===== BAB 50: Belum Sebuah Vonis =====
Bagas Tanu ditangkap tanpa eksekusi, sehingga setiap perintah, kebohongan, dan batas bukti masih harus diuji di ruang sidang.
Bagas Tanu ditangkap tanpa eksekusi, sehingga setiap perintah, kebohongan, dan batas bukti masih harus diuji di ruang sidang.
Hakim membacakan tuduhan awal di ruang rumah sakit. Bagas didampingi pengacara dan dokter menyatakan ia mampu memahami. Dakwaan meliputi sabotase, penculikan, pembakaran, akses ilegal, serta penghalangan.
Bagas tidak mengaku bersalah. Ia menjawab bahwa Dimas memberi semua perintah dan Surya membayar penutupan. Pengadilan mencatat pembelaannya tanpa mengubahnya menjadi fakta hanya karena diucapkan dari ranjang.
Penahanan ditetapkan dengan perawatan, akses pengacara, dan larangan komunikasi dengan saksi. Pembela dapat meminta peninjauan setelah kondisi stabil. Kamera media tidak diizinkan merekam pemeriksaan medis.
Dimas tetap tahanan rumah. Jaksa mengajukan dakwaan penghalangan berdasarkan dermaga dan menyiapkan perkara penutupan YX-217. Hakim menolak permintaan publik menahannya di penjara sebelum sidang risiko selesai.
Keluarga korban menerima penjelasan bahwa penangkapan Bagas bukan vonis bagi Bagas maupun Dimas. Sebagian kecewa. Salma mengatakan proses lambat terasa kejam setelah tujuh belas tahun, tetapi kesalahan baru tidak boleh dibuat atas nama memperbaiki yang lama.
Server kapal diperiksa oleh tiga tim. Data mendukung daftar segel, menunjukkan percakapan Bagas dengan Dimas, dan memuat rencana YX-408. Ada pula folder yang tampak dibuat untuk menjerat Surya setelah kematiannya.
Ahli menemukan cap waktu folder tersebut dipalsukan. Bagas menyimpan bukti asli dan bukti buatan dalam tempat sama. Setiap berkas harus diuji; menangkap pemilik server tidak membuat semua isinya benar.
Ponsel Bagas akhirnya dibuka melalui kunci dari Sari dan surat hakim. Pesan mengungkap lokasi gudang senjata serta pembayaran kepada Raka. Satu percakapan dengan Dimas terpotong sebelum kalimat penting, sehingga jaksa tidak mengisi bagian hilang.
Vera mengidentifikasi gaya pesan ayahnya, tetapi identifikasi keluarga hanya menjadi pendukung. Operator seluler memulihkan metadata, sedangkan salinan lengkap mungkin berada pada perangkat Dimas yang masih disengketakan.
Reza dipanggil sebagai saksi dan dilarang melihat pesan lain sebelum pemeriksaan. Ia menyerahkan ponsel lama dari masa awal menjadi CEO. Tidak ada perintah sabotase, tetapi terdapat dua undangan rapat Bagas yang pernah ia abaikan.
Kelalaian Reza mengejar tanda itu masuk audit manajemen. Ia tidak mengetahui rencana menurut bukti saat ini, namun budaya delegasi tertutup tumbuh saat ia memimpin. Ratih menyiapkan laporan tanggung jawab institusional terpisah dari pidana.
Nadya kembali bekerja terbatas pada analisis keselamatan. Ia tidak ikut menyusun dakwaan. Tugasnya memetakan akibat dan kontrol yang gagal, sementara jaksa menentukan unsur hukum.
Lina bertanya kapan nama Seno akan diperbaiki. Tribunal menjadwalkan simulasi penuh setelah segel kelima ditemukan atau setelah tenggat bukti berakhir. Mereka tidak akan menunggu selamanya pada benda yang mungkin hilang.
Segel kelima masih ditandai kotak musik. Rani mengaku pernah melihatnya di ruang Surya, lalu mengatakan benda itu hilang. Pak Idris melihat Bagas membawanya, sedangkan jejak rongga menunjukkan kotak data juga pernah disimpan di sana.
Bagas menawarkan lokasi segel kelima dengan imbalan seluruh dakwaan penculikan dihapus. Jaksa menolak pertukaran mutlak dan menawarkan profer: informasi diuji, korban dikonsultasikan, dan rekomendasi hukuman tetap di tangan hakim.
Pembela meminta waktu. Lokasi bukti belum diberikan. Panel memutus perkara tata kelola dapat terus berjalan dengan empat segel, sementara pencarian kelima dilakukan tanpa mempertaruhkan keselamatan saksi.
Nirmala membuka ruang arsip teknis pertama bagi peneliti. Tidak ada pameran penangkapan atau foto Bagas. Dinding hanya memuat garis waktu, sumber, koreksi, dan bagian yang belum diketahui.
Kirana mengunjungi ruang itu tanpa kaset. Ia melihat label belum diketahui di sebelah satu menit audio ibunya. Untuk pertama kalinya, lembaga tidak menganggap ruang kosong sebagai kegagalan yang harus dipaksa terisi.
Reza dan Nadya bertemu di rumah setelah jadwal kesaksian. Mereka tidak membahas isi perkara. Reza bertanya apakah penangkapan membuatnya merasa aman. Nadya menjawab lebih aman bukan sama dengan aman, dan selesai bukan sama dengan ditangkap.
Rumah sakit melaporkan dua upaya orang menyamar sebagai pengacara Bagas. Sistem verifikasi diperketat tanpa menghalangi penasihat sah. Semua pertemuan hukum tetap privat sesuai aturan.
Pembela meminta salinan server dalam waktu cukup. Ukurannya besar, sehingga pengadilan menyediakan ruang aman serta ahli berbayar publik. Hak menguji tidak bergantung pada sumber daya terdakwa.
Salma mengadakan pertemuan tanpa jaksa untuk menjelaskan proses. Keluarga dapat memilih hadir, mengikuti ringkasan, atau tidak menerima kabar sampai putusan. Tidak semua pemulihan membutuhkan paparan terus-menerus.
Dana awal membayar perawatan Sari dan Hendra sebelum gugatan selesai. Mereka tidak menandatangani pelepasan dan dapat menuntut kerugian lain. Bantuan darurat bukan kesepakatan diam.
Reza memberi sampel suara serta tulisan untuk membedakan berkas palsu. Penggunaan dibatasi perkara dan sampel akan dimusnahkan setelah masa banding, kecuali ia memberi izin baru.
Nadya meninjau daftar kontrol YX-408 bersama awak. Penangkapan tidak menghentikan perbaikan. Dua prosedur masih bergantung pada vendor Cakrawala dan segera diganti.
Nirmala menambahkan kolom status hukum pada arsip. Pengunjung dapat melihat mana tuduhan, temuan administratif, pengakuan, atau vonis. Bahasa arsip tidak mendahului hakim.
Pencarian segel berjalan melalui surat, aset, dan saksi; tidak melalui ancaman baru kepada terdakwa.
Bagas berada dalam tahanan dan Dimas dibatasi pengadilan, tetapi belum ada sebuah vonis, sementara segel kelima masih hilang.