===== BAB 71: Laboratorium Aman Nadya =====
Nusantara akhirnya berjalan tanpa seorang Dirgantara di kursi kendali, sementara Nadya membuka laboratorium yang tidak bergantung pada suaminya.
Lembaga Titik Jaga menempati dua lantai bekas percetakan. Lantai pertama untuk pelatihan dan pengaduan, lantai kedua laboratorium tanpa jendela ke jalan. Pintu darurat justru memiliki dua jalur keluar.
Nadya dan Ayu membagi kepemimpinan. Nadya memegang metode keselamatan, Ayu sistem digital, sedangkan keuangan dikelola orang ketiga yang dapat menolak keduanya. Tidak ada pendiri dengan token tunggal.
Anggaran awal dipublikasikan. Hibah universitas menjadi sumber terbesar, tabungan pendiri kurang dari seperempat, dan Nusantara nol. Batas satu klien mencegah lembaga berubah menjadi departemen bayangan perusahaan.
Klien pertama adalah koperasi transportasi kecil. Mereka ingin audit murah untuk memenuhi izin. Nadya menolak mengurangi pengujian, tetapi menawarkan pembayaran bertahap dan data pelatihan terbuka.
Audit menemukan sensor sering dimatikan awak karena terlalu banyak alarm palsu. Alih-alih menyalahkan pekerja, tim memeriksa desain dan jadwal. Sensor diperbaiki, aturan alarm disederhanakan, serta awak mendapat hak menghentikan perjalanan.
Ayu membuat sistem pelaporan yang menyimpan data minimum. Uji penetrasi menemukan alamat pelapor masih terlihat pada cadangan. Peluncuran ditunda dua minggu dan kegagalan diumumkan kepada peserta uji.
Seorang donor menawarkan server gratis dengan syarat logo besar. Titik Jaga menolak dan menyewa perangkat lebih sederhana. Lina mengatakan kantor tampak kosong tanpa sponsor; Nadya menjawab ruang kosong lebih murah daripada utang pengaruh.
Reza tidak ikut pendanaan atau rapat. Ia datang pertama kali sebagai tamu undangan kelas publik, mendaftar dengan nama lengkap, dan duduk di belakang. Nadya tidak memperkenalkannya sebagai suami atau mantan CEO.
Setelah kelas, seorang peserta mengenalinya dan bertanya tentang YX-217. Reza menjawab laporan publik tersedia dan ia tidak menjadi narasumber acara. Ia meninggalkan ruangan agar diskusi kembali ke pelapor.
Titik Jaga membentuk dewan etik dengan pekerja, konsumen, ahli privasi, dan satu kursi korban yang dapat menolak penggunaan materi. Nadya serta Ayu tidak dapat memecat anggota sendirian.
Pada rapat kedua, dewan menolak proyek Nadya karena formulir persetujuan terlalu teknis. Nadya kesal dan membela rancangan, lalu membaca uji pengguna yang menunjukkan sebagian besar peserta tak memahami risiko.
Ia menulis ulang formulir dan mengakui kesalahan pada catatan rapat. Kemampuan pendiri dikoreksi menjadi ukuran keamanan lembaga, bukan ancaman terhadap wibawanya.
Nusantara kemudian mengundang tender audit sensor. Titik Jaga boleh melamar, tetapi Nadya membuka konflik pernikahan. Dewan memutus lembaga tidak ikut putaran pertama sampai kontrak nikah selesai dan masa jeda ditetapkan.
Ayu khawatir kehilangan proyek besar. Ia tetap mendukung keputusan dan mencari klien lain. Kemandirian ekonomi diuji justru ketika uang paling mudah datang dari hubungan lama.
Mereka mendapat kontrak dari rumah sakit dan pelabuhan kota. Pekerjaan lebih kecil, tetapi memperluas keahlian. Tim baru direkrut melalui gaji transparan, tidak berdasarkan loyalitas pada Nadya.
Salah satu pegawai mengkritik cara Nadya menghentikan rapat saat cemas. Nadya meminta contoh, berkonsultasi dengan konselor, dan membuat aturan fasilitator bergilir. Trauma tidak menjadi alasan memonopoli ruang kerja.
Lina membuat tirai, Ayu memasang papan, dan Nadya menaruh satu pita kain tanpa nama di laci pribadi. Tidak ada foto Seno di dinding laboratorium. Metode harus berdiri tanpa silsilah.
Pada hari pembukaan resmi, keluarga korban boleh hadir tetapi tidak diminta memotong pita. Mereka menerima hak menggunakan ruang konsultasi gratis dan hak yang sama untuk menolak.
Reza mengirim bunga atas nama pribadi. Nadya menerimanya setelah memastikan tidak ada kartu perusahaan. Ia membawa satu tangkai pulang dan membagi sisanya kepada tim tanpa mengubahnya menjadi berita.
Izin laboratorium diperiksa sebelum pembukaan. Petugas menemukan satu pintu terlalu berat bagi pengguna kursi roda. Titik Jaga menunda acara dan mengganti engsel, meski undangan sudah tersebar.
Staf keselamatan internal dipilih bukan oleh Nadya, melainkan dewan. Ia memiliki kewenangan menghentikan eksperimen termasuk milik pendiri. Uji pertama menghentikan proyek Ayu karena baterai panas.
Ayu kesal sebab tenggat klien terlewat. Setelah pemeriksaan, sensor terbukti salah tetapi prosedur tetap tepat. Mereka memperbaiki sensor dan tidak menghukum penghentian yang dilakukan dengan itikad baik.
Kebijakan data menyatakan klien tetap memiliki informasi serta dapat meminta penghapusan setelah kewajiban hukum. Titik Jaga tidak mengumpulkan contoh insiden untuk pemasaran tanpa izin baru.
Nadya menerima permintaan dari wartawan untuk tur. Dewan hanya mengizinkan ruang pelatihan dan data tiruan. Keamanan laboratorium tidak dipertukarkan dengan publisitas pendiri.
Tim membuat jadwal dukungan psikologis bagi analis insiden. Mereka tak harus menceritakan trauma kepada atasan untuk mendapat cuti. Penyedia luar menyimpan diagnosis.
Pegawai pertama yang mengkritik Nadya kemudian dipilih memimpin rapat metode. Nadya belajar menerima keputusan tanpa memberi komentar terakhir. Catatan rapat mencantumkan suara minoritasnya.
Saat klien koperasi membayar cicilan pertama, bagian keuangan memisahkannya dari dana pendiri. Lembaga mulai bertahan dari pekerjaan, bukan reputasi kasus YX.
Dewan menjadwalkan audit enam bulan dan mempublikasikan kontraknya. Auditor dapat mewawancarai staf tanpa kehadiran Nadya atau Ayu, mencegah pendiri mengatur jawaban.
Piagam laboratorium memberi pekerja hak menghentikan proyek dan melapor kepada pengawas luar. Nadya menandatangani aturan yang dapat membatasi dirinya sendiri ketika penilaian pendiri menjadi risiko.
Laboratorium aman Nadya berdiri dengan pendiri yang dapat dikoreksi, sementara Reza belajar bekerja tanpa nama besar sebagai pintu masuk.