===== BAB 70: Nusantara Tanpa Dirgantara =====
Dana Pemulihan mengembalikan aset tanpa membeli ucapan terima kasih, sementara Nusantara bersiap memilih pemimpin tanpa nama Dirgantara.
Seleksi direktur tetap berlangsung empat bulan. Kandidat menjalani uji konflik, simulasi krisis, serta forum pekerja dan konsumen. Riwayat kegagalan diminta bersama keberhasilan.
Ratih Pranoto ikut melamar setelah masa sementara. Panel mengharuskannya mundur dari panitia dan menyerahkan evaluasi operasi. Dua keputusan baik serta satu kegagalan komunikasi dibahas terbuka.
Kandidat lain menawarkan kenaikan saham cepat dengan menjual unit keselamatan. Trust menolak karena bertentangan dengan piagam. Pemegang saham kecil dapat menggugat, tetapi tidak mengubah keselamatan menjadi aset sekali pakai.
Pilihan jatuh pada Ratih melalui masa jabatan tiga tahun dan evaluasi tahunan. Ia bukan anggota keluarga, tidak memiliki investasi vendor, dan dapat diberhentikan gabungan tiga kelompok.
Reza diundang menyampaikan serah terima pengalaman. Ia memberikan catatan operasi tertulis melalui sekretariat dan tidak hadir saat pemungutan suara. Lima tahun larangan jabatan tetap berlaku.
Setelah Ratih terpilih, wartawan bertanya apakah Reza akan menjadi penasihat bayangan. Ratih menjawab semua nasihat masuk register dan Reza tidak mendapat jalur khusus. Pintu kantor lama diganti sistem akses dua orang.
Logo perusahaan tidak berubah karena biaya rebranding lebih baik dipakai untuk armada. Nama Nusantara dipertahankan, sementara slogan keluarga dihapus dari dokumen serta seragam.
Dewan baru terdiri dari pekerja, ahli keselamatan, konsumen, pemegang saham kecil, dan anggota independen. Kursi korban berfungsi sebagai pengawas dengan masa bergilir, bukan kewajiban seumur hidup.
Rapat pertama meninjau semua vendor. Tiga kontrak Cakrawala dihentikan, dua perusahaan independen dipertahankan setelah audit, dan satu kontrak diperbaiki. Hubungan lama tidak otomatis bukti salah, tetapi wajib terlihat.
Awak mendapat hak menahan keberangkatan tanpa kehilangan upah ketika indikator bertentangan. Uji pertama terjadi seminggu kemudian. Kapal terlambat lima jam dan sensor ternyata rusak ringan; awak tetap tidak dihukum.
Media menyebut penundaan bukti sistem baru tidak efisien. Ratih menerbitkan biaya serta risiko. Penumpang menerima penggantian dan laporan pemeriksaan. Efisiensi tak lagi berarti menyembunyikan waktu untuk aman.
Reza melihat berita dari apartemen kerja sementara. Ia tidak menelepon Ratih untuk memberi saran. Ia menulis catatan pribadi tentang bagaimana dahulu ia mungkin menekan jadwal, lalu membawanya ke terapi.
Nadya menerima pengesahan badan hukum Lembaga Titik Jaga bersama Ayu. Mereka memilih kantor kecil di luar Nusantara dan menetapkan larangan satu klien menyumbang lebih dari seperlima anggaran.
Hibah pertama mereka belum berasal dari Dana Pemulihan karena proses tender masih berjalan. Nadya memakai tabungan sah, kontribusi Ayu, dan hibah universitas. Reza tidak menanam modal.
Lina menjahit tirai kantor tanpa memasang label sumbangan. Ia meminta dibayar harga bahan dan menerima. Batas ekonomi kecil itu membantu hubungan keluarga tidak berubah menjadi eksploitasi gratis.
Trust mengadakan rapat publik seratus hari. Joko melaporkan aduan, Salma melaporkan akses arsip, dan pemegang saham melaporkan keuntungan turun sementara. Semua bagian ditampilkan tanpa menyebut perubahan sebagai sempurna.
Dimas menunggu persidangan, sehingga statusnya masih disebut terdakwa. Bagas menunggu hukuman setelah kerja sama diverifikasi. Struktur perusahaan tidak memerlukan akhir perkara untuk berhenti memakai nama mereka.
Reza menerima tawaran menjadi konsultan luar negeri setelah masa larangan, lalu menolak untuk saat ini. Ia memilih proyek pemulihan korban yang dikelola organisasi lain dan tunduk pada batas konflik.
Pada malam pemilihan, ia bertemu Nadya di kafe. Mereka merayakan kantor Titik Jaga, bukan jatuhnya keluarga. Nadya membayar makanannya sendiri, dan Reza tidak memperdebatkan tindakan kecil itu.
Forum kandidat disiarkan dan memiliki kanal pertanyaan awak. Pertanyaan anonim disaring hanya untuk privasi serta ancaman, bukan kritik tajam. Ratih menjawab kegagalan selama masa sementara.
Panel menerbitkan nilai kandidat per kriteria. Catatan wawancara pribadi disimpan, sedangkan alasan keputusan tersedia. Kandidat yang kalah dapat mengajukan keberatan prosedur.
Ratih menandatangani kontrak yang melarang bonus berbasis ketepatan jadwal saja. Ukuran keselamatan, pelaporan, serta koreksi memiliki bobot dan diaudit pekerja.
Satu anggota dewan mengusulkan kursi simbolis untuk pendiri. Trust menolak karena simbol dapat menjadi jalur pengaruh. Sejarah pendiri tetap ada di arsip, bukan meja keputusan.
Reza menerima undangan acara pelantikan dan menolak. Ia mengirim dokumen serah terima yang belum lengkap serta satu koreksi angka. Ratih menerima melalui register.
Pekerja mengganti foto keluarga pada ruang rapat dengan papan insiden serta tindak lanjut. Papan memuat masalah yang belum selesai, termasuk tuntutan biaya dari korban.
Nadya menandatangani sewa Titik Jaga dengan penjamin universitas, bukan Reza. Bila lembaga gagal, aset pribadi pasangan tidak menjadi penyelamat otomatis.
Ayu menulis piagam konflik yang melarang mereka menerima hadiah dari klien. Lina membayar kopi saat berkunjung sebagai ibu, lalu bercanda mengajukan kuitansi; bagian keluarga tetap boleh biasa.
Pada laporan seratus hari, satu target keuntungan gagal. Ratih tidak menyalahkan penundaan keselamatan. Dewan menyesuaikan proyeksi dan mempertahankan hak awak.
Ratih menjalani evaluasi setelah enam bulan dan satu target pelaporan dinilai buruk. Dewan mempertahankannya dengan rencana koreksi, membuktikan pengawasan tidak hanya memiliki dua pilihan: memuja atau memecat.
Karyawan lama yang masih loyal pada keluarga tetap boleh bekerja selama mengikuti aturan. Tidak ada pembersihan berdasarkan perasaan atau nama dalam daftar kontak.
Nusantara akhirnya berjalan tanpa seorang Dirgantara di kursi kendali, sementara Nadya membuka laboratorium yang tidak bergantung pada suaminya.