===== BAB 81: Kencan Pertama yang Kedua =====
Undangan setelah bebas diterima untuk satu hari, dan dari satu hari itu mereka memilih menciptakan kencan pertama yang kedua.
Selasa pagi, Reza mengirim undangan berikut sesuai janji. Ia menawarkan kelas memasak umum atau pameran foto. Nadya memilih kelas karena pameran berlangsung di gedung milik mantan anak perusahaan Nusantara.
Mereka mendaftar sebagai dua peserta, bukan pasangan khusus. Pengajar membagi meja secara acak dan menempatkan mereka bersama seorang mahasiswa. Reza tidak meminta meja privat.
Resep mengharuskan kerja sama. Nadya memotong, mahasiswa mengaduk, dan Reza mencuci alat. Ketika Reza mulai memberi instruksi, Nadya menunjuk kartu pembagian tugas. Ia berhenti dan bertanya pendapat.
Masakan terlalu asin, mengingatkan mi malam Wasiat Hitam dibacakan. Nadya menyebut kenangan itu lalu memilih tidak membahas lebih jauh. Mereka menambahkan kentang dan menyelamatkan sebagian rasa.
Mahasiswa mengenali Reza menjelang akhir dan meminta saran bisnis. Reza menjelaskan ia tak lagi memimpin Nusantara, lalu mengarahkan pertanyaan umum ke mentor kampus. Ia tidak menukar kencan menjadi sesi jaringan.
Setelah kelas, Nadya mengajak berjalan tanpa rencana awal. Perubahan datang dari dirinya. Reza mengonfirmasi waktu dan mereka memperpanjang satu jam.
Mereka membahas masa depan praktis. Nadya tidak ingin tinggal bersama setidaknya satu tahun. Reza ingin terus terapi dan kerja. Keduanya belum tahu soal anak, pernikahan ulang, atau kota tempat tinggal jangka panjang.
Tidak ada keputusan yang dipercepat karena usia atau perhatian publik. Mereka membuat aturan membahas masa depan tiap tiga bulan, bukan pada setiap kencan.
Nadya bertanya apakah Reza masih berharap kembali ke Nusantara setelah larangan. Reza mengatakan mungkin tidak, tetapi tak ingin bersumpah demi terlihat berubah. Jika kelak melamar, proses terbuka dan konflik harus berlaku.
Reza bertanya apakah Titik Jaga akan mengambil tender Nusantara setelah masa jeda. Nadya menjawab dewan etik yang memutuskan. Hubungan mereka tidak boleh membuat keputusan otomatis ya atau tidak.
Di taman, Reza meminta mencium. Nadya mengatakan belum. Ia tidak meminta alasan, dan percakapan berlanjut pada buku serta pekerjaan. Sepuluh menit kemudian Nadya tetap tidak berubah pikiran.
Perasaan aman tumbuh justru karena penolakan tidak menjadi pusat malam. Saat berpisah, Nadya menawarkan pelukan. Reza menerima dan berhenti ketika ia melepaskan.
Kencan ketiga diminta oleh Nadya seminggu kemudian. Ia memilih naik bus ke pasar malam. Reza menerima, menunjukkan bahwa undangan tidak harus selalu datang darinya.
Mereka mencoba makanan murah, membeli permainan kecil, dan tersesat mencari halte. Petugas keamanan menjaga jarak. Reza bertanya arah kepada pedagang, tidak memanggil pengemudi sebagai jalan keluar pertama.
Di bus pulang, Nadya tertidur sebentar di bahunya setelah bertanya apakah nyaman. Reza membangunkannya satu halte sebelum tujuan dan tidak ikut turun.
Hubungan mereka tidak diumumkan. Ketika foto pasar muncul, keduanya hanya meminta alamat Nadya disunting. Mereka tidak menyangkal atau mengonfirmasi status.
Terapi pasangan berubah menjadi sesi bulanan pilihan, bukan syarat kontrak. Terapis meminta tujuan baru. Mereka memilih belajar bertengkar tanpa ancaman kuasa atau menghilang.
Pada pertengkaran pertama, Reza terlambat empat puluh menit dan tak mengabari. Nadya pulang sebelum ia tiba. Reza meminta maaf melalui pesan serta menawarkan jadwal baru, tanpa datang ke apartemen.
Nadya menerima kencan pengganti setelah dua hari. Mereka membahas dampak dan sistem pesan, lalu tetap makan. Konflik tidak otomatis membuktikan hubungan gagal atau harus dipertahankan.
Nadya mengajak Reza bertemu teman-teman Titik Jaga setelah tiga bulan, bukan sebagai donor. Dewan etik menerima kehadiran pada acara sosial tanpa akses data. Reza pulang sebelum rapat kerja dimulai.
Reza mengenalkan Nadya kepada rekan Ruang Pulih pada waktu berbeda. Farah tidak memperlakukannya sebagai penilai perubahan Reza. Nadya duduk sebagai tamu dan membayar bagiannya pada makan siang.
Mereka menyusun aturan hadiah. Nilai besar perlu dibicarakan, perjalanan dibagi sesuai kemampuan, dan hadiah tak dapat dipakai mengganti permintaan maaf. Bunga serta buku tetap boleh mengejutkan.
Uji pertama terjadi saat Reza membelikan perangkat mahal untuk pekerjaan Nadya. Nadya menolak, Reza mengembalikan tanpa mengatakan dirinya tak boleh berbuat baik. Ia bertanya apa bentuk dukungan yang diinginkan; jawabannya makan malam setelah tenggat.
Pada kencan keempat, Nadya mencium Reza setelah bertanya apakah ia siap. Mereka berhenti ketika Reza terpicu ingatan klinik. Nadya tidak menafsirkan berhenti sebagai penolakan dirinya.
Keduanya berbicara dengan terapis masing-masing tentang kedekatan fisik. Persetujuan dibahas saat tenang, termasuk cara berhenti dan tidak meminta penjelasan segera.
Satu pertengkaran berlangsung dua hari karena Reza lupa pesan terlambat. Mereka memakai mediator terapi, bukan pengacara atau keamanan. Reza memperbaiki kebiasaan kalender dan Nadya mengakui nada marahnya menyakitkan.
Hubungan tidak menjadi syarat bagi pemulihan profesional. Ketika Titik Jaga menolak proyek Ruang Pulih karena konflik, mereka pulang serta tetap bertemu tanpa melobi organisasi masing-masing.
Foto pasar malam akhirnya muncul di berita. Nadya menyetujui kalimat bahwa mereka berkencan dan meminta privasi. Reza memakai kalimat sama setelah mendapat persetujuan, tanpa menyebut rencana masa depan.
Mereka pulang terpisah dan menyimpan kebahagiaan tanpa menjadikannya alasan mengabaikan sidang. Keesokan pagi, Nadya membaca jadwal korban lebih dahulu sebelum membuka pesan pribadi Reza.
Kencan pertama yang kedua menjadi serangkaian pilihan kecil, dan pilihan itu berjalan berdampingan dengan putusan hukum yang masih harus menyelesaikan hukuman Vera serta Ilham.