===== BAB 57: Isi Wasiat yang Utuh =====
Segel kelima terbuka di kotak musik, dan lagu keluarga itu berakhir dengan kunci yang tak lagi mereka miliki.
Segel kelima terbuka di kotak musik, dan lagu keluarga itu berakhir dengan kunci yang tak lagi mereka miliki.
Wasiat utuh terdiri dari dua puluh tujuh halaman. Kresna membacakannya dalam sidang perdata, sedangkan versi bahasa biasa ditampilkan di layar. Bagian medis dan surat keluarga yang tak relevan tetap disegel.
Surya mengakui mengetahui pengadaan palsu sebelum YX-217. Ia mencoba menyimpan faktur melalui Reza dan Seno, tetapi tidak menghentikan operasi melalui kewenangan yang dimilikinya. Setelah kecelakaan, ia memilih menutup bukti untuk melindungi perusahaan serta putranya.
Ia menyebut Dimas memberi perintah pemalsuan laporan dan Bagas menjalankan pemulihan. Namun Surya menulis dirinya turut menandatangani koreksi, membayar kebisuan, dan menghapus nama Arya dari catatan.
Kodisil memindahkan saham pengendali ke trust kepentingan publik. Empat puluh persen suara dikelola pekerja, tiga puluh persen pengawas korban dan konsumen, dua puluh persen yayasan keselamatan independen, serta sepuluh persen pemegang saham kecil.
Tak satu kelompok dapat menguasai sendiri. Penjualan aset inti membutuhkan tiga kelompok dan peninjauan pengadilan selama sepuluh tahun. Dividen keluarga yang terbukti berasal dari penutupan masuk dana pemulihan.
Reza tetap menjadi penerima manfaat aset pribadi yang sah, tetapi tidak memiliki suara pengendali. Ia dapat bekerja di Nusantara kelak hanya melalui seleksi terbuka serta masa jeda, bukan hak waris.
Rani kehilangan posisi trust dan diwajibkan membuka deklarasi aset. Dimas kehilangan seluruh hak suara terkait saham konflik, tanpa mengurangi haknya membela kepemilikan sah di pengadilan.
Surya menulis permintaan maaf kepada keluarga. Salma meminta bagian itu tidak dibaca lantang sebelum mereka memilih. Tujuh keluarga mengizinkan teks, tiga memilih ringkasan, dan satu tidak ingin menerimanya.
Permintaan maaf tidak menjadi syarat berlakunya kodisil. Tidak ada klausul yang memaksa penerima menyatakan puas. Pemulihan merupakan kewajiban, bukan hadiah dari orang mati.
Pengacara Dimas menantang kapasitas Surya dan pembagian saham. Ahli medis, notaris, serta saksi tanda tangan diperiksa. Satu saksi pernah bekerja untuk Surya, sehingga pengadilan memberi bobot lebih pada buku registrasi dan pemeriksaan tulisan.
Saksi kedua adalah petugas kebersihan kantor notaris yang melihat Surya menandatangani setelah membaca ulang. Ia tidak memahami isi. Kesaksiannya mendukung tindakan fisik, bukan kapasitas hukum.
Ahli menyimpulkan Surya memahami akibat umum. Penyakit jantung dan obatnya tidak mengganggu kognisi pada tanggal tersebut. Dimas tetap dapat mengajukan ahli tandingan saat persidangan penuh.
Pekerja mempertanyakan apakah kehendak Surya masih menempatkan satu patriark di pusat perubahan. Joko mengusulkan piagam baru yang dapat diamendemen oleh penerima, bukan membekukan semua detail orang mati.
Hakim menyetujui kodisil sebagai pemindahan awal, lalu memberi trust korban-pekerja kuasa mengubah tata kelola dalam batas keselamatan dan restitusi. Wasiat menjadi jembatan, bukan konstitusi abadi Surya.
Nadya mendukung perubahan tersebut sebagai ahli, bukan penerima saham. Ia meminta struktur punya kanal koreksi bagi orang yang tak termasuk sebelas keluarga atau serikat besar. Kursi konsumen serta awak kontrak diperkuat.
Ratih menyusun transisi sembilan puluh hari. Gaji, armada, dan perawatan tetap berjalan. Tidak ada pengurus baru yang boleh membagi bonus sebelum audit keselamatan selesai.
Reza membaca halaman yang mengatakan Arya harus menerima kehilangan warisan sebagai harga hidupnya. Ia marah karena ayahnya kembali menulis penderitaan sebagai rencana bagi anak. Ia tetap mendukung pemindahan berdasarkan kewajiban perusahaan, bukan hukuman pribadi.
Laras membantunya memisahkan dua hal: kehilangan kendali yang memang perlu dan bahasa Surya yang menjadikan dirinya simbol. Reza dapat menolak simbol sambil melepaskan kuasa.
Rani mendengar dari kursi saksi. Ia mengakui menyembunyikan kotak karena berharap menjaga sepuluh persen tambahan bagi Reza. Audit membuktikan motif itu bercampur dengan ketakutan atas dakwaannya sendiri.
Ahli korporasi menghitung dampak tiap pembagian. Pekerja mendapat suara tanpa wajib membeli saham, sementara pemegang saham kecil mempertahankan hak ekonomi. Model diuji terhadap kebangkrutan dan pengambilalihan.
Satu klausul Surya melarang menjual perusahaan selama lima puluh tahun. Panel menilai aturan terlalu kaku dan dapat merugikan pekerja bila industri berubah. Hakim mengubahnya menjadi peninjauan sepuluh tahunan dengan ambang tinggi.
Keluarga korban meminta dana pemulihan tidak bergantung laba Nusantara. Aset awal dipisahkan ke trust yang tidak dapat ditarik kembali saat perusahaan merugi.
Joko mengusulkan pekerja kontrak memiliki suara meski masa kerja pendek. Piagam memberi perwakilan berbasis tempat kerja, bukan status tetap. Vendor tak dapat mengganti pekerja untuk mengurangi suara.
Mira meminta mekanisme konsumen mengajukan audit. Seribu tanda tangan atau satu laporan risiko terverifikasi dapat memicu sidang. Angka dievaluasi setelah setahun agar tidak menjadi hambatan.
Reza mengajukan satu keberatan: kebutuhan hidup wajar tidak boleh ditentukan keluarga sendiri. Hakim menunjuk administrator dengan standar publik. Keberatan diterima karena justru mengurangi kendalinya.
Surya menulis bahwa rasa malu keluarga harus menjadi pengaman. Panel menghapus konsep itu dari piagam. Rasa malu tidak dapat diaudit; pembagian kuasa, log, dan hak banding dapat.
Nadya menambahkan perlindungan bagi pelapor yang salah dengan itikad baik. Sistem lama menghukum alarm palsu dan menciptakan diam. Klausul baru membedakan kesalahan dari laporan palsu sengaja.
Perubahan itu ditulis sebagai hak penerima.
Piagam hidup akan menggantikannya.
Isi Wasiat yang utuh mengakui kesalahan Surya dan memindahkan kendali, tetapi penjaga baru menolak menjadikan kata-katanya hukum terakhir.