan dahulu dan tertawa kesal pada dirinya sendiri. Bahkan pada hari yang ingin dilalui dengan tenang, benda kecil tetap dapat membuatnya harus berjongkok di lantai.
Setelah mandi, ia menyiapkan makan dan membuka gambar kedua di bawah lampu Wati. Ia melihat kembali bagian yang diubah sore tadi, kemudian menutupnya ketika waktu istirahat tiba. Gambar pertama disimpan pada tempat yang sesuai, tidak dibakar atau dipamerkan sebagai bukti semua orang tidak memahami dirinya.
Malam itu ia mengirim kabar singkat kepada Shinta bahwa ia sudah makan dan akan datang pada pemeriksaan akhir contoh sesuai jadwal. Sahabatnya membalas dengan pertanyaan apakah perlu menyiapkan minuman yang tidak terlalu manis. Shania memilih yang biasa, lalu meletakkan ponsel. Hari itu tidak menghasilkan model pilihannya masuk produksi. Ia tetap mempunyai pekerjaan esok, rumah yang harus dibayar, dan dua contoh busana yang sebentar lagi akan dikenakan di depan orang lain.