Kinara tidak menyerah setelah Gilang mulai menyiksanya secara emosional. Kinara tidak berhenti mencoba menjadi istri yang baik untuk Gilang. Kinara tidak berhenti mencoba membuat Gilang bahagia, membuat Gilang mencintainya dengan sepenuh hati, membuat Gilang kembali menjadi pria yang lembut yang sudah ia kenal selama beberapa hari terakhir.
Kinara mulai memasak untuk Gilang setiap pagi, dengan makanan yang Gilang sukai, dengan makanan yang Kinara pelajari dari buku masak yang ia baca berkali-kali. Kinara tidak tahu apakah Gilang akan menyukai masakannya atau tidak, tapi Kinara mencoba dengan sepenuh hati untuk membuat Gilang bahagia.
'Gilang, aku membuatkanmu sarapan,' kata Kinara dengan suara yang pelan ketika Gilang turun ke meja makan pagi itu. 'Aku membuatkanmu makanan yang kau sukai.'
Gilang menatapnya dengan tatapan yang dingin, dengan tatapan yang sudah tidak lembut lagi, dengan tatapan yang sudah tidak tulus lagi. Ia tidak menyentuh makanan yang Kinara buat untuknya. Ia tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Kinara dengan tatapan yang dingin, dengan tatapan yang sudah tidak lembut lagi, dengan tatapan yang sudah tidak tulus lagi.
'Aku tidak lapar,' kata Gilang dengan suara yang dingin, dan ia berjalan keluar dari meja makan tanpa menyentuh makanan yang Kinara buat untuknya.
Kinara tidak bisa berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap makanan yang sudah ia buat dengan sepenuh hati untuk Gilang, dan untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa Gilang tidak mencintainya dengan sepenuh hati. Gilang tidak mencintainya dengan sepenuh hati. Gilang tidak ingin membuatnya bahagia.
Kinara tidak menyerah. Kinara tidak berhenti mencoba menjadi istri yang baik untuk Gilang. Kinara tidak berhenti mencoba membuat Gilang bahagia.
Kinara mulai merawat rumah dengan sepenuh hati, membersihkan setiap sudut rumah dengan tangan yang gemetar, membuat rumah menjadi tempat yang nyaman untuk Gilang. Kinara tidak tahu apakah Gilang akan menyukai rumah yang bersih atau tidak, tapi Kinara mencoba dengan sepenuh hati untuk membuat Gilang bahagia.
'Gilang, aku sudah membersihkan rumah untukmu,' kata Kinara dengan suara yang pelan ketika Gilang pulang dari kantor malam itu. 'Aku sudah membersihkan rumah untukmu agar kau merasa nyaman.'
Gilang menatapnya dengan tatapan yang dingin, dengan tatapan yang sudah tidak lembut lagi, dengan tatapan yang sudah tidak tulus lagi. Ia tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Kinara dengan tatapan yang dingin, dengan tatapan yang sudah tidak lembut lagi, dengan tatapan yang sudah tidak tulus lagi.
'Aku tidak peduli dengan rumah yang bersih,' kata Gilang dengan suara yang dingin, dan ia berjalan ke kamar kerjanya tanpa berkata apa-apa lagi.
Kinara tidak bisa berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap rumah yang sudah ia bersihkan dengan sepenuh hati untuk Gilang, dan untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa Gilang tidak mencintainya dengan sepenuh hati. Gilang tidak mencintainya dengan sepenuh hati. Gilang tidak ingin membuatnya bahagia.
Kinara tidak menyerah. Kinara tidak berhenti mencoba menjadi istri yang baik untuk Gilang. Kinara tidak berhenti mencoba membuat Gilang bahagia.
Kinara mulai mencoba membahagiakan Gilang dengan cara lain: dengan memberikan Gilang hadiah-hadiah kecil, dengan menulis surat-surat cinta untuk Gilang, dengan mencoba menghabiskan waktu dengan Gilang dengan cara yang tidak mengganggunya.
Tapi Gilang tidak pernah menyukai hadiah-hadiah kecil yang Kinara berikan padanya. Gilang tidak pernah membaca surat-surat cinta yang Kinara tulis untuknya. Gilang tidak pernah menghabiskan waktu dengan Kinara dengan cara yang tidak mengganggunya.
Gilang tidak mencintai Kinara dengan sepenuh hati. Gilang tidak ingin membuat Kinara bahagia. Gilang datang untuk menghancurkan Kinara dari dalam untuk balas dendam pada ayahnya.
Dan Kinara tidak tahu apa yang harus ia lakukan dengan kebenaran itu. Kinara tidak tahu apa yang harus ia rasakan dengan kebenaran itu. Kinara hanya tahu bahwa ia sudah menikahi Gilang dengan kepercayaan yang tidak bisa disangkal, bahwa ia sudah menghabiskan hidupnya dengan pria yang tidak mencintainya dengan sepenuh hati.
Dan itu menghancurkan Kinara dari dalam dengan cara yang paling kejam.