===== BAB 56: Segel Kelima di Kotak Musik =====
Dokumen yang diselamatkan Seno mengungkap kunci terakhir, dan kunci itu ternyata masih disembunyikan Rani dari semua penjaga.
Kotak musik dibawa ke arsip dalam wadah tahan guncangan. Rani hadir sebagai saksi pemilik, bukan kustodian. Pengacaranya menegaskan penyerahan sukarela tidak menghapus kemungkinan dakwaan pemindahan bukti.
Konservator memotret ukiran, engsel, dan kain biru sebelum menyentuh mekanisme. Lagu malam dimainkan sekali untuk merekam putaran. Nada ketujuh selalu terlambat setengah ketukan, sama dengan kode pada kotak data.
Sinar-X menunjukkan chip di bawah silinder musik dan rongga berisi kertas. Membuka pelat akan mematahkan segel lilin Surya. Salma dan Joko memberi persetujuan setelah ahli pembela menyaksikan kondisi awal.
Di dalamnya terdapat chip, surat untuk Rani, dan daftar aset keluarga. Surat itu memerintah Rani menyerahkan kotak bila dua segel terbuka. Rani telah melanggar instruksi bahkan setelah empat segel sah.
Rani mengatakan ia takut bagian terakhir membuat Reza miskin. Administrator menunjukkan kodisil tetap menyediakan kebutuhan hidup wajar dan aset pribadi sah. Yang hilang adalah kendali serta keuntungan yang terhubung penutupan.
Reza menolak membela tindakan Rani. Ia juga meminta publik tidak menganggap neneknya monster tunggal. Kegagalannya didokumentasikan bersama ancaman Dimas dan pilihan yang terus ia buat.
Chip hanya dapat dibaca ketika lagu diputar pada kecepatan asli. Ayu menghubungkan pembaca tanpa jaringan dan membiarkan silinder menggerakkan kunci. Cakram kelima merespons, tetapi berhenti sebelum putaran penuh.
Layar meminta pengesahan satu keluarga korban dan satu pekerja. Surya tampaknya mengantisipasi bahwa Rani atau Reza dapat memegang benda. Salma dan Joko memasukkan token kustodian masing-masing.
Pembaca meminta konfirmasi bahwa materi privat tidak otomatis dibuka. Nirmala menunjukkan matriks izin aktif. Setelah kedua penjaga menyetujui, cakram berputar penuh dan mencetak hash seluruh Wasiat Hitam.
Segel kelima dinyatakan terbuka secara teknis, tetapi autentikasi hukum belum selesai. Ahli membandingkan chip dengan hash notaris, tinta surat, dan salinan paket kotak data.
Dimas mengajukan keberatan karena kunci berasal dari benda yang disembunyikan Rani. Hakim menyatakan rantai kustodi yang cacat memengaruhi bobot, bukan otomatis membuat benda palsu. Sumber independen diperlukan dan memang tersedia.
Bagas mengklaim pernah mengganti chip. Forensik menemukan goresan pada pelat, namun solder berusia lebih tua daripada kematian Surya. Pernyataan Bagas diuji dan bagian itu tidak didukung.
Daftar aset menunjukkan rumah, saham, serta rekening yang berasal dari pembayaran YX-217. Ada pula aset sah sebelum kecelakaan. Administrator memisahkan keduanya agar pemulihan tidak berubah menjadi penyitaan tanpa dasar.
Tia, asisten Rani, mengaku diberi bonus untuk diam. Ia mengembalikan uang melalui rekening pengadilan dan menghadapi pemeriksaan. Perlindungan kerja diberikan karena ancaman, bukan kekebalan atas bantuannya memindahkan benda.
Lina datang untuk mendengar putusan autentikasi, bukan pembukaan surat pribadi. Ia duduk bersama keluarga korban. Ketika cakram terakhir menyala hijau, tak ada tepuk tangan.
Hakim menyatakan lima segel autentik untuk perkara tata kelola. Kendali permanen akan berpindah sesuai isi kodisil setelah sidang perdata dan masa keberatan. Keluarga tidak dapat menjual saham untuk menghindari akibat.
Rani diminta menyerahkan semua brankas lain. Ia memberikan daftar tiga lokasi, lalu auditor menemukan lokasi keempat dari premi asuransi. Ketidaklengkapan baru dicatat sebagai penghalangan lanjutan.
Reza bertemu Rani melalui kaca ruang pemeriksaan. Ia mengatakan mencintainya dan tidak akan memakai cinta untuk mengatakan tindakannya benar. Rani menangis serta bertanya apakah ia masih dianggap keluarga.
Reza menjawab hubungan pribadi akan dibicarakan setelah proses, tanpa pertukaran kesaksian atau aset. Untuk pertama kali, ia tidak memberi neneknya kepastian agar keadaan cepat tenang.
Konservator menemukan bekas sidik jari Rani serta Tia pada kain baru, dan sidik Surya di bawah pelat lama. Temuan mendukung sejarah pemindahan tanpa menentukan niat siapa pun.
Ahli musik membandingkan silinder dengan rekaman keluarga. Kecepatan melambat karena pegas tua. Koreksi tempo dihitung dari spesifikasi pabrik, tidak diatur sampai kode cocok.
Pembela Dimas meminta memainkan lagu berkali-kali. Konservator menolak karena risiko. Rekaman putaran pertama dan model mekanis digunakan, menjaga hak uji tanpa merusak benda.
Daftar aset dalam kotak memuat satu rumah atas nama Lina yang tidak pernah dimilikinya. Audit menemukan perusahaan cangkang memakai identitasnya sebagai lapisan. Hak kepemilikan segera dibekukan sebelum utang diwariskan kepadanya.
Lina menerima penjelasan melalui pengacara. Ia menolak hadir pada konferensi dan meminta catatan kreditnya diperbaiki. Dana menanggung biaya tanpa menyebutnya penerima warisan.
Rani menyerahkan kata sandi brankas lain, tetapi satu sudah kedaluwarsa. Bank membuka melalui prosedur dua petugas. Tidak ditemukan segel, hanya surat serta aset yang masuk audit biasa.
Reza meminta kotak musik tidak diputar di rumah lagi. Benda masuk arsip setelah perkara dan replika digital cukup untuk keluarga. Lagu tak lagi menjadi rutinitas yang ditentukan Surya.
Panel menguji apakah lima token dapat dipakai kembali. Pembaca mengunci setelah autentikasi dan hanya menghasilkan salinan terverifikasi. Tidak ada pengurus baru yang dapat menciptakan segel keenam diam-diam.
Kotak ditempatkan dalam wadah baru yang tidak dapat dibuka satu orang. Rani menerima tanda terima, bukan hak menentukan lokasi atau jadwal pameran.
Benda keluarga itu kini menjadi bukti bersama.
Berita acaranya segera disalin.
Segel kelima terbuka di kotak musik, dan lagu keluarga itu berakhir dengan kunci yang tak lagi mereka miliki.