Arga dan Larasati mengunjungi Nadia di penjara untuk menunjukkan bahwa mereka sudah damai, bahwa mereka sudah move on dari masa lalu, bahwa mereka sudah tidak lagi penuh dengan dendam dan kebencian.
Mereka tidak pergi untuk menghakimi Nadia. Mereka tidak pergi untuk menghukum Nadia. Mereka hanya pergi untuk menunjukkan bahwa mereka sudah damai, bahwa mereka sudah move on, bahwa mereka sudah tidak lagi terluka karena Nadia.
Nadia menerima mereka di ruang kunjungan penjara dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan. Ia tidak tahu mengapa Arga dan Larasati datang. Ia tidak tahu apa yang mereka inginkan. Ia tidak tahu apakah mereka datang untuk menghakimi atau untuk memaafkan.
'Kalian datang untuk menghakimi saya?' tanya Nadia, suaranya hampir tidak terdengar.
'Kami tidak datang untuk menghakimi Anda, Nadia. Kami datang untuk menunjukkan bahwa kami sudah damai. Kami datang untuk menunjukkan bahwa kami sudah move on dari masa lalu. Kami datang untuk menunjukkan bahwa kami tidak lagi terluka karena Anda.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang lembut.
Nadia tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak lagi terluka karena Nadia. Larasati tidak lagi penuh dengan dendam dan kebencian. Larasati sudah move on dari masa lalu.
'Anda sudah memaafkan saya?' tanya Nadia, suaranya hampir tidak terdengar.
'Saya tidak tahu apakah saya sudah memaafkan Anda atau tidak, Nadia. Saya tidak tahu apakah saya akan pernah memaafkan Anda atau tidak.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang lembut. 'Tapi saya sudah tidak lagi terluka karena Anda. Saya sudah tidak lagi penuh dengan dendam dan kebencian. Saya sudah move on dari masa lalu.'
Nadia tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak lagi terluka karena Nadia. Larasati tidak lagi penuh dengan dendam dan kebencian. Larasati sudah move on dari masa lalu.
'Aku tidak bisa meminta maaf untuk semua yang sudah aku lakukan padamu, Larasati. Aku tidak bisa meminta maaf untuk semua kejahatan yang sudah aku lakukan padamu, pada Arga, pada keluarga kalian.' Nadia menatapnya dengan tatapan yang hancur. 'Tapi aku menyesali semuanya. Aku menyesali semua yang sudah aku lakukan. Aku menyesali bahwa aku sudah menghancurkan kehidupanku sendiri dengan dendam dan kebencian.'
Larasati tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Nadia, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Nadia tidak lagi hanya wanita yang penuh dengan dendam dan kebencian. Nadia adalah wanita yang hancur, wanita yang terluka, wanita yang tidak bisa kembali dari semua yang sudah ia lakukan.
'Saya tidak meminta Anda meminta maaf untuk semua yang sudah Anda lakukan, Nadia. Saya tidak meminta Anda meminta maaf untuk semua kejahatan yang sudah Anda lakukan pada kami, pada keluarga kami.' Larasati menatapnya dengan tatapan yang lembut. 'Saya hanya berharap bahwa Anda bisa menjadi wanita yang lebih baik dari ini. Saya hanya berharap bahwa Anda bisa move on dari masa lalu seperti kami.'
Nadia tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Larasati, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Larasati tidak menghakiminya. Larasati tidak menghukumnya. Larasati hanya berharap bahwa ia bisa menjadi wanita yang lebih baik dari ini.
'Aku tidak tahu apakah aku bisa menjadi wanita yang lebih baik dari ini, Larasati. Aku tidak tahu apakah aku bisa move on dari masa lalu seperti kalian.' Nadia menatapnya dengan tatapan yang hancur. 'Tapi aku akan mencoba. Aku akan mencoba menjadi wanita yang lebih baik dari ini.'
Larasati tidak berkata apa-apa untuk waktu yang lama. Ia hanya menatap Nadia, dan untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa Nadia tidak lagi hanya wanita yang penuh dengan dendam dan kebencian. Nadia adalah wanita yang ingin menjadi lebih baik, wanita yang ingin move on dari masa lalu, wanita yang ingin menjadi seperti Larasati dan Arga.
'Saya berharap Anda bisa menjadi wanita yang lebih baik dari ini, Nadia,' kata Larasati pelan. 'Saya berharap Anda bisa menjadi wanita yang lebih baik dari ini.'
Arga dan Larasati tidak berbicara lagi setelah itu. Mereka hanya berdiri untuk pergi, meninggalkan Nadia di ruang kunjungan penjara dengan tatapan yang penuh dengan kelegaan yang tidak bisa disangkal.
Mereka tidak menghakimi Nadia. Mereka tidak menghukum Nadia. Mereka hanya menunjukkan bahwa mereka sudah damai, bahwa mereka sudah move on dari masa lalu, bahwa mereka sudah tidak lagi terluka karena Nadia.
Dan itu sudah cukup.