===== BAB 64: Surat Surya dan Aset Reza =====
Kesaksian Nadya berakhir pada batas keahliannya, lalu surat Surya dan aset Reza masuk ke ruang sidang tanpa perlindungan nama keluarga.
Kesaksian Nadya berakhir pada batas keahliannya, lalu surat Surya dan aset Reza masuk ke ruang sidang tanpa perlindungan nama keluarga.
Reza bersaksi memakai nama lengkap Arya Reza Dirgantara. Ia menjelaskan kursi 2A, faktur, klinik, perubahan identitas, dan tahun-tahun ketika ia hidup dari perusahaan tanpa mengetahui seluruh asal kebohongan.
Jaksa menunjukkan surat Surya satu demi satu. Reza mengenali tulisan dan kebiasaan ayahnya, tetapi autentikasi tetap berasal dari ahli. Kenangan keluarga hanya mendukung, bukan menggantikan forensik.
Surat pertama menyebut Dimas memerintah pengadaan palsu. Surat kedua menunjukkan Surya menunda laporan. Surat ketiga memerintah pembayaran. Reza membaca kalimat yang menganggap hilangnya kursinya sebagai harga hidup.
Pembela Bagas menanyakan apakah Surya lebih bertanggung jawab daripada kliennya. Reza mengatakan ia tidak dapat membagi hukuman. Ayahnya memakai Bagas, Bagas menjalankan dan memperluas kejahatan, sedangkan Dimas memberi perintah lain.
Ia mengakui sebagai CEO menandatangani penolakan kontrol token yang kemudian dieksploitasi. Rekomendasi teknis menyebut risiko sedang, namun ia memilih biaya lebih rendah. Keputusan itu tidak membuktikan konspirasi dan tetap menjadi kegagalan manajemen.
Daftar aset diproyeksikan tanpa alamat pribadi. Saham suara, properti trust, dividen, serta investasi konflik telah berada pada administrator. Rekening kebutuhan hidup dan pendapatan sah dipisahkan oleh putusan.
Seorang ahli menelusuri vila yang dibeli dari dividen pasca-YX-217. Reza pernah memakainya, meski tidak memilih pembelian. Vila dijual melalui proses terbuka; hasilnya masuk dana pemulihan setelah pajak serta klaim pekerja diselesaikan.
Pembela menuduh penyerahan aset sebagai cara membeli simpati. Reza setuju niat tidak dapat diukur dari transfer. Pengadilan cukup menilai asal aset dan kewajiban hukum, bukan menganggapnya orang baik.
Bagas pernah menerima pembayaran dari Surya. Reza tidak menyangkal. Catatan menunjukkan pembayaran awal untuk pemulihan sah, lalu meningkat setelah Bagas menyimpan kotak. Batas antara jasa dan uang diam ditelusuri berdasarkan dokumen.
Dimas juga membayar Bagas dari rekening sendiri. Dua sumber dana menjelaskan mengapa Bagas dapat memeras kedua saudara. Ia bukan pegawai tanpa pilihan yang hanya menerima satu perintah.
Reza ditanya tentang perkawinannya. Ia mengakui merancang kontrak sebagai alat perlindungan dan akses. Nadya memiliki pengacara, tetapi ia berada di bawah ancaman dan Reza mempunyai sumber daya lebih besar.
Apakah ia mencintai Nadya saat menawarkan kontrak? Hakim menyatakan pertanyaan tidak relevan terhadap dakwaan Bagas. Pembela boleh menguji motif akses, bukan memaksa pengungkapan perasaan sebagai tontonan.
Reza menerangkan identitas A.D. di log. Sesi awal berasal dari dirinya; sesi selanjutnya dari terminal Bagas. Pemisahan itu didukung pola ketik dan lokasi, bukan hanya gangguan memorinya.
Ketika ditanya fragmen Seno, Reza menyebutnya terkontaminasi dan tidak meminta juri memakainya. Masker, DNA, sensor, serta kotak data berdiri sendiri. Sikap itu membuat kisahnya kurang lengkap tetapi lebih dapat diuji.
Administrator kemudian bersaksi mengenai blind management aset. Reza tak dapat memilih penjualan atau dana penerima. Ia mendapat laporan agregat agar memenuhi pajak tanpa mengendalikan transaksi.
Keluarga korban dapat mengajukan klaim melalui dana, namun mereka tidak harus menerima uang dari Reza secara pribadi. Pemulihan ditata sebagai kewajiban institusi agar hubungan emosional tidak menjadi syarat.
Salma bertanya melalui jaksa apakah semua aset konflik telah dibuka. Reza menjawab menurut pengetahuannya ya, lalu mengakui satu trust asing masih dalam sengketa. Ia memberikan dokumen dan tidak menyebut proses selesai.
Pembela menemukan jam warisan yang belum masuk daftar. Ahli menunjukkan jam hadiah ibu Reza sebelum YX-217 dan tidak berasal dari trust Surya. Reza tetap mencantumkannya dalam deklarasi pembaruan agar pengecualian terlihat.
Setelah turun dari kursi saksi, Reza tidak duduk bersama Nadya sampai hakim membebaskan aturan pemisahan. Ia menemui terapis dan membiarkan pengacara menangani komentar media.
Pembela meminta surat yang menguntungkan Surya juga dibaca. Satu halaman menunjukkan ia memerintah peningkatan standar setelah kecelakaan. Jaksa menerimanya dan menunjukkan perbaikan dilakukan tanpa mengoreksi laporan.
Reza mengakui standar baru menjadi dasar bonus reputasinya saat CEO. Ia tidak merancang penutupan, namun pidato-pidatonya memuji warisan keselamatan Surya. Rekaman pidato masuk audit manfaat, bukan dakwaan sabotase.
Administrator menemukan satu properti memiliki utang kepada bank yang tak terlibat. Penjualan membayar kreditur sah lebih dahulu sebelum dana pemulihan. Korban tidak mendapat nilai fiktif dari aset berutang.
Seorang pekerja rumah vila meminta pesangon sebelum penjualan. Trust membayar dari hasil dan memberi waktu pindah. Pemulihan aset tidak menjadikan pekerja baru sebagai kerugian samping.
Reza menjelaskan perawatan kliniknya tanpa menyebut dosis. Pembela mencoba mengaitkan gangguan memori dengan ketidakjujuran umum. Ahli mengingatkan gangguan episodik tidak berarti semua kesaksian tidak dapat dipercaya.
Hakim meminta juri menilai bagian yang didukung dokumen. Reza sendiri sudah menandai fragmen yang tak dipakai. Riwayat medis tidak menjadi izin menyerang seluruh karakter.
Nadya tak hadir di ruang sampai kesaksian selesai. Ketika bertemu, ia tidak menanyakan surat ayah Reza. Mereka berjalan ke kendaraan terpisah dan masing-masing menemui dukungan sendiri.
Surat serta aset kembali disegel setelah sidang. Media memperoleh tabel agregat, bukan alamat, nomor rekening, atau benda pribadi pekerja vila.
Tak satu aset berpindah hanya karena kesaksiannya hari itu.
Surat Surya dan aset Reza terbuka untuk diuji, lalu pembela membawa simulasi tandingan yang mereka harap dapat mengubah seluruh akar perkara.