Kening Ratna mengernyit.
"Bicara tentang Mama? Maksud kamu apa, Jen?"
Air mata yang sempat menggenang di pelupuk mata Jenna akhirnya jatuh.
"Papa mau mengalihkan semua aset atas nama Mama ke perempuan itu, Ma." Suaranya bergetar. "Setelah semuanya selesai, papa bakal ceraiin Mama dan ngusir Mama dari rumah."
Ratna terdiam. Wajahnya tetap tenang, tetapi sorot matanya berubah.
Jenna menggenggam tangan ibunya lebih erat.
"Ma..."
Ratna menoleh.
"Mama harus melakukan sesuatu. Mereka nggak bisa seperti itu, Ma. Semua itu milik Mama. Laras nggak berhak mendapatkan apa pun."
Semakin jauh berbicara, emosi Jenna semakin sulit dikendalikan.
"Laras udah ngerebut Papa dari Mama. Kenapa sekarang dia juga mau mengambil semuanya?"
Suara Jenna pecah di akhir kalimat.
"Aku nggak terima, Ma."
Ra