Rianti mengirim beberapa pesan pada Arga, namun setelah hampir lima belas menit pesannya masih belum dapat balasan dari putranya itu.
"Kamu ngapain mondar-mandir kayak setrikaan? Memangnya gak capek?"
"Aku itu lagi nungguin pesan dari Arga. Ini udah larut malam, emangnya dia nggak mau pulang?" Kata Rianti dengan kening berkerut.
Erlan yang sejak tadi sibuk membaca koran berhenti, ia meletakkan kembali koran di atas maja, membuka kacamata dan menaruhnya di atas meja.
"Aku rasa dia memang menginap di sana." Erlan menyimpulkan
"Sejak kapan dia bisa peduli sama orang lain? Bukannya dia sendiri sejak awal tidak tertarik dengan Jenna? Terus kenapa sekarang malah bersikap seperti pasangan sungguhan?"
Erlan mengangkat kedua bahunya, jujur dia pun juga merasa janggal. Apalagi tadi dia juga se