===== BAB 51: Sidang Ilham =====
Bagas berada dalam tahanan dan Dimas dibatasi pengadilan, tetapi belum ada sebuah vonis, sementara segel kelima masih hilang.
Perkara pertama yang siap disidangkan adalah Ilham. Bukti token, server asli, pembayaran, serta pengakuannya lebih sempit daripada perkara Bagas, sehingga jaksa tidak menunggu seluruh jaringan selesai.
Ilham didakwa mengakses sistem tanpa hak, memalsukan kredensial, membantu sabotase, dan menghalangi penyelidikan. Ia mengaku bersalah pada tiga tuduhan dan menantang unsur niat mencelakakan penumpang.
Jaksa membacakan kesepakatan yang hanya merekomendasikan pengurangan, bukan menjamin angka hukuman. Ilham wajib bersaksi benar, menyerahkan keuntungan, dan menerima larangan bekerja pada sistem keselamatan selama jangka yang ditentukan hakim.
Nadya hadir sebagai korban, bukan saksi teknis hari pertama. Pengacaranya membaca dampak pencurian kebiasaan pribadi: rasa aman rusak, hubungan lama dipakai sebagai alat, dan reputasinya dihancurkan.
Ia tidak meminta hukuman maksimal atau memaafkan Ilham. Ia meminta hakim membedakan kerja sama setelah tertangkap dari pilihan berbulan-bulan membangun akses.
Ilham menyampaikan pengakuan. Ia tahu kartu Vera tidak sah, menyalin token Nadya, dan menerima uang. Ia mengira Bagas hanya merencanakan gangguan yang akan dihentikan awak, tetapi melihat risiko membesar dan tetap melanjutkan.
Pembela menunjukkan perintah Ilham yang membatalkan dua fungsi berbahaya. Ahli menjelaskan pembatalan mengurangi akibat namun tak menghapus modul lain. Hakim memasukkannya sebagai mitigasi, bukan pembebasan.
Ayu bersaksi tentang server. Ia menguraikan hash, zona waktu, dan kesalahan kapitalisasi tanpa menyatakan motif. Ketika pembela menemukan satu log terlambat tujuh detik, Ayu mengoreksi tabel di ruang sidang.
Koreksi tersebut tidak mengubah urutan token, tetapi menjadi bagian putusan. Nadya melihat perbedaan dengan sistem lama: kesalahan kecil tidak disembunyikan karena takut seluruh perkara runtuh.
Vera memberikan kesaksian melalui video aman. Ia mengaku memberi kartu dan membayar Ilham. Pengacaranya mengingatkan perkaranya sendiri belum diputus. Hakim menilai keterangannya bersama foto, transaksi, dan data perangkat.
Ilham ditanya mengenai hubungan lamanya. Ia mengakui menyimpan jawaban keamanan Nadya setelah pertunangan berakhir dan menggunakan pengetahuan tentang kecemasannya. Ia tidak menyebut tindakannya lahir dari cinta atau sakit hati.
Seorang penumpang YX-408 menjelaskan anaknya tak lagi mau bepergian. Ilham menunduk. Hakim meminta ia melihat pembicara, bukan untuk mempermalukan, tetapi agar dampak tidak menjadi angka abstrak.
Restitusi dihitung dari aset nyata. Apartemen yang dibeli dengan pembayaran Bagas disita; tabungan yang berasal dari gaji sah dipisahkan. Ilham tidak dapat menyerahkan harta orang tuanya hanya untuk menciptakan penampilan penebusan.
Surat permintaan maaf yang pernah dikirim kepada Nadya tidak dibacakan karena ia tidak menyetujui. Pengadilan mencatat surat ada, bukan menggunakannya sebagai pertunjukan emosi.
Pada akhir pemeriksaan, hakim menerima pengakuan bersalah bersyarat dan menunda hukuman sampai kesaksian Ilham pada perkara Bagas diuji. Ia tetap ditahan dalam perlindungan karena ancaman nyata.
Kerja sama Ilham membantu menemukan satu cadangan server Bagas. Di dalam indeksnya terdapat rujukan kotak musik dan kode lokasi rumah Rani, tetapi belum cukup menemukan segel kelima.
Ilham mengatakan Bagas pernah mengejek Rani karena menyimpan kunci terakhir di tempat yang ia dengar setiap malam. Rani mengaku tak memahami maksudnya dan meminta rumahnya diperiksa kembali.
Nadya meninggalkan sidang tanpa menemui Ilham. Ia merasa lega pada keterbukaan proses dan tetap marah pada orangnya. Dua perasaan itu tidak harus diselesaikan menjadi satu.
Sebelum sidang, pembela meminta data pribadi Nadya yang pernah dicuri. Hakim membatasi akses pada bagian relevan dan menunjuk penasihat khusus. Ilham tidak mendapat salinan baru dari materi yang ia salah gunakan.
Ahli trauma menjelaskan dampak penyalahgunaan pasangan tanpa menebak kondisi Nadya. Konselornya tidak dipanggil karena catatan terapi tak diperlukan untuk membuktikan akses digital.
Seorang mantan rekan Ilham bersaksi ia pernah menanyakan cara memulihkan token setelah hubungan berakhir. Pada saat itu pertanyaannya tampak biasa. Surel, waktu, dan pembelian perangkat memberi makna baru tanpa menjadikan rekan tersebut kaki tangan.
Pembela menunjukkan Nadya pernah membagi kata sandi Wi-Fi. Ayu menjelaskan token keselamatan berbeda dan tak boleh dibuat dari akses rumah. Kebiasaan keamanan kurang baik tidak memberi izin memasuki sistem kerja.
Ilham mengakui memakai catatan pertunangan sebagai bank informasi. Hakim memerintah semua salinan intim dihapus setelah bukti hukum disaring. Proses disaksikan ahli Nadya.
Restitusi mencakup biaya keamanan digital staf lain. Mereka menerima pemberitahuan individual dan hak menggugat. Nadya bukan satu-satunya orang yang identitasnya berada di server.
Jaksa menemukan satu keuntungan yang belum diungkap Ilham. Kesepakatan pengakuannya ditinjau dan rekomendasi dikurangi. Kerja sama hanya bernilai jika lengkap, bukan ketika informasi muncul setelah ditemukan orang lain.
Ilham memberikan kata sandi cadangan untuk memastikan tak ada server lain. Dua lokasi ternyata hanya salinan otomatis, satu berisi data baru Bagas. Ayu membuat citra sebelum perangkat dimatikan.
Nadya pulang setelah sidang bersama Ayu. Ia tidak membaca komentar publik. Mereka memeriksa jadwal kesaksian besok dan memastikan dukungan staf tidak mengganggu independensi analisis.
Hakim meminta program perlindungan melapor terpisah dari jaksa. Keamanan Ilham tidak boleh dikurangi untuk memaksanya bekerja sama atau ditambah sebagai hadiah atas jawaban yang disukai.
Tidak ada lagi surat pribadi yang dapat menggantikan berita acara.
Hakim menunda penilaian manfaat kerja sama sampai seluruh bukti selesai diperiksa.
Sidang Ilham mencatat bantuannya dan pengkhianatannya bersamaan, lalu menyerahkan jejak berikut kepada kesaksian Ayu.